<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Juanda Ubah Sejumlah Layanan Imbas Corona</title><description>Wabah Covid-19 atau virus corona membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur terus menurun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/20/519/2202204/bandara-juanda-ubah-sejumlah-layanan-imbas-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/20/519/2202204/bandara-juanda-ubah-sejumlah-layanan-imbas-corona"/><item><title>Bandara Juanda Ubah Sejumlah Layanan Imbas Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/20/519/2202204/bandara-juanda-ubah-sejumlah-layanan-imbas-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/20/519/2202204/bandara-juanda-ubah-sejumlah-layanan-imbas-corona</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/519/2202204/bandara-juanda-ubah-sejumlah-layanan-imbas-corona-nc5RK5nvro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Internasional Juanda (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/519/2202204/bandara-juanda-ubah-sejumlah-layanan-imbas-corona-nc5RK5nvro.jpg</image><title>Bandara Internasional Juanda (Foto: Sindonews)</title></images><description>SIDOARJO &amp;ndash; Wabah Covid-19 atau virus corona membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur terus menurun. Hal ini mengakibatkan pengelola bandara melakukan sejumlah kebijakan, mulai dari pembatasan jam operasional, penutupan sejumlah pintu di area keberangkatan, hingga pengalihan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal dua.

General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo mengatakan, penurunan jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda dari akhir Maret 2020 membuat pihaknya hanya mengoperasikan tujuh pintu keberangkatan di terminal satu Bandara Juanda.

&amp;ldquo;Nantinya yang dioperasikan di terminal satu area keberangkatan hanya gate 1 hingga gate 7 dari 12 gate yang ada,&amp;rdquo; ujar Heru Prasetyo, melalui rilis yang diterima okezone, Senin (20/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Alasan Ketua RT yang &quot;Sunat&quot; Dana Bansos Covid-19 di Depok&amp;nbsp;

Penurunan jumlah penumpang sejak akhir Maret 2020 diakui Heru, menjadikan pihaknya memutuskan kebijakan tersebut, sebagai langkah mengefisiensikan, namun tak mengurangi kualitas layanan yang diberikan.

&amp;ldquo;Terjadi penurunan jumlah penumpang mulai akhir Maret hingga saat ini. Selama Triwulan I kemarin kami melayani 3,6 juta penumpang atau turun sebesar 8,14 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 3,9 juta penumpang.

Sementara data pergerakan pesawat di Triwulan I sejumlah 31 ribu pergerakan atau tumbuh 4,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 30 ribu pergerakan,&quot; ungkapnya.

Berdasarkan data kinerja operasional selama periode April, pergerakan pesawat dan penumpang mencatatkan penurunan jumlah. Selama 1 &amp;ndash; 18 April 2020, penumpang yang dilayani 178 ribu atau turun 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 683 ribu penumpang. Sedangkan jumlah pesawat sejumlah 2,8 ribu pergerakan atau turun 51 persen dibanding tahun lalu sejumlah 5,8 ribu pergerakan pesawat.

Penurunan penumpang juga membuat pengelola Bandara Juanda memindahkan layanan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal satu.

&quot;Melihat situasi saat ini, kami tentu beradaptasi. Pemindahan sementara ini tidak hanya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, namun juga sebagai bentuk mengoptimalkan kinerja alat produksi. Maka dari itu, perlu dilakukan hal-hal yang merupakan,&amp;rdquo; tuturnya.

Meski demikian, sejumlah penerbangan internasional yang melayani penanganan kesehatan dan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) akibat berhenti beroperasinya perusahaan di negara tempat mereka bekerja, tetap berjalan sebagaimana biasanya, dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Selain perpindahan penerbangan domestik, Bandar Udara Internasional Juanda juga akan menerapkan pembatasan jam operasional dari sebelumnya pukul 05.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB.

&quot;Terkait pembatasan jam operasional, terdapat 7 flight yang terdampak karena tiba atau berangkat di atas pukul 21.00 WIB yaitu 2 flight tujuan Makasar yang dilayani maskapai Lion Air dan Batik Air, 1 flight tujuan Balikpapan yang dilayani makapai Sriwijaya Air dan 4 flight dari Jakarta yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Citilink,&amp;rdquo; terang Heru kembali.

