<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raja Salman: Menyakitkan Menyambut Ramadhan Tanpa Shalat Berjamaah di Masjid </title><description>Raja Salman menyatakan kesedihannya atas sulitnya kelancaran ibadah Ramadhan, seperti shalat Tarwaih berjamaah tahun ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204162/raja-salman-menyakitkan-menyambut-ramadhan-tanpa-shalat-berjamaah-di-masjid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204162/raja-salman-menyakitkan-menyambut-ramadhan-tanpa-shalat-berjamaah-di-masjid"/><item><title>Raja Salman: Menyakitkan Menyambut Ramadhan Tanpa Shalat Berjamaah di Masjid </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204162/raja-salman-menyakitkan-menyambut-ramadhan-tanpa-shalat-berjamaah-di-masjid</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204162/raja-salman-menyakitkan-menyambut-ramadhan-tanpa-shalat-berjamaah-di-masjid</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/18/2204162/raja-salman-menyakitkan-menyambut-ramadhan-tanpa-shalat-berjamaah-di-masjid-QO4nSeNK5z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/18/2204162/raja-salman-menyakitkan-menyambut-ramadhan-tanpa-shalat-berjamaah-di-masjid-QO4nSeNK5z.jpg</image><title>Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. (Foto: Reuters)</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Raja Arab Saudi dan Penjaga Dua Masjid Suci, Salman bin Abdulaziz menyapa umat Islam di Arab Saudi dan seluruh dunia, menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.
Dalam sebuah pidato, yang disampaikan atas namanya oleh Penjabat Menteri Media, Majed Al-Qasabi, Sang Raja menggarisbawahi perlunya untuk terus bekerja keras untuk mengatasi masa sulit yang disebabkan oleh pandemi virus corona (COVID-19).
Raja Salman menyatakan kesedihan atas sulitnya pelaksanaan ritual selama bulan Ramadhan karena pandemi yang terjadi.
&amp;ldquo;Sejujurnya, sangat menyakitkan bagi saya untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dalam keadaan yang melarang kita melakukan shalat berjamaah dan shalat Ramadhan dari Tarawih dan Qiyamullail di rumah-rumah Tuhan,&amp;rdquo; kata Raja Salman dalam pidato itu sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Jumat (24/3/2020).
&quot;Semua ini karena tindakan pencegahan yang diambil untuk menyelamatkan nyawa manusia dan kesejahteraan mereka dalam menghadapi pandemi virus corona,&quot; katanya sambil menekankan bahwa ketentuan Syariah Islam membuat menjaga kehidupan manusia menjadi hal yang sangat signifikan.
&amp;ldquo;Ramadhan telah datang tahun ini ketika kita hidup dalam keadaan yang memiliki dampak ekstrem pada seluruh umat manusia dan kita sedang melewati fase sulit dan sensitif dari sejarah dunia karena pecahnya pandemi, terlepas dari langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara di dunia dan organisasi kemanusiaan untuk mencegah penyebarannya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sang Raja menambahkan bahwa Kerajaan ingin melayani warga dan ekspatriat serta memastikan keselamatan mereka.
Merujuk pada posisi mulia Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci, Raja berkata: &quot;Di antara bangsa-bangsa, kita dianugerahkan oleh Tuhan dengan kehormatan dan martabat yang tinggi untuk melayani Rumah Agung-Nya, dan Masjid Nabi-Nya - sebuah layanan yang kita hormati dan berjuang untuk memenuhinya, dengan menjamu para tamu Tuhan, termasuk peziarah dan pengunjung haji dan umrah, dan tetap terjaga untuk kenyamanan mereka. Kami juga bangga dengan serangkaian tindakan pencegahan yang diambil oleh Kerajaan untuk membatasi penyebaran pandemi virus corona,&amp;rdquo; katanya.
Raja Salman menekankan bahwa Kerajaan ingin menyediakan segala  sesuatu yang akan melayani warga dan ekspatriat, serta untuk memastikan  keselamatan dan kesehatan mereka. &quot;Kerajaan juga berkontribusi untuk  mengurangi dampak ekonomi dari pandemi ini, melalui tindakan lokal dan  dukungan kepada organisasi internasional dalam melayani umat manusia.&quot;
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada angkatan bersenjata di perbatasan dan personel keamanan serta praktisi kesehatan.
&quot;Semoga Tuhan memberkati upaya Anda dan memahkotai upaya Anda dengan  sukses dan menerima dari Anda yang paling tulus dari pekerjaan dan  dedikasi Anda dalam melayani negara Anda . &quot;
Sementara itu, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman  menerima beberapa panggilan telepon dan salam kabel dari para kepala  negara dan para pemimpin negara-negara Arab dan Muslim tentang  kedatangan bulan suci Ramadhan.
