<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Pemerintah Umumkan Lembaga Pelatihan Kartu Prakerja</title><description>Pemerintah diminta segera mengumumkan lembaga-lembaga pelatihan yang akan menjadi mitra dalam melaksanakan program kartu prakerja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/19/337/2201437/dpr-minta-pemerintah-umumkan-lembaga-pelatihan-kartu-prakerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/19/337/2201437/dpr-minta-pemerintah-umumkan-lembaga-pelatihan-kartu-prakerja"/><item><title>DPR Minta Pemerintah Umumkan Lembaga Pelatihan Kartu Prakerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/19/337/2201437/dpr-minta-pemerintah-umumkan-lembaga-pelatihan-kartu-prakerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/19/337/2201437/dpr-minta-pemerintah-umumkan-lembaga-pelatihan-kartu-prakerja</guid><pubDate>Minggu 19 April 2020 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/19/337/2201437/dpr-minta-pemerintah-umumkan-lembaga-pelatihan-kartu-prakerja-9GQHbol9ys.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/19/337/2201437/dpr-minta-pemerintah-umumkan-lembaga-pelatihan-kartu-prakerja-9GQHbol9ys.JPG</image><title>Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah diminta segera mengumumkan lembaga-lembaga pelatihan yang akan menjadi mitra dalam melaksanakan program kartu prakerja yang digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, saat ini para calon peserta kartu prakerja tersebut telah melakukan proses pendaftaran. Sehingga dalam waktu dekat akan memilih lembaga-lembaga pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
&amp;ldquo;Para peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini tentu ingin mengetahui profil masing-masing lembaga pelatihan. Dari situ mereka akan menentukan pilihan. Jangan sampai, lembaga pelatihan yang mereka pilih ternyata tidak sesuai dengan minat dan bakatnya,&quot; kata Saleh kepada Okezone di Jakarta, Minggu (19/4/2020).
Dia juga meminta pemerintah memaparkan secara detail apa saja yang akan diajarkan oleh lembaga-lembaga pelatihan tersebut. Sebab, ia khawatir apabila pelatihan yang diberikan tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah ada di media-media sosial.
Menurutnya, jika pelatihan yang dimaksud sama dengan yang sudah ada di media, maka pemerintah tidak perlu bekerja sama denga lembaga-lembaga pelatihan. Apalagi pelatihan yang ada di medsos banyak yang dibuka dan diberikan secara gratis.

Lebih jauh Saleh mengungkapkan bahwa pemerintah juga harus menjelaskan apa langkah yang dilakukan oleh peserta pelatihan setelah mereka selesai mengikuti program tersebut.
Ia mempertanyakan, apakah pemerintah sudah menyiapkan perusahaan yang siap menampung untuk bekerja, atau paling tidak magang, atau ada skema pemberian modal kepada peserta jika nanti ada rencana untuk membuka usaha sendiri.
&amp;ldquo;Jangan sampai sebelum ikut program mereka menganggur, setelah ikut juga menganggur. Itu artinya mereka menganggur dua kali. Mereka hanya dapat insentif pelatihan saja. Kalau begitu modelnya, kartu prakerja ini persis sama dengan bantuan-bantuan sosial lainnya,&quot; katanya menandaskan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah diminta segera mengumumkan lembaga-lembaga pelatihan yang akan menjadi mitra dalam melaksanakan program kartu prakerja yang digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, saat ini para calon peserta kartu prakerja tersebut telah melakukan proses pendaftaran. Sehingga dalam waktu dekat akan memilih lembaga-lembaga pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
&amp;ldquo;Para peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini tentu ingin mengetahui profil masing-masing lembaga pelatihan. Dari situ mereka akan menentukan pilihan. Jangan sampai, lembaga pelatihan yang mereka pilih ternyata tidak sesuai dengan minat dan bakatnya,&quot; kata Saleh kepada Okezone di Jakarta, Minggu (19/4/2020).
Dia juga meminta pemerintah memaparkan secara detail apa saja yang akan diajarkan oleh lembaga-lembaga pelatihan tersebut. Sebab, ia khawatir apabila pelatihan yang diberikan tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah ada di media-media sosial.
Menurutnya, jika pelatihan yang dimaksud sama dengan yang sudah ada di media, maka pemerintah tidak perlu bekerja sama denga lembaga-lembaga pelatihan. Apalagi pelatihan yang ada di medsos banyak yang dibuka dan diberikan secara gratis.

Lebih jauh Saleh mengungkapkan bahwa pemerintah juga harus menjelaskan apa langkah yang dilakukan oleh peserta pelatihan setelah mereka selesai mengikuti program tersebut.
Ia mempertanyakan, apakah pemerintah sudah menyiapkan perusahaan yang siap menampung untuk bekerja, atau paling tidak magang, atau ada skema pemberian modal kepada peserta jika nanti ada rencana untuk membuka usaha sendiri.
&amp;ldquo;Jangan sampai sebelum ikut program mereka menganggur, setelah ikut juga menganggur. Itu artinya mereka menganggur dua kali. Mereka hanya dapat insentif pelatihan saja. Kalau begitu modelnya, kartu prakerja ini persis sama dengan bantuan-bantuan sosial lainnya,&quot; katanya menandaskan.</content:encoded></item></channel></rss>
