<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Jadikan Covid-19 sebagai Momentum Reformasi Kebijakan Pangan Nasional</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya untuk menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202473/jokowi-jadikan-covid-19-sebagai-momentum-reformasi-kebijakan-pangan-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202473/jokowi-jadikan-covid-19-sebagai-momentum-reformasi-kebijakan-pangan-nasional"/><item><title>Jokowi: Jadikan Covid-19 sebagai Momentum Reformasi Kebijakan Pangan Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202473/jokowi-jadikan-covid-19-sebagai-momentum-reformasi-kebijakan-pangan-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202473/jokowi-jadikan-covid-19-sebagai-momentum-reformasi-kebijakan-pangan-nasional</guid><pubDate>Selasa 21 April 2020 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/21/337/2202473/jokowi-jadikan-covid-19-sebagai-momentum-reformasi-kebijakan-pangan-nasional-4WqKe4VlSb.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/21/337/2202473/jokowi-jadikan-covid-19-sebagai-momentum-reformasi-kebijakan-pangan-nasional-4WqKe4VlSb.JPG</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan RI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya untuk menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat di tengah pandemi corona. Pasalnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sudah memperingatkan Covid-19 bisa menyebabkan krisis pangan dunia.
&quot;Seperti pada rapat yang lalu sudah saya sampaikan bahwa FAO memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan krisis pangan dunia. Ini hati-hati,&quot; kata Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi, Selasa (21/4/2020).
Jokowi menuturkan, negara-negara produsen beras akan lebih mengutamakan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri ketimbang ekspor. Selain itu, ia juga menyoroti terganggunya rantai pasok bahan pangan karena kebijakan lockdown.
&quot;Kebijakan lockdown juga mempengaruhi rantai pasok bahan pangan ini. Oleh sebab itu saya ingin menekankan yang pertama pastikan ketersediaan bahan pokok. Hitung yang betul berapa produksi beras kita,&quot; tuturnya.
&quot;Kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau. Juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. Betul-betul harus dihitung. Jangan overestimated. Tolong dikalkulasi yang cermat, dihitung yang detail berbasis data-data empiris yang valid dan reliabel,&quot; sambungnya.

Kepala Negara juga mengajak jajarannya untuk menjadikan Covid-19 sebagai momentum reformasi besar-besaran pada sektor pangan nasional.
&quot;Situasi Covid ini marilah kita jadikan momentum. Ambil ini sebagai momentum untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam kebijakan sektor pangan di negara kita. Jangan kehilangan momentum kita,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya untuk menjaga stok kebutuhan pokok masyarakat di tengah pandemi corona. Pasalnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sudah memperingatkan Covid-19 bisa menyebabkan krisis pangan dunia.
&quot;Seperti pada rapat yang lalu sudah saya sampaikan bahwa FAO memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan krisis pangan dunia. Ini hati-hati,&quot; kata Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi, Selasa (21/4/2020).
Jokowi menuturkan, negara-negara produsen beras akan lebih mengutamakan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri ketimbang ekspor. Selain itu, ia juga menyoroti terganggunya rantai pasok bahan pangan karena kebijakan lockdown.
&quot;Kebijakan lockdown juga mempengaruhi rantai pasok bahan pangan ini. Oleh sebab itu saya ingin menekankan yang pertama pastikan ketersediaan bahan pokok. Hitung yang betul berapa produksi beras kita,&quot; tuturnya.
&quot;Kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau. Juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. Betul-betul harus dihitung. Jangan overestimated. Tolong dikalkulasi yang cermat, dihitung yang detail berbasis data-data empiris yang valid dan reliabel,&quot; sambungnya.

Kepala Negara juga mengajak jajarannya untuk menjadikan Covid-19 sebagai momentum reformasi besar-besaran pada sektor pangan nasional.
&quot;Situasi Covid ini marilah kita jadikan momentum. Ambil ini sebagai momentum untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam kebijakan sektor pangan di negara kita. Jangan kehilangan momentum kita,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
