<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belva Devara Mundur dari Stafsus Jokowi, PAN: Polemiknya Tak Selesai</title><description>PAN menyikapi mundurnya&amp;nbsp;Adamas Belva Syah Devara dari Staf Khusus Presiden Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/22/337/2202888/belva-devara-mundur-dari-stafsus-jokowi-pan-polemiknya-tak-selesai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/22/337/2202888/belva-devara-mundur-dari-stafsus-jokowi-pan-polemiknya-tak-selesai"/><item><title>Belva Devara Mundur dari Stafsus Jokowi, PAN: Polemiknya Tak Selesai</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/22/337/2202888/belva-devara-mundur-dari-stafsus-jokowi-pan-polemiknya-tak-selesai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/22/337/2202888/belva-devara-mundur-dari-stafsus-jokowi-pan-polemiknya-tak-selesai</guid><pubDate>Rabu 22 April 2020 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/22/337/2202888/belva-devara-mundur-dari-stafsus-jokowi-pan-polemiknya-tak-selesai-UqhWGkPtTt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Adamas Belva Syah Devara (Instagram @belvadevara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/22/337/2202888/belva-devara-mundur-dari-stafsus-jokowi-pan-polemiknya-tak-selesai-UqhWGkPtTt.jpg</image><title>Adamas Belva Syah Devara (Instagram @belvadevara)</title></images><description>JAKARTA - Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri dari Staf Khusus Presiden Jokowi. Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai, meski mundur tapi polemik munculnya starup Ruangguru dalam program Kartu Prakerja tak serta-merta selesai.
&amp;ldquo;Saya menghargai keputusan mundurnya Adamas SBD sebagai Staf Khusus Kepresidenan. Permohonan pengunduran diri itu adalah haknya,&amp;rdquo; ujar Saleh kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Belva Devara yang merupakan CEO Ruangguru mundur setelah muncul polemik soal masuknya perusahaan didirikannya itu dalam program pelatuhan untuk Kartu Prakerja. Sejumlah kalangan ini bisa memicu konflik kepentingan mengingat posisi Belva Devara Stafsus Jokowi.
Baca juga:&amp;nbsp;Penjelasan Seskab Terkait Mundurnya Belva Devara sebagai Stafsus Presiden
Saleh menilai surat terbuka yang disampaikan Belva Devara soal alasan mundur lebih pada menghindari asumsi atau persepsi yang bervariasi tentang posisinya sebagai Staf Khusus Presiden. Di dalam surat pengunduran diri itu dijelaskan ada kaitannya dengan proses verifikasi mitra Kartu Prakerja.
&amp;ldquo;Di luar itu, isi surat lebih pada ucapan terima kasih kepada presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan kepadanya sebagai Staf Khusus Presiden,&amp;rdquo; tutur anggota Komisi IX DPR RI ini.
Saleh Partaonan Daulay (tengah) di sebuah diskusi (Okezone)
Saleh menilai pengunduran diri Belva Devara tak lantas menghilangkan polemik soal terpilihnya Ruangguru sebagai mitra pelaksana Kartu Prakerja.
&amp;ldquo;Orang menganggap itu tidak pantas. Ada kesan bahwa penunjukan itu tidak objektif. Dan menurut saya kesan itu wajar. Sebab, pada saat proses penunjukan, Adamas masih berstatus aktif sebagai Staf Khusus Presiden,&amp;rdquo; ujar Saleh.
&amp;ldquo;Ada teman yang bilang, sayang sekali dia mundur. Katanya, kalaupun mundur, tetap saja polemiknya tidak selesai.  Bahkan, orang akan mengatakan bahwa dia hanya mundur beberapa langkah untuk maju triliunan langkah,&amp;rdquo; lanjutnya.
Menurut Saleh, Adamas Belva Devara seharusnya tidak mundur dari Stafus Presiden. &amp;ldquo;Kalau semua sesuai aturan, kan tidak perlu mengundurkan diri.&amp;rdquo;
Sebelumnya, Belva Devara membuat surat terbuka pengunduran dirinya dari Stafsus Presiden. Surat pengunduran diri sudah disampaikan ke Jokowi pada 17 April 2020.
</description><content:encoded>JAKARTA - Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri dari Staf Khusus Presiden Jokowi. Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai, meski mundur tapi polemik munculnya starup Ruangguru dalam program Kartu Prakerja tak serta-merta selesai.
&amp;ldquo;Saya menghargai keputusan mundurnya Adamas SBD sebagai Staf Khusus Kepresidenan. Permohonan pengunduran diri itu adalah haknya,&amp;rdquo; ujar Saleh kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Belva Devara yang merupakan CEO Ruangguru mundur setelah muncul polemik soal masuknya perusahaan didirikannya itu dalam program pelatuhan untuk Kartu Prakerja. Sejumlah kalangan ini bisa memicu konflik kepentingan mengingat posisi Belva Devara Stafsus Jokowi.
Baca juga:&amp;nbsp;Penjelasan Seskab Terkait Mundurnya Belva Devara sebagai Stafsus Presiden
Saleh menilai surat terbuka yang disampaikan Belva Devara soal alasan mundur lebih pada menghindari asumsi atau persepsi yang bervariasi tentang posisinya sebagai Staf Khusus Presiden. Di dalam surat pengunduran diri itu dijelaskan ada kaitannya dengan proses verifikasi mitra Kartu Prakerja.
&amp;ldquo;Di luar itu, isi surat lebih pada ucapan terima kasih kepada presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan kepadanya sebagai Staf Khusus Presiden,&amp;rdquo; tutur anggota Komisi IX DPR RI ini.
Saleh Partaonan Daulay (tengah) di sebuah diskusi (Okezone)
Saleh menilai pengunduran diri Belva Devara tak lantas menghilangkan polemik soal terpilihnya Ruangguru sebagai mitra pelaksana Kartu Prakerja.
&amp;ldquo;Orang menganggap itu tidak pantas. Ada kesan bahwa penunjukan itu tidak objektif. Dan menurut saya kesan itu wajar. Sebab, pada saat proses penunjukan, Adamas masih berstatus aktif sebagai Staf Khusus Presiden,&amp;rdquo; ujar Saleh.
&amp;ldquo;Ada teman yang bilang, sayang sekali dia mundur. Katanya, kalaupun mundur, tetap saja polemiknya tidak selesai.  Bahkan, orang akan mengatakan bahwa dia hanya mundur beberapa langkah untuk maju triliunan langkah,&amp;rdquo; lanjutnya.
Menurut Saleh, Adamas Belva Devara seharusnya tidak mundur dari Stafus Presiden. &amp;ldquo;Kalau semua sesuai aturan, kan tidak perlu mengundurkan diri.&amp;rdquo;
Sebelumnya, Belva Devara membuat surat terbuka pengunduran dirinya dari Stafsus Presiden. Surat pengunduran diri sudah disampaikan ke Jokowi pada 17 April 2020.
</content:encoded></item></channel></rss>
