<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi Corona, Para Ibu Diminta Beribadah di Rumah saat Ramadan </title><description>Seluruh ibu atau perempuan diminta menunaikan ibadah di rumah saat Ramadan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202495/pandemi-corona-para-ibu-diminta-beribadah-di-rumah-saat-ramadan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202495/pandemi-corona-para-ibu-diminta-beribadah-di-rumah-saat-ramadan"/><item><title>Pandemi Corona, Para Ibu Diminta Beribadah di Rumah saat Ramadan </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202495/pandemi-corona-para-ibu-diminta-beribadah-di-rumah-saat-ramadan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202495/pandemi-corona-para-ibu-diminta-beribadah-di-rumah-saat-ramadan</guid><pubDate>Selasa 21 April 2020 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/21/337/2202495/pandemi-corona-para-ibu-diminta-beribadah-di-rumah-saat-ramadan-yv18EGbKGV.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Yayah Ruchyati. (Foto: Youtube BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/21/337/2202495/pandemi-corona-para-ibu-diminta-beribadah-di-rumah-saat-ramadan-yv18EGbKGV.PNG</image><title>Yayah Ruchyati. (Foto: Youtube BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengimbau kepada seluruh ibu atau perempuan, agar menunaikan ibadah di rumah saat Ramadan.
Sekretaris LPBI NU Yayah Ruchyati menjelaskan, imbauan itu diberikan mengingat Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 atau virus corona.
&quot;Harapannya, menjelang Ramadan, paling tidak ibu-ibu menahan untuk ibadah Tarawih bersama yang biasanya di masjid, sekarang di rumah saja,&quot; kata Yayah dalam dialog bertajuk 'Peran Para Kartini di saat Pandemi Covud-19' di Gedung Graha BNPB Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Baca juga: Jokowi: Jadikan Covid-19 sebagai Momentum Reformasi Kebijakan Pangan Nasional
Menurut Yayah, melaksanakan ibadah di rumah termasuk membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Meski di rumah, Yayah meminta para ibu tetap produktif bagi keluarga dan masyarakat.  &quot;Pokoknya stay at home jangan sampai tidak ikuti anjuran pemerintah (terkait corona),&quot; ujar Yayah.

Terkait dengan Hari Kartini, Yayah mengutarakan bahwa perempuan memiliki peran strategis ketika menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kehadiran tenaga medis perempuan.
&quot;Perempuan itu sangat berperan penting dan strategis,&quot; tutup Yayah.

</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengimbau kepada seluruh ibu atau perempuan, agar menunaikan ibadah di rumah saat Ramadan.
Sekretaris LPBI NU Yayah Ruchyati menjelaskan, imbauan itu diberikan mengingat Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 atau virus corona.
&quot;Harapannya, menjelang Ramadan, paling tidak ibu-ibu menahan untuk ibadah Tarawih bersama yang biasanya di masjid, sekarang di rumah saja,&quot; kata Yayah dalam dialog bertajuk 'Peran Para Kartini di saat Pandemi Covud-19' di Gedung Graha BNPB Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Baca juga: Jokowi: Jadikan Covid-19 sebagai Momentum Reformasi Kebijakan Pangan Nasional
Menurut Yayah, melaksanakan ibadah di rumah termasuk membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Meski di rumah, Yayah meminta para ibu tetap produktif bagi keluarga dan masyarakat.  &quot;Pokoknya stay at home jangan sampai tidak ikuti anjuran pemerintah (terkait corona),&quot; ujar Yayah.

Terkait dengan Hari Kartini, Yayah mengutarakan bahwa perempuan memiliki peran strategis ketika menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kehadiran tenaga medis perempuan.
&quot;Perempuan itu sangat berperan penting dan strategis,&quot; tutup Yayah.

</content:encoded></item></channel></rss>
