<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Kecam Tuduhan Australia Soal Transparansi Wabah COVID-19 </title><description>Geng mengatakan, dengan meragukan transparansi China, Australia tidak menghargai upaya dan pengorbanan rakyat Tiongkok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/18/2202688/china-kecam-tuduhan-australia-soal-transparansi-wabah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/21/18/2202688/china-kecam-tuduhan-australia-soal-transparansi-wabah-covid-19"/><item><title>China Kecam Tuduhan Australia Soal Transparansi Wabah COVID-19 </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/18/2202688/china-kecam-tuduhan-australia-soal-transparansi-wabah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/21/18/2202688/china-kecam-tuduhan-australia-soal-transparansi-wabah-covid-19</guid><pubDate>Selasa 21 April 2020 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/21/18/2202688/china-kecam-tuduhan-australia-soal-transparansi-wabah-covid-19-NzcPlbd4tZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang. (Foto: Kemlu China)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/21/18/2202688/china-kecam-tuduhan-australia-soal-transparansi-wabah-covid-19-NzcPlbd4tZ.jpg</image><title>Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang. (Foto: Kemlu China)</title></images><description>BEIJING - Pejabat China mengecam tuduhan beberapa politisi Australia tentang transparansi China terkait wabah virus corona (COVID-19). Beijing menyebut tuduhan tidak sesuai fakta dan tidak menghargai pengorbanan dan upaya rakyat China.&amp;nbsp;
Pada Minggu (19/4/2020), Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyerukan penyelidikan terhadap &quot;transparansi&quot; China sebelum dan selama wabah COVID-19. Hal serupa juga disuarakan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton dalam sebuah wawancara pada Jumat (17/4/2020), di mana dia menuntut Beijing memberikan kejelasan mengenai asal-usul virus corona.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang pada Senin (20/4/2020) mengatakan bahwa Beijing menyatakan keprihatinan serius dan penolakan tegas terhadap seruan Payne yang &amp;ldquo;tidak sesuai fakta&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Sejak wabah dimulai, China selalu bertindak secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab dan mengambil serangkaian langkah tegas, tepat waktu dan kuat.
&amp;ldquo;China tidak membuang waktu dalam melaporkan wabah ke WHO, berbagi urutan genom virus dengan negara-negara lain, dan melakukan kerja sama internasional tentang pencegahan dan pengendalian epidemi di antara para ahli dari berbagai negara, yang telah memenangkan pujian dari komunitas internasional,&amp;rdquo; kata Geng sebagaimana dilansir Global Times, Selasa (21/4/2020).
&amp;ldquo;Keraguan tentang transparansi China tidak hanya tidak sesuai dengan fakta, tetapi juga tidak menghargai upaya dan pengorbanan yang luar biasa dari rakyat Tiongkok,&amp;rdquo; tegasnya.
Geng menambahkan bahwa Beijing telah menekankan bahwa masalah asal mula virus corona adalah pertanyaan tentang sains yang harus dipelajari oleh para ilmuwan dan pakar medis.
&amp;ldquo;Kami berharap pihak Australia dapat memperlakukan masalah ini secara objektif, ilmiah dan teliti.&amp;rdquo;
Lebih lanjut dia meminta Australia lebih banyak melakukan langkah-langkah guna mempererat hubungan antara kedua negara, terutama untuk membantu pencegahan dan pengendalian wabah virus corona.</description><content:encoded>BEIJING - Pejabat China mengecam tuduhan beberapa politisi Australia tentang transparansi China terkait wabah virus corona (COVID-19). Beijing menyebut tuduhan tidak sesuai fakta dan tidak menghargai pengorbanan dan upaya rakyat China.&amp;nbsp;
Pada Minggu (19/4/2020), Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyerukan penyelidikan terhadap &quot;transparansi&quot; China sebelum dan selama wabah COVID-19. Hal serupa juga disuarakan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton dalam sebuah wawancara pada Jumat (17/4/2020), di mana dia menuntut Beijing memberikan kejelasan mengenai asal-usul virus corona.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang pada Senin (20/4/2020) mengatakan bahwa Beijing menyatakan keprihatinan serius dan penolakan tegas terhadap seruan Payne yang &amp;ldquo;tidak sesuai fakta&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Sejak wabah dimulai, China selalu bertindak secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab dan mengambil serangkaian langkah tegas, tepat waktu dan kuat.
&amp;ldquo;China tidak membuang waktu dalam melaporkan wabah ke WHO, berbagi urutan genom virus dengan negara-negara lain, dan melakukan kerja sama internasional tentang pencegahan dan pengendalian epidemi di antara para ahli dari berbagai negara, yang telah memenangkan pujian dari komunitas internasional,&amp;rdquo; kata Geng sebagaimana dilansir Global Times, Selasa (21/4/2020).
&amp;ldquo;Keraguan tentang transparansi China tidak hanya tidak sesuai dengan fakta, tetapi juga tidak menghargai upaya dan pengorbanan yang luar biasa dari rakyat Tiongkok,&amp;rdquo; tegasnya.
Geng menambahkan bahwa Beijing telah menekankan bahwa masalah asal mula virus corona adalah pertanyaan tentang sains yang harus dipelajari oleh para ilmuwan dan pakar medis.
&amp;ldquo;Kami berharap pihak Australia dapat memperlakukan masalah ini secara objektif, ilmiah dan teliti.&amp;rdquo;
Lebih lanjut dia meminta Australia lebih banyak melakukan langkah-langkah guna mempererat hubungan antara kedua negara, terutama untuk membantu pencegahan dan pengendalian wabah virus corona.</content:encoded></item></channel></rss>
