<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi India Tuntut Anak Usia 6 Bulan dan 2 Tahun karena Langgar Lockdown</title><description>Hakim distrik mengatakan anak-anak tersebut tidak dapat dituntut di bawah UU peradilan remaja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204346/polisi-india-tuntut-anak-usia-6-bulan-dan-2-tahun-karena-langgar-lockdown</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204346/polisi-india-tuntut-anak-usia-6-bulan-dan-2-tahun-karena-langgar-lockdown"/><item><title>Polisi India Tuntut Anak Usia 6 Bulan dan 2 Tahun karena Langgar Lockdown</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204346/polisi-india-tuntut-anak-usia-6-bulan-dan-2-tahun-karena-langgar-lockdown</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/24/18/2204346/polisi-india-tuntut-anak-usia-6-bulan-dan-2-tahun-karena-langgar-lockdown</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/18/2204346/polisi-india-tuntut-anak-usia-6-bulan-dan-2-tahun-karena-langgar-lockdown-4mIAXFfYoz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/18/2204346/polisi-india-tuntut-anak-usia-6-bulan-dan-2-tahun-karena-langgar-lockdown-4mIAXFfYoz.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>UTTARKASHI - Polisi di Distrik Uttarkashi, Negara Bagian Uttarakhand, India telah mengajukan kasus terhadap anak berusia 6 bulan dan 2 tahun karena melanggar aturan karantina yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).
Namun, kasus itu ditolak oleh Hakim Pengadilan Distrik karena pelaku dianggap tak cukup umur.
&amp;ldquo;FIR (laporan kasus) di bawah Undang-Undang Peradilan Remaja tidak dapat didaftarkan terhadap mereka yang berusia di bawah 8 tahun. Penyelidikan akan dilakukan dalam kasus ini,&amp;rdquo; demikian disampaikan Hakim Distrik Uttarkashi sebagaimana dilansir Hindustan Times.
Hakim juga mengatakan bahwa tindakan disipliner dan penangguhan akan diambil terhadap hakim Covid-19 distrik untuk pendaftaran kasus terhadap anak-anak di bawah UU tersebut. Dia juga telah mencari laporan terkait kasus itu.
India menerapkan penguncian untuk membendung penyebaran virus corona. Hanya sektor-sektor yang menyediakan layanan penting hanya diizinkan beroperasi selama periode tersebut.
Orang-orang  juga hanya diizinkan keluar rumah ketika itu sangat diperlukan dan untuk membeli barang-barang penting.
Negara itu saat ini memiliki lebih dari 23.500 kasus Covid-19 dengan sekira 722 korban meninggal.
</description><content:encoded>UTTARKASHI - Polisi di Distrik Uttarkashi, Negara Bagian Uttarakhand, India telah mengajukan kasus terhadap anak berusia 6 bulan dan 2 tahun karena melanggar aturan karantina yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).
Namun, kasus itu ditolak oleh Hakim Pengadilan Distrik karena pelaku dianggap tak cukup umur.
&amp;ldquo;FIR (laporan kasus) di bawah Undang-Undang Peradilan Remaja tidak dapat didaftarkan terhadap mereka yang berusia di bawah 8 tahun. Penyelidikan akan dilakukan dalam kasus ini,&amp;rdquo; demikian disampaikan Hakim Distrik Uttarkashi sebagaimana dilansir Hindustan Times.
Hakim juga mengatakan bahwa tindakan disipliner dan penangguhan akan diambil terhadap hakim Covid-19 distrik untuk pendaftaran kasus terhadap anak-anak di bawah UU tersebut. Dia juga telah mencari laporan terkait kasus itu.
India menerapkan penguncian untuk membendung penyebaran virus corona. Hanya sektor-sektor yang menyediakan layanan penting hanya diizinkan beroperasi selama periode tersebut.
Orang-orang  juga hanya diizinkan keluar rumah ketika itu sangat diperlukan dan untuk membeli barang-barang penting.
Negara itu saat ini memiliki lebih dari 23.500 kasus Covid-19 dengan sekira 722 korban meninggal.
</content:encoded></item></channel></rss>
