<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada 7 Pasien Positif Corona di Bantul, Mayoritas Bekerja Lintas Daerah</title><description>Angka positif Covid-19 di Bantul hingga Senin 20 April tercatat ada 7 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/510/2202462/ada-7-pasien-positif-corona-di-bantul-mayoritas-bekerja-lintas-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/21/510/2202462/ada-7-pasien-positif-corona-di-bantul-mayoritas-bekerja-lintas-daerah"/><item><title>Ada 7 Pasien Positif Corona di Bantul, Mayoritas Bekerja Lintas Daerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/21/510/2202462/ada-7-pasien-positif-corona-di-bantul-mayoritas-bekerja-lintas-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/21/510/2202462/ada-7-pasien-positif-corona-di-bantul-mayoritas-bekerja-lintas-daerah</guid><pubDate>Selasa 21 April 2020 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/21/510/2202462/ada-7-pasien-positif-corona-di-bantul-mayoritas-bekerja-lintas-daerah-NQO6DHWPYV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/21/510/2202462/ada-7-pasien-positif-corona-di-bantul-mayoritas-bekerja-lintas-daerah-NQO6DHWPYV.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>BANTUL &amp;ndash; Angka positif Covid-19 di Bantul hingga Senin 20 April tercatat ada 7 orang. Dari jumlah tersebut 6 orang diantaranya dari Kasihan dan 1 dari Piyungan yang kesemua masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan DIY.

&amp;ldquo;Jadi jumlah positif Covid-19 di Bantul ada 7 orang, di Kasihan sendiri ada 6 orang,&amp;rdquo; ungkap Camat Kasihan, Slamet Santosa.

Menurut Camat Kasihan sejak mewabah Covid-19 merebak, di Kasihan ada 8 orang positif terinfeksi. Ada 1 orang yang ber-KTP di Kasihan tapi ternyata kehidupannya sehari-hari ada di Sleman, maka status keberadaan sakit ada di Sleman.

Sehingga yang tercatat di Kasihan ada 7 orang, itupun ada 1 orang hanya menumpang di rumah anaknya dan ber-KTPdi Kota Yogya. Dari semua orang yang positif Covid19 di Kasihan tersebut, semua riwayat penularannya berasal dari luar Bantul, pada umumnya dari Jakarta atau Jawa Barat.

&amp;ldquo;Mereka ada yang karena tugas kerjanya harus ke luar daerah, tapi ada yang memang nekat bepergian ke daerah pandemi Covid-19, kemudian pulangnya membawa virus,&amp;rdquo; jelas Slamet.

Diungkapkan, wilayah Kecamatan Kasihan banyak perumahan yang warganya sulit dimonitor, karena mereka tinggal di Kasihan sedangkan KTP-nya di luar Kasihan. Warga yang mempunyai KTP Kasihan saat ini tercatat 123.000 orang. &amp;ldquo;Tapi ada yang selama ini tinggalnya di Kasihan, tapi KTP-nya masih di luar Kasihan dan jumlahnya sekitar 30 persen,&amp;rdquo; ujarya.

Dengan kondisi itu, petugas dari Forkompimcam Kasihan maupun kalurahan sering mengalami kesulitan dalam melakukan sosialisasi termasuk upaya pencegahan penularan maupun penaggulangan Covid-19.

Bahkan dari warga yang positif Covid-19 ketika mau bepergiaan ke daerah pandemi Covid-19 sudah diingatkan agar tidak ke luar daerah oleh warga lainnya, tapi tidak digubris. Akhirnya, 3 orang benar-benar tertular Covid-19, yakni ayah, ibu dan anak.

Guna mencegah penularan Covid-19 di Kasihan, warga diharapkan menyadari dan mentaati anjuran yang sudah disampaikan pemerintah.

&amp;rdquo;Utamanya agar menunda bepergian ke luar daerah dan sebaliknya menunda kepulangan dari dari luar daerah, terutama dari daerah pandemi Covid-19,&amp;rdquo; pungkas Slamet.</description><content:encoded>BANTUL &amp;ndash; Angka positif Covid-19 di Bantul hingga Senin 20 April tercatat ada 7 orang. Dari jumlah tersebut 6 orang diantaranya dari Kasihan dan 1 dari Piyungan yang kesemua masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan DIY.

&amp;ldquo;Jadi jumlah positif Covid-19 di Bantul ada 7 orang, di Kasihan sendiri ada 6 orang,&amp;rdquo; ungkap Camat Kasihan, Slamet Santosa.

Menurut Camat Kasihan sejak mewabah Covid-19 merebak, di Kasihan ada 8 orang positif terinfeksi. Ada 1 orang yang ber-KTP di Kasihan tapi ternyata kehidupannya sehari-hari ada di Sleman, maka status keberadaan sakit ada di Sleman.

Sehingga yang tercatat di Kasihan ada 7 orang, itupun ada 1 orang hanya menumpang di rumah anaknya dan ber-KTPdi Kota Yogya. Dari semua orang yang positif Covid19 di Kasihan tersebut, semua riwayat penularannya berasal dari luar Bantul, pada umumnya dari Jakarta atau Jawa Barat.

&amp;ldquo;Mereka ada yang karena tugas kerjanya harus ke luar daerah, tapi ada yang memang nekat bepergian ke daerah pandemi Covid-19, kemudian pulangnya membawa virus,&amp;rdquo; jelas Slamet.

Diungkapkan, wilayah Kecamatan Kasihan banyak perumahan yang warganya sulit dimonitor, karena mereka tinggal di Kasihan sedangkan KTP-nya di luar Kasihan. Warga yang mempunyai KTP Kasihan saat ini tercatat 123.000 orang. &amp;ldquo;Tapi ada yang selama ini tinggalnya di Kasihan, tapi KTP-nya masih di luar Kasihan dan jumlahnya sekitar 30 persen,&amp;rdquo; ujarya.

Dengan kondisi itu, petugas dari Forkompimcam Kasihan maupun kalurahan sering mengalami kesulitan dalam melakukan sosialisasi termasuk upaya pencegahan penularan maupun penaggulangan Covid-19.

Bahkan dari warga yang positif Covid-19 ketika mau bepergiaan ke daerah pandemi Covid-19 sudah diingatkan agar tidak ke luar daerah oleh warga lainnya, tapi tidak digubris. Akhirnya, 3 orang benar-benar tertular Covid-19, yakni ayah, ibu dan anak.

Guna mencegah penularan Covid-19 di Kasihan, warga diharapkan menyadari dan mentaati anjuran yang sudah disampaikan pemerintah.

&amp;rdquo;Utamanya agar menunda bepergian ke luar daerah dan sebaliknya menunda kepulangan dari dari luar daerah, terutama dari daerah pandemi Covid-19,&amp;rdquo; pungkas Slamet.</content:encoded></item></channel></rss>
