<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Bayi Berstatus PDP Corona Meninggal Dunia</title><description>Keduanya belum ada hasil laboratorium. Sudah diswab sekali, laporan belum masuk Sleman dan Provinsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/17/510/2200958/2-bayi-berstatus-pdp-corona-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/17/510/2200958/2-bayi-berstatus-pdp-corona-meninggal-dunia"/><item><title>2 Bayi Berstatus PDP Corona Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/17/510/2200958/2-bayi-berstatus-pdp-corona-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/17/510/2200958/2-bayi-berstatus-pdp-corona-meninggal-dunia</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2020 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/17/510/2200958/2-bayi-berstatus-pdp-corona-meninggal-dunia-ChlfxRCo6y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/17/510/2200958/2-bayi-berstatus-pdp-corona-meninggal-dunia-ChlfxRCo6y.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>SLEMAN&amp;nbsp;- Sebanyak dua bayi asal Sleman yang meninggal tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, dalam sepekan terakhir dua bayi meninggal asal Sleman berstatus PDP. Masing-masing bayi perempuan berusia 10 hari warga Sleman meninggal pada 13 April lalu. Kedua, bayi laki-laki berusia satu tahun meninggal pada 15 April lalu.

&quot;Keduanya belum ada hasil laboratorium. Sudah diswab sekali, laporan belum masuk Sleman dan Provinsi,&quot; katanya, Jumat (17/4/2020).

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, katanya, bayi perempuan berusia 10 hari tersebut dirawat sebagai PDP karena memiliki penyakit meningitis dan gejala pneumonia. &quot;Tetapi tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota. Tapi karena ada gejala pneumonia masuk PDP,&quot; kata Berty.

Baaca Juga :&amp;nbsp;Jangan Beri Stigma Negatif pada ODP Covid-19!

Adapun hasil tracking bayi usia setahun yang meninggal diduga terpapar virus setelah kontak erat dengan orangtuanya. Bayi ini juga mengalami gejala klinis yang mengarah Covid-19. &quot;Ada kontak erat dengan orang tuanya. Ibunya kerja di Klaten, dan ada gejala klinis, sehingga masuk PDP,&quot; katanya.

Menurut Berty, Dinkes Kabupaten sudah semestinya melakukan tracing tidak hanya bagi pasien konfirm Covid-19 tetapi juga pasien PDP. &quot;Disamping yang positif juga untuk PDP yang ditracing.Tracing utama adalah kontak eratnya,&quot; kata dia.</description><content:encoded>SLEMAN&amp;nbsp;- Sebanyak dua bayi asal Sleman yang meninggal tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, dalam sepekan terakhir dua bayi meninggal asal Sleman berstatus PDP. Masing-masing bayi perempuan berusia 10 hari warga Sleman meninggal pada 13 April lalu. Kedua, bayi laki-laki berusia satu tahun meninggal pada 15 April lalu.

&quot;Keduanya belum ada hasil laboratorium. Sudah diswab sekali, laporan belum masuk Sleman dan Provinsi,&quot; katanya, Jumat (17/4/2020).

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, katanya, bayi perempuan berusia 10 hari tersebut dirawat sebagai PDP karena memiliki penyakit meningitis dan gejala pneumonia. &quot;Tetapi tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota. Tapi karena ada gejala pneumonia masuk PDP,&quot; kata Berty.

Baaca Juga :&amp;nbsp;Jangan Beri Stigma Negatif pada ODP Covid-19!

Adapun hasil tracking bayi usia setahun yang meninggal diduga terpapar virus setelah kontak erat dengan orangtuanya. Bayi ini juga mengalami gejala klinis yang mengarah Covid-19. &quot;Ada kontak erat dengan orang tuanya. Ibunya kerja di Klaten, dan ada gejala klinis, sehingga masuk PDP,&quot; katanya.

Menurut Berty, Dinkes Kabupaten sudah semestinya melakukan tracing tidak hanya bagi pasien konfirm Covid-19 tetapi juga pasien PDP. &quot;Disamping yang positif juga untuk PDP yang ditracing.Tracing utama adalah kontak eratnya,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
