<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandemi COVID-19 Bisa Picu Konflik Besar dengan Potensi Perang Nuklir</title><description>Ryabkov mengatakan, negara-negara kuat harus bekerja sama menghasilkan tanggapan diplomatik untuk menghindari skenario terburuk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/23/18/2203602/pandemi-covid-19-bisa-picu-konflik-besar-dengan-potensi-perang-nuklir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/23/18/2203602/pandemi-covid-19-bisa-picu-konflik-besar-dengan-potensi-perang-nuklir"/><item><title>Pandemi COVID-19 Bisa Picu Konflik Besar dengan Potensi Perang Nuklir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/23/18/2203602/pandemi-covid-19-bisa-picu-konflik-besar-dengan-potensi-perang-nuklir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/23/18/2203602/pandemi-covid-19-bisa-picu-konflik-besar-dengan-potensi-perang-nuklir</guid><pubDate>Kamis 23 April 2020 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/23/18/2203602/pandemi-covid-19-bisa-picu-konflik-besar-dengan-potensi-perang-nuklir-eJXsCACpUI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/23/18/2203602/pandemi-covid-19-bisa-picu-konflik-besar-dengan-potensi-perang-nuklir-eJXsCACpUI.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Pandemi virus corona (COVID-19) telah meningkatkan risiko konflik bersenjata skala besar karena situasi dunia saat ini semakin mendorong upaya dominasi internasional dari negara-negara kuat. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov dalam laporannya.
Berbicara di kantor berita Rusia, TASS, Ryabkov mengatakan bahwa persaingan untuk dominasi internasional telah meningkat tajam bahkan sebelum pandemi dimulai, tetapi pandemi virus corona semakin &amp;ldquo;memperkuat dan mempercepatnya&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Perpecahan yang dapat mengakibatkan konflik besar yang berpotensi global, internasional, perpecahan antara kekuatan-kekuatan utama, semakin dalam. Ancaman perang nuklir belum dihilangkan,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (23/4/2020).
Dia mengatakan bahwa dengan ditinggalkannya perjanjian-perjanjian pembatasan senjata dan menurunnya pengaruh badan internasional seperti PBB, maka kekuatan militer memainkan peran penting dalam hubungan internasional.
Menurutnya, negara-negara kuat harus harus bekerja sama untuk menghasilkan tanggapan diplomatik terhadap tantangan ini jika mereka ingin menghindari skenario terburuk.
Sejak dideteksi di Wuhan, China pada Desember 2019, virus corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 2,5 juta orang secara global dan menyebabkan kemunduran ekonomi dunia.
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Pandemi virus corona (COVID-19) telah meningkatkan risiko konflik bersenjata skala besar karena situasi dunia saat ini semakin mendorong upaya dominasi internasional dari negara-negara kuat. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov dalam laporannya.
Berbicara di kantor berita Rusia, TASS, Ryabkov mengatakan bahwa persaingan untuk dominasi internasional telah meningkat tajam bahkan sebelum pandemi dimulai, tetapi pandemi virus corona semakin &amp;ldquo;memperkuat dan mempercepatnya&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Perpecahan yang dapat mengakibatkan konflik besar yang berpotensi global, internasional, perpecahan antara kekuatan-kekuatan utama, semakin dalam. Ancaman perang nuklir belum dihilangkan,&amp;rdquo; katanya sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (23/4/2020).
Dia mengatakan bahwa dengan ditinggalkannya perjanjian-perjanjian pembatasan senjata dan menurunnya pengaruh badan internasional seperti PBB, maka kekuatan militer memainkan peran penting dalam hubungan internasional.
Menurutnya, negara-negara kuat harus harus bekerja sama untuk menghasilkan tanggapan diplomatik terhadap tantangan ini jika mereka ingin menghindari skenario terburuk.
Sejak dideteksi di Wuhan, China pada Desember 2019, virus corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 2,5 juta orang secara global dan menyebabkan kemunduran ekonomi dunia.
</content:encoded></item></channel></rss>
