<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah: Tak Semua Kasus Meninggal Disebabkan Covid-19</title><description>Pemerintah menyatakan, angka tersebut adalah yang terkonfirmasi meninggal akibat Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202160/pemerintah-tak-semua-kasus-meninggal-disebabkan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202160/pemerintah-tak-semua-kasus-meninggal-disebabkan-covid-19"/><item><title>Pemerintah: Tak Semua Kasus Meninggal Disebabkan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202160/pemerintah-tak-semua-kasus-meninggal-disebabkan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/20/337/2202160/pemerintah-tak-semua-kasus-meninggal-disebabkan-covid-19</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/337/2202160/pemerintah-tak-semua-kasus-meninggal-disebabkan-covid-19-aG52LBWEpb.png" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Covid-19, Achmad Yurianto.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/337/2202160/pemerintah-tak-semua-kasus-meninggal-disebabkan-covid-19-aG52LBWEpb.png</image><title>Jubir Covid-19, Achmad Yurianto.</title></images><description>JAKARTA - Angka pasien meninggal dunia terkait virus corona (Covid-19) berjumlah 590 orang, per Senin (20/4/2020). Pemerintah menyatakan, angka tersebut adalah yang terkonfirmasi meninggal akibat Covid-19.
Mengingat, ada kasus kematian yang ditangani dengan prosedur penyakit menular, namun tak disebabkan oleh Covid-19. Yuri menjawab keraguan sejumlah pihak yang menyebabkan angka kematian yang dilaporkan Pemerintah lebih kecil.
&quot;Kasus meninggal dari konfirmasi positif 590. Sudah barang tentu jumlah ini di bawah jumlah semua kasus yang meninggal, karena tidak seluruhnya kasus meninggal itu disebabkan karena Covid-19,&amp;rdquo; kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (20/4/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;MUI Minta Dai Jelaskan Protokol Kesehatan ke Masyarakat Cegah Corona
Yurianto mengakui ada jumlah kasus kematian lain saat terjadinya pandemi Covid-19. Tetapi, hal itu sejauh ini tidak terkait dengan corona.

&quot;Ada kasus-kasus lain meninggal bukan karena Covid-19. Sementara itu kini kasus sudah tersebar di 34 provinsi dan 55 kab/kota,&quot; ujar Yurianto.
Sementara itu, saat ini sudah ada spesimen yang diperiksa sebanyak 49.767 dari jumlah kasus 43.749 orang yang dilakukan pemeriksaan terkait virus corona.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Polri: Kejahatan Meningkat 11,80% saat PSBB
Yurianto menyebut, dari jumlah kasus total yang diperiksa spesimen tersebut, 36.989 di antaranya telah dinyatakan negatif dari Covid-19. Sedangkan, 6.760 dinyatakan positif.&amp;nbsp;
Yurianto menambahkan, pemeriksaan itu dilakukan dari 36 laboratorium yang saat ini sudah dinyatakan aktif. Jumlah laboratorium itu nantinya akan terus bertambah.&amp;nbsp;
&quot;Kinerja pemeriksaan laboratorium 36 laboratoriun sudah bekerja dengan aktif, hari ini setelah pukul 12.00 WIB, kemudian akan lebih banyak lagi seiring diterima 20 ribu tes lebih diterima kemarin,&quot; ujar Yurianto.
Sementara itu, pasien positif Covid-19 bertambah 185 orang menjadi 6.760 pasien. Pasien sembuh bertambah 61 orang menjadi 747 pasien. Kemudian pasien meninggal bertambah 8 menjadi 590 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Angka pasien meninggal dunia terkait virus corona (Covid-19) berjumlah 590 orang, per Senin (20/4/2020). Pemerintah menyatakan, angka tersebut adalah yang terkonfirmasi meninggal akibat Covid-19.
Mengingat, ada kasus kematian yang ditangani dengan prosedur penyakit menular, namun tak disebabkan oleh Covid-19. Yuri menjawab keraguan sejumlah pihak yang menyebabkan angka kematian yang dilaporkan Pemerintah lebih kecil.
&quot;Kasus meninggal dari konfirmasi positif 590. Sudah barang tentu jumlah ini di bawah jumlah semua kasus yang meninggal, karena tidak seluruhnya kasus meninggal itu disebabkan karena Covid-19,&amp;rdquo; kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (20/4/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;MUI Minta Dai Jelaskan Protokol Kesehatan ke Masyarakat Cegah Corona
Yurianto mengakui ada jumlah kasus kematian lain saat terjadinya pandemi Covid-19. Tetapi, hal itu sejauh ini tidak terkait dengan corona.

&quot;Ada kasus-kasus lain meninggal bukan karena Covid-19. Sementara itu kini kasus sudah tersebar di 34 provinsi dan 55 kab/kota,&quot; ujar Yurianto.
Sementara itu, saat ini sudah ada spesimen yang diperiksa sebanyak 49.767 dari jumlah kasus 43.749 orang yang dilakukan pemeriksaan terkait virus corona.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Polri: Kejahatan Meningkat 11,80% saat PSBB
Yurianto menyebut, dari jumlah kasus total yang diperiksa spesimen tersebut, 36.989 di antaranya telah dinyatakan negatif dari Covid-19. Sedangkan, 6.760 dinyatakan positif.&amp;nbsp;
Yurianto menambahkan, pemeriksaan itu dilakukan dari 36 laboratorium yang saat ini sudah dinyatakan aktif. Jumlah laboratorium itu nantinya akan terus bertambah.&amp;nbsp;
&quot;Kinerja pemeriksaan laboratorium 36 laboratoriun sudah bekerja dengan aktif, hari ini setelah pukul 12.00 WIB, kemudian akan lebih banyak lagi seiring diterima 20 ribu tes lebih diterima kemarin,&quot; ujar Yurianto.
Sementara itu, pasien positif Covid-19 bertambah 185 orang menjadi 6.760 pasien. Pasien sembuh bertambah 61 orang menjadi 747 pasien. Kemudian pasien meninggal bertambah 8 menjadi 590 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