&amp;ldquo;Kami telah menyosialisasikan perubahan ini kepada pihak maskapai pada 17 April 2020 agar dapat dilakukan retimed flight (perubahan jadwal), sehingga saat pelaksanaannya proses alur penumpang yang berangkat ataupun datang tidak terhambat,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah: Tak Semua Kasus Meninggal Disebabkan Covid-19

</description><content:encoded>SIDOARJO &amp;ndash; Wabah Covid-19 atau virus corona membuat jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur terus menurun. Hal ini mengakibatkan pengelola bandara melakukan sejumlah kebijakan, mulai dari pembatasan jam operasional, penutupan sejumlah pintu di area keberangkatan, hingga pengalihan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal dua.

General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo mengatakan, penurunan jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda dari akhir Maret 2020 membuat pihaknya hanya mengoperasikan tujuh pintu keberangkatan di terminal satu Bandara Juanda.

&amp;ldquo;Nantinya yang dioperasikan di terminal satu area keberangkatan hanya gate 1 hingga gate 7 dari 12 gate yang ada,&amp;rdquo; ujar Heru Prasetyo, melalui rilis yang diterima okezone, Senin (20/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Alasan Ketua RT yang &quot;Sunat&quot; Dana Bansos Covid-19 di Depok&amp;nbsp;

Penurunan jumlah penumpang sejak akhir Maret 2020 diakui Heru, menjadikan pihaknya memutuskan kebijakan tersebut, sebagai langkah mengefisiensikan, namun tak mengurangi kualitas layanan yang diberikan.

&amp;ldquo;Terjadi penurunan jumlah penumpang mulai akhir Maret hingga saat ini. Selama Triwulan I kemarin kami melayani 3,6 juta penumpang atau turun sebesar 8,14 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 3,9 juta penumpang.

Sementara data pergerakan pesawat di Triwulan I sejumlah 31 ribu pergerakan atau tumbuh 4,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 30 ribu pergerakan,&quot; ungkapnya.

Berdasarkan data kinerja operasional selama periode April, pergerakan pesawat dan penumpang mencatatkan penurunan jumlah. Selama 1 &amp;ndash; 18 April 2020, penumpang yang dilayani 178 ribu atau turun 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 683 ribu penumpang. Sedangkan jumlah pesawat sejumlah 2,8 ribu pergerakan atau turun 51 persen dibanding tahun lalu sejumlah 5,8 ribu pergerakan pesawat.

Penurunan penumpang juga membuat pengelola Bandara Juanda memindahkan layanan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal satu.

&quot;Melihat situasi saat ini, kami tentu beradaptasi. Pemindahan sementara ini tidak hanya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, namun juga sebagai bentuk mengoptimalkan kinerja alat produksi. Maka dari itu, perlu dilakukan hal-hal yang merupakan,&amp;rdquo; tuturnya.

Meski demikian, sejumlah penerbangan internasional yang melayani penanganan kesehatan dan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) akibat berhenti beroperasinya perusahaan di negara tempat mereka bekerja, tetap berjalan sebagaimana biasanya, dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Selain perpindahan penerbangan domestik, Bandar Udara Internasional Juanda juga akan menerapkan pembatasan jam operasional dari sebelumnya pukul 05.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB.

&quot;Terkait pembatasan jam operasional, terdapat 7 flight yang terdampak karena tiba atau berangkat di atas pukul 21.00 WIB yaitu 2 flight tujuan Makasar yang dilayani maskapai Lion Air dan Batik Air, 1 flight tujuan Balikpapan yang dilayani makapai Sriwijaya Air dan 4 flight dari Jakarta yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Citilink,&amp;rdquo; terang Heru kembali.

&amp;ldquo;Kami telah menyosialisasikan perubahan ini kepada pihak maskapai pada 17 April 2020 agar dapat dilakukan retimed flight (perubahan jadwal), sehingga saat pelaksanaannya proses alur penumpang yang berangkat ataupun datang tidak terhambat,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah: Tak Semua Kasus Meninggal Disebabkan Covid-19

</content:encoded></item></channel></rss>
