<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Ketiga PSBB, Aktivitas di Stasiun Bekasi Lengang</title><description>Kondisi ini disebabkan permberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/17/338/2200541/hari-ketiga-psbb-aktivitas-di-stasiun-bekasi-lengang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/17/338/2200541/hari-ketiga-psbb-aktivitas-di-stasiun-bekasi-lengang"/><item><title>Hari Ketiga PSBB, Aktivitas di Stasiun Bekasi Lengang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/17/338/2200541/hari-ketiga-psbb-aktivitas-di-stasiun-bekasi-lengang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/17/338/2200541/hari-ketiga-psbb-aktivitas-di-stasiun-bekasi-lengang</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2020 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/17/338/2200541/hari-ketiga-psbb-aktivitas-di-stasiun-bekasi-lengang-xo5vwtnk0M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stasiun Bekasi Kota. (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/17/338/2200541/hari-ketiga-psbb-aktivitas-di-stasiun-bekasi-lengang-xo5vwtnk0M.jpg</image><title>Stasiun Bekasi Kota. (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)</title></images><description>BEKASI - Aktivitas pengguna KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi, pukul 6.30 WIB hingga pukul 08.30 WIB terpantau lengang. Kondisi ini disebabkan permberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kesadaran warga Kota Patriot sudah semakin tinggi di hari ketiga penerapan PSBB. Meski ada beberapa warga yang masih melakukan rutinitas di tengah pademi virus corona (Covid-19) ini.
Pantauan Okezone, terlihat hanya ada puluhan pengguna KRL yang datang ke stasiun. Mereka harus mengikuti aturan pembatasan jumlah penumpang.
Doni Suhendar (30) salah satunya. Dia harus rela menunggu jadwal berikutnya karena ada pembatasan penumpang.
&quot;Harus nunggu deh, karena tadi juga ada yang dikeluarin lagi, karena pambatasan penumpang,&quot; kata dia kepada Okezone di Stasiun Bekasi Kota, Jumat (17/4/2020).

Sementara ketika disinggung soal isu penyetopan sementara operasional KRL pada Sabtu 18 April 2020, Doni mengaku bingung akan menggunakan moda trasportasi apa untuk bekerja. Pasalnya, perusahaan tempatnya bekerja tidak meliburkan karyawannya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wagub DKI Diminta Berbagi Tugas dengan Anies Tangani Covid-19
&amp;ldquo;Ini nih, kita bingung pas kemarin dapet informasi KRL mau disetop sementara. Karena kantor enggak libur, pakai sistem sehari masuk sehari enggak,&quot; ujarnya.
Perusahan tempatnya bekerja  yang berlokasi di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur itu bergerak di bidang farmasi. Sehingga, para pekerjanya tetap diwajibkan masuk meski DKI Jakarta dan Kota Bekasi menerapkan PSBB.
&quot;Mau gimana lagi, ketentuan kantor seperti itu. Kita bingung juga, kita kan butuh pemasukan juga, mau makan apa nanti kalau libur lagi,&amp;rdquo; keluhnya.
Untunglah, perusahaannya menerapkan sistem masuk kerja bergantian kerja dan pulang lebih cepat. &quot;Kalau biasanya pulang jam lima sore, sekarang jam empat sudah pulang sih,&quot; ucapnya.KRL Commuterline menerapkan jaga jarak fisik dengan memberikan tanda silang di kursi-kursi dalam gerbong. KRL juga emberikan garis-garis batas berwarna merah sebagai penanda jarak untuk penumpang berdiri.

Selain itu, disediakan pula wastafel beserta sabun di setiap stasiun untuk memudahkan penumpang mencuci tangan. Sementara petugas keamanan selalu mengecek suhu tubuh calon penumpang yang hendak menggunakan transportasi publik massal tersebut.

Jumlah penumpang pun dibatasi maksimal 60 orang per gerbong, dan terpantau tidak melebihi angka tersebut.

Petugas kebersihan di dalam KRL Commuterline juga terlihat rutin mengepel lantai dengan cairan disinfektan. Sementara petugas informasi selalu mengingatkan penumpang KRL menjaga jarak fisik satu dengan lainnya, serta menggunakan masker.</description><content:encoded>BEKASI - Aktivitas pengguna KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi, pukul 6.30 WIB hingga pukul 08.30 WIB terpantau lengang. Kondisi ini disebabkan permberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kesadaran warga Kota Patriot sudah semakin tinggi di hari ketiga penerapan PSBB. Meski ada beberapa warga yang masih melakukan rutinitas di tengah pademi virus corona (Covid-19) ini.
Pantauan Okezone, terlihat hanya ada puluhan pengguna KRL yang datang ke stasiun. Mereka harus mengikuti aturan pembatasan jumlah penumpang.
Doni Suhendar (30) salah satunya. Dia harus rela menunggu jadwal berikutnya karena ada pembatasan penumpang.
&quot;Harus nunggu deh, karena tadi juga ada yang dikeluarin lagi, karena pambatasan penumpang,&quot; kata dia kepada Okezone di Stasiun Bekasi Kota, Jumat (17/4/2020).

Sementara ketika disinggung soal isu penyetopan sementara operasional KRL pada Sabtu 18 April 2020, Doni mengaku bingung akan menggunakan moda trasportasi apa untuk bekerja. Pasalnya, perusahaan tempatnya bekerja tidak meliburkan karyawannya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wagub DKI Diminta Berbagi Tugas dengan Anies Tangani Covid-19
&amp;ldquo;Ini nih, kita bingung pas kemarin dapet informasi KRL mau disetop sementara. Karena kantor enggak libur, pakai sistem sehari masuk sehari enggak,&quot; ujarnya.
Perusahan tempatnya bekerja  yang berlokasi di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur itu bergerak di bidang farmasi. Sehingga, para pekerjanya tetap diwajibkan masuk meski DKI Jakarta dan Kota Bekasi menerapkan PSBB.
&quot;Mau gimana lagi, ketentuan kantor seperti itu. Kita bingung juga, kita kan butuh pemasukan juga, mau makan apa nanti kalau libur lagi,&amp;rdquo; keluhnya.
Untunglah, perusahaannya menerapkan sistem masuk kerja bergantian kerja dan pulang lebih cepat. &quot;Kalau biasanya pulang jam lima sore, sekarang jam empat sudah pulang sih,&quot; ucapnya.KRL Commuterline menerapkan jaga jarak fisik dengan memberikan tanda silang di kursi-kursi dalam gerbong. KRL juga emberikan garis-garis batas berwarna merah sebagai penanda jarak untuk penumpang berdiri.

Selain itu, disediakan pula wastafel beserta sabun di setiap stasiun untuk memudahkan penumpang mencuci tangan. Sementara petugas keamanan selalu mengecek suhu tubuh calon penumpang yang hendak menggunakan transportasi publik massal tersebut.

Jumlah penumpang pun dibatasi maksimal 60 orang per gerbong, dan terpantau tidak melebihi angka tersebut.

Petugas kebersihan di dalam KRL Commuterline juga terlihat rutin mengepel lantai dengan cairan disinfektan. Sementara petugas informasi selalu mengingatkan penumpang KRL menjaga jarak fisik satu dengan lainnya, serta menggunakan masker.</content:encoded></item></channel></rss>
