<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Doni: Ada Pejabat Meninggal Dimakamkan Biasa, Ternyata Positif Corona</title><description>Seluruh pasien covid-19 yang meninggal dunia akan dimakamkan dengan protokol corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202013/doni-ada-pejabat-meninggal-dimakamkan-biasa-ternyata-positif-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202013/doni-ada-pejabat-meninggal-dimakamkan-biasa-ternyata-positif-corona"/><item><title>Doni: Ada Pejabat Meninggal Dimakamkan Biasa, Ternyata Positif Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202013/doni-ada-pejabat-meninggal-dimakamkan-biasa-ternyata-positif-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202013/doni-ada-pejabat-meninggal-dimakamkan-biasa-ternyata-positif-corona</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/337/2202013/doni-ada-pejabat-meninggal-dimakamkan-biasa-ternyata-positif-corona-PpaPux4mxC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Doni Monardo/Foto: Sosmed BNPB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/337/2202013/doni-ada-pejabat-meninggal-dimakamkan-biasa-ternyata-positif-corona-PpaPux4mxC.jpg</image><title>Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Doni Monardo/Foto: Sosmed BNPB</title></images><description>JAKARTA - Seluruh pasien covid-19 yang meninggal dunia akan dimakamkan dengan protokol corona. Keputusan ini berlaku kendati hasil swabnya belum keluar.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, beberapa minggu lalu ada seorang pejabat yang wafat dan dimakamkan secara biasa. Setelah beberapa hari, hasil swab yang bersangkutan positif corona atau Covid-19.
&quot;Untuk menghindari agar tidak terjadi lagi pasien yang meninggal non-covid atau covid salah dalam melakukan analisa, maka semua pasien yang meninggal dunia diperlakukan sebagai pasien covid. Setelah ada hasilnya, Kemenkes baru bisa memutuskan pasien itu positif atau negatif,&quot; papar Doni melalui telekonferensi, Senin (20/4/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Dokter Wajib Pakai APD saat Layani Pasien Non-Corona
Di Indonesia sendiri ada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) corona meninggal dunia sebelum hasil swabnya keluar. Namun, pemakaman dengan protap corona terhadap semua pasien covid-19 dilakukan demi menjaga keselamatan banyak orang.
&quot;Karena belum dilakukan tes atau hasil tesnya belum keluar, maka seluruh pasien covid-19 tetap dimakamkan sesuai protokol,&quot; ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo melalui telekonferensi, Senin (20/4/2020).
Pada kesempatan sama, Doni Monardo berjanji akan memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) yang optimal bagi dokter dan tenaga medis. Para dokter juga diminta menggunakan APD lengkap saat melayani pasien covid-19 maupun non-Covid-19 atau virus corona.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sebut Masih Banyak Perusahaan Tak Patuhi PSBB
&quot;Para dokter akan dioptimalkan dukungan APD terbaik. Kami sudah berikan imbauan ke IDI agar seluruh dokter ketika melayani covid dan non-covid wajib mengenakan APD,&quot; ungkap Doni.</description><content:encoded>JAKARTA - Seluruh pasien covid-19 yang meninggal dunia akan dimakamkan dengan protokol corona. Keputusan ini berlaku kendati hasil swabnya belum keluar.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, beberapa minggu lalu ada seorang pejabat yang wafat dan dimakamkan secara biasa. Setelah beberapa hari, hasil swab yang bersangkutan positif corona atau Covid-19.
&quot;Untuk menghindari agar tidak terjadi lagi pasien yang meninggal non-covid atau covid salah dalam melakukan analisa, maka semua pasien yang meninggal dunia diperlakukan sebagai pasien covid. Setelah ada hasilnya, Kemenkes baru bisa memutuskan pasien itu positif atau negatif,&quot; papar Doni melalui telekonferensi, Senin (20/4/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Dokter Wajib Pakai APD saat Layani Pasien Non-Corona
Di Indonesia sendiri ada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) corona meninggal dunia sebelum hasil swabnya keluar. Namun, pemakaman dengan protap corona terhadap semua pasien covid-19 dilakukan demi menjaga keselamatan banyak orang.
&quot;Karena belum dilakukan tes atau hasil tesnya belum keluar, maka seluruh pasien covid-19 tetap dimakamkan sesuai protokol,&quot; ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo melalui telekonferensi, Senin (20/4/2020).
Pada kesempatan sama, Doni Monardo berjanji akan memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) yang optimal bagi dokter dan tenaga medis. Para dokter juga diminta menggunakan APD lengkap saat melayani pasien covid-19 maupun non-Covid-19 atau virus corona.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sebut Masih Banyak Perusahaan Tak Patuhi PSBB
&quot;Para dokter akan dioptimalkan dukungan APD terbaik. Kami sudah berikan imbauan ke IDI agar seluruh dokter ketika melayani covid dan non-covid wajib mengenakan APD,&quot; ungkap Doni.</content:encoded></item></channel></rss>
