<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag: Mudik saat Wabah Corona Lebih Banyak Mudaratnya</title><description>Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi menyambut baik kebijakan larangan mudik di tengah wabah virus corona (Covid-19).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202573/menag-mudik-saat-wabah-corona-lebih-banyak-mudaratnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202573/menag-mudik-saat-wabah-corona-lebih-banyak-mudaratnya"/><item><title>Menag: Mudik saat Wabah Corona Lebih Banyak Mudaratnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202573/menag-mudik-saat-wabah-corona-lebih-banyak-mudaratnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/21/337/2202573/menag-mudik-saat-wabah-corona-lebih-banyak-mudaratnya</guid><pubDate>Selasa 21 April 2020 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/21/337/2202573/menag-mudik-saat-wabah-corona-lebih-banyak-mudaratnya-yHXBjxgmUO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama RI, Fachrul Razi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/21/337/2202573/menag-mudik-saat-wabah-corona-lebih-banyak-mudaratnya-yHXBjxgmUO.jpg</image><title>Menteri Agama RI, Fachrul Razi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi menyambut baik kebijakan larangan mudik di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia. Menurut dia, melaksanakan mudik dalam situasi saat ini justru lebih banyak mudaratnya.
&amp;ldquo;Mudik itu kita garis bawahi memang mudaratnya lebih banyak di situasi saat ini,&amp;rdquo; katanya melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Lebih baik, kata dia, masyarakat melaksanakan ibadah puasa di rumah kediaman masing-masing dengan khusyuk, tanpa harus bepergian pada masa pandemi corona ini.
&amp;ldquo;Jadi ya kita tetap melaksanakan puasa wajib dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan kita, tapi kita di rumah saja enggak usah mudik,&amp;rdquo; jelasnya.
Mudik di tengah pandemi corona menurutnya justru membawa mudarat ketimbang manfaatnya.
&amp;ldquo;Kita mudik membawa tanpa disadari membawa benih virus ke kampung. Di kampung kita juga harus diisolasi, kemudian benih yang kita bawa bisa menularkan orangtua kita, saudara kita di kampung yang akhirnya mudaratnya lebih banyak drari manfatnya,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Tanpa mengurangi kegairahan kita di bulan Ramadan, kita sebaiknya di tempat kita masing-masing saja, kita melaksanakan salat-salat wajib, salat tarawih, tadarus, dan sebagaiya di rumah,&amp;rdquo; sambung Fachrul.
Ia berharap pelarangan mudik tidak sedikitpun mengganggu kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan Ramadan. Ia setuju larangan mudik ini diberlakukan pada 24 April atau hari pertama puasa. Alasannya, larangan mudik itu akan memberi efek kejut bagi warga yang masih nekat mengambil ancang-ancang untuk pulang kampung.
&amp;ldquo;Setuju sekali. Kenapa? Biasanya di awal Ramadan sudah mengambil ancang-ancang, kalau kita sudah mengambil ancang-ancang pulang ke kampung seolah-seolah boleh, tiba-tiba pertengahan Ramadan diumumkan tidak boleh. Jadi, kita sia-sia saja. Jadi, kalau awal Ramadan sudah diingatkan dilarang, sehingga kita enggak usah ambil ancang-ancang lagi pulang ke kampung,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi menyambut baik kebijakan larangan mudik di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia. Menurut dia, melaksanakan mudik dalam situasi saat ini justru lebih banyak mudaratnya.
&amp;ldquo;Mudik itu kita garis bawahi memang mudaratnya lebih banyak di situasi saat ini,&amp;rdquo; katanya melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Lebih baik, kata dia, masyarakat melaksanakan ibadah puasa di rumah kediaman masing-masing dengan khusyuk, tanpa harus bepergian pada masa pandemi corona ini.
&amp;ldquo;Jadi ya kita tetap melaksanakan puasa wajib dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan kita, tapi kita di rumah saja enggak usah mudik,&amp;rdquo; jelasnya.
Mudik di tengah pandemi corona menurutnya justru membawa mudarat ketimbang manfaatnya.
&amp;ldquo;Kita mudik membawa tanpa disadari membawa benih virus ke kampung. Di kampung kita juga harus diisolasi, kemudian benih yang kita bawa bisa menularkan orangtua kita, saudara kita di kampung yang akhirnya mudaratnya lebih banyak drari manfatnya,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Tanpa mengurangi kegairahan kita di bulan Ramadan, kita sebaiknya di tempat kita masing-masing saja, kita melaksanakan salat-salat wajib, salat tarawih, tadarus, dan sebagaiya di rumah,&amp;rdquo; sambung Fachrul.
Ia berharap pelarangan mudik tidak sedikitpun mengganggu kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan Ramadan. Ia setuju larangan mudik ini diberlakukan pada 24 April atau hari pertama puasa. Alasannya, larangan mudik itu akan memberi efek kejut bagi warga yang masih nekat mengambil ancang-ancang untuk pulang kampung.
&amp;ldquo;Setuju sekali. Kenapa? Biasanya di awal Ramadan sudah mengambil ancang-ancang, kalau kita sudah mengambil ancang-ancang pulang ke kampung seolah-seolah boleh, tiba-tiba pertengahan Ramadan diumumkan tidak boleh. Jadi, kita sia-sia saja. Jadi, kalau awal Ramadan sudah diingatkan dilarang, sehingga kita enggak usah ambil ancang-ancang lagi pulang ke kampung,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