Dalam perkembangan terkait, Mahkamah Agung Saudi memberi selamat  kepada Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemerintah dan  warga Arab Saudi dan Muslim di seluruh dunia pada malam Ramadhan.
Dalam sesi yang digelar di Riyadh pada Kamis malam (23/4/2020),  Mahkamah Agung Arab Saudi meninjau laporan yang dikirim oleh pengadilan  regional berdasarkan kesaksian beberapa individu dari berbagai daerah  dan gubernur yang membenarkan penampakan mereka tentang datangnya   Ramadhan. Atas dasar ini, pengadilan menyatakan Jumat (24/4/2020)  sebagai hari pertama Ramadhan.</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Raja Arab Saudi dan Penjaga Dua Masjid Suci, Salman bin Abdulaziz menyapa umat Islam di Arab Saudi dan seluruh dunia, menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.
Dalam sebuah pidato, yang disampaikan atas namanya oleh Penjabat Menteri Media, Majed Al-Qasabi, Sang Raja menggarisbawahi perlunya untuk terus bekerja keras untuk mengatasi masa sulit yang disebabkan oleh pandemi virus corona (COVID-19).
Raja Salman menyatakan kesedihan atas sulitnya pelaksanaan ritual selama bulan Ramadhan karena pandemi yang terjadi.
&amp;ldquo;Sejujurnya, sangat menyakitkan bagi saya untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dalam keadaan yang melarang kita melakukan shalat berjamaah dan shalat Ramadhan dari Tarawih dan Qiyamullail di rumah-rumah Tuhan,&amp;rdquo; kata Raja Salman dalam pidato itu sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Jumat (24/3/2020).
&quot;Semua ini karena tindakan pencegahan yang diambil untuk menyelamatkan nyawa manusia dan kesejahteraan mereka dalam menghadapi pandemi virus corona,&quot; katanya sambil menekankan bahwa ketentuan Syariah Islam membuat menjaga kehidupan manusia menjadi hal yang sangat signifikan.
&amp;ldquo;Ramadhan telah datang tahun ini ketika kita hidup dalam keadaan yang memiliki dampak ekstrem pada seluruh umat manusia dan kita sedang melewati fase sulit dan sensitif dari sejarah dunia karena pecahnya pandemi, terlepas dari langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara di dunia dan organisasi kemanusiaan untuk mencegah penyebarannya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Sang Raja menambahkan bahwa Kerajaan ingin melayani warga dan ekspatriat serta memastikan keselamatan mereka.
Merujuk pada posisi mulia Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci, Raja berkata: &quot;Di antara bangsa-bangsa, kita dianugerahkan oleh Tuhan dengan kehormatan dan martabat yang tinggi untuk melayani Rumah Agung-Nya, dan Masjid Nabi-Nya - sebuah layanan yang kita hormati dan berjuang untuk memenuhinya, dengan menjamu para tamu Tuhan, termasuk peziarah dan pengunjung haji dan umrah, dan tetap terjaga untuk kenyamanan mereka. Kami juga bangga dengan serangkaian tindakan pencegahan yang diambil oleh Kerajaan untuk membatasi penyebaran pandemi virus corona,&amp;rdquo; katanya.
Raja Salman menekankan bahwa Kerajaan ingin menyediakan segala  sesuatu yang akan melayani warga dan ekspatriat, serta untuk memastikan  keselamatan dan kesehatan mereka. &quot;Kerajaan juga berkontribusi untuk  mengurangi dampak ekonomi dari pandemi ini, melalui tindakan lokal dan  dukungan kepada organisasi internasional dalam melayani umat manusia.&quot;
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada angkatan bersenjata di perbatasan dan personel keamanan serta praktisi kesehatan.
&quot;Semoga Tuhan memberkati upaya Anda dan memahkotai upaya Anda dengan  sukses dan menerima dari Anda yang paling tulus dari pekerjaan dan  dedikasi Anda dalam melayani negara Anda . &quot;
Sementara itu, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman  menerima beberapa panggilan telepon dan salam kabel dari para kepala  negara dan para pemimpin negara-negara Arab dan Muslim tentang  kedatangan bulan suci Ramadhan.
Dalam perkembangan terkait, Mahkamah Agung Saudi memberi selamat  kepada Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemerintah dan  warga Arab Saudi dan Muslim di seluruh dunia pada malam Ramadhan.
Dalam sesi yang digelar di Riyadh pada Kamis malam (23/4/2020),  Mahkamah Agung Arab Saudi meninjau laporan yang dikirim oleh pengadilan  regional berdasarkan kesaksian beberapa individu dari berbagai daerah  dan gubernur yang membenarkan penampakan mereka tentang datangnya   Ramadhan. Atas dasar ini, pengadilan menyatakan Jumat (24/4/2020)  sebagai hari pertama Ramadhan.</content:encoded></item></channel></rss>
