<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Milenial Babel Ciptakan Aplikasi Fight Covid-19 untuk Penanggulangan Corona</title><description>Aplikasi itu bisa membantu memantau orang-orang yang masuk ke sebuah daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204147/milenial-babel-ciptakan-aplikasi-fight-covid-19-untuk-penanggulangan-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204147/milenial-babel-ciptakan-aplikasi-fight-covid-19-untuk-penanggulangan-corona"/><item><title>Milenial Babel Ciptakan Aplikasi Fight Covid-19 untuk Penanggulangan Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204147/milenial-babel-ciptakan-aplikasi-fight-covid-19-untuk-penanggulangan-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204147/milenial-babel-ciptakan-aplikasi-fight-covid-19-untuk-penanggulangan-corona</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/337/2204147/milenial-babel-ciptakan-aplikasi-fight-covid-19-untuk-penanggulangan-corona-sF07DKduCP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/337/2204147/milenial-babel-ciptakan-aplikasi-fight-covid-19-untuk-penanggulangan-corona-sF07DKduCP.jpg</image><title>ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Muhammad Alghozi, milenial alias anak muda Bangka Belitung berhasil menciptakan aplikasi Fight Covid-19 yang bisa digunakan untuk penanganan pandemi virus corona. Aplikasi itu bisa membantu memantau orang-orang yang masuk ke sebuah daerah.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mendukung karya anak bangsa tersebut diterapkan di wilayahnya dalam upaya menanggulangi Covid-19.

&quot;Ini adalah salah satu aplikasi yang sangat dibutuhkan oleh kami khususnya di Bangka Belitung karena konsep yang dibangun untuk percepatan penanganan Covid-19 di Bangka Belitung. Salah satu  caranya adalah kita harus bisa mentracking orang-orang yang masuk ke Bangka Belitung baik dari bandara maupun dari pelabuhan,&quot; kata Staf Khusus Gubernur Babel, Sabaruddin  melalui video teleconference di BNPB, Jakarta, Jumat (24/4/2020).

&quot;Kami membuat satu konsep namanya 3T. Tracking, kemudian tes, dan treatment. Jadi orang yang masuk, orang yang OTG ke Babel kita perlu pantau,&quot; tambah Saparudin.
&amp;nbsp;
Ia menjelaskan bahwa selama ini Pemprov Babel telah membatasi akses keluar masuk setelah adanya pandemi Covid-19, baik melalui moda transportasi udara dan laut.

&quot;Tapi seminggu yang lalu karena ada banyak permintaan dari mahasiswa karena mereka mau pulang kampung jadi kami buka jalur dari Palembang mentok. Rencananya hari Minggu ini juga kita mau buka lagi,&quot; jelasnya.

Saat adanya akses masuk yang dibuka ke Babel, maka Saparudin bersama pembuat aplikasi Fight Covid-19, Muhammad Alghozi, akan melakukan pemanduan bagi warga Babel yang hendak pulang kampung tersebut.

Pemprov Babel juga akan melakukan rapid test kepada warga yang akan masuk ke wilayah kepuluan Babel tersebut agar mengetahui status mereka apakah positif corona atau tidak.
Nantinya, lanjut Saparudin, warga yang akan masuk Babel akan didata lewat aplikasi tersebut. Mereka akan diminta menginstal aplikasi Fight Covid-19 lalu mendapat gelang khusus agar bisa dipantau kemana saja aktivitas mereka selama 14 hari ke depan.

&quot;Mereka bisa terus terpantau ada dimana, kita harapkan mereka terus ada di rumah supaya mereka tidak menjangkiti kalau mereka bawa dari luar virusnya. Mungkin mereka carier dan mereka tetap ada di rumah selama 14 hari,&quot; tuturnya.

Pendiri Fight Covid-19, Muhammad Alghazi mengatakan, aplikasi ciptaannya tersebut karena tak ingin semakin banyaknya tenaga medis yang menjadi korban terjangkit Covid-19.

Aplikasi Fight Covid-19 diharapkan bisa mengawasi warga yang menjadi ODP dan OTG saat pandemi corona ini.

&quot;Jadi kami hanya mengambil data lokasi aja sehingga data Anda aman. Jadi kalau ada berita-berita tentang data nomor kontak, tidak akan karena hanya lokasi aja. Terus gelang itu sebenarnya penanda psikologi saja. Semoga kalian bisa di rumah saja sebagai pahlawan. Kalian pendatang juga bisa jadi pahlawan dengan di rumah saja,&quot; ujarnya.

Ia mengajak semua masyarakat untuk mendwonload aplikasi Fight Covid-19 guna membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Covid-19. Sehingga, aplikasi ini bisa digunakan masyarakat lebih luas lagi.

&quot;Kalau misalnya nanti kalian download ya ntar gunakanlah sebaik mungkin terus kasih tahu teman kalian apalagi tetangga kalian. Ini edukasi penting, kalau sudah skala nasional nanti bakal bisa digunakan untuk menarik data dia kemana aja. Ini  bisa penekanan klaster agar jangan sampai menyebar,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Muhammad Alghozi, milenial alias anak muda Bangka Belitung berhasil menciptakan aplikasi Fight Covid-19 yang bisa digunakan untuk penanganan pandemi virus corona. Aplikasi itu bisa membantu memantau orang-orang yang masuk ke sebuah daerah.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mendukung karya anak bangsa tersebut diterapkan di wilayahnya dalam upaya menanggulangi Covid-19.

&quot;Ini adalah salah satu aplikasi yang sangat dibutuhkan oleh kami khususnya di Bangka Belitung karena konsep yang dibangun untuk percepatan penanganan Covid-19 di Bangka Belitung. Salah satu  caranya adalah kita harus bisa mentracking orang-orang yang masuk ke Bangka Belitung baik dari bandara maupun dari pelabuhan,&quot; kata Staf Khusus Gubernur Babel, Sabaruddin  melalui video teleconference di BNPB, Jakarta, Jumat (24/4/2020).

&quot;Kami membuat satu konsep namanya 3T. Tracking, kemudian tes, dan treatment. Jadi orang yang masuk, orang yang OTG ke Babel kita perlu pantau,&quot; tambah Saparudin.
&amp;nbsp;
Ia menjelaskan bahwa selama ini Pemprov Babel telah membatasi akses keluar masuk setelah adanya pandemi Covid-19, baik melalui moda transportasi udara dan laut.

&quot;Tapi seminggu yang lalu karena ada banyak permintaan dari mahasiswa karena mereka mau pulang kampung jadi kami buka jalur dari Palembang mentok. Rencananya hari Minggu ini juga kita mau buka lagi,&quot; jelasnya.

Saat adanya akses masuk yang dibuka ke Babel, maka Saparudin bersama pembuat aplikasi Fight Covid-19, Muhammad Alghozi, akan melakukan pemanduan bagi warga Babel yang hendak pulang kampung tersebut.

Pemprov Babel juga akan melakukan rapid test kepada warga yang akan masuk ke wilayah kepuluan Babel tersebut agar mengetahui status mereka apakah positif corona atau tidak.
Nantinya, lanjut Saparudin, warga yang akan masuk Babel akan didata lewat aplikasi tersebut. Mereka akan diminta menginstal aplikasi Fight Covid-19 lalu mendapat gelang khusus agar bisa dipantau kemana saja aktivitas mereka selama 14 hari ke depan.

&quot;Mereka bisa terus terpantau ada dimana, kita harapkan mereka terus ada di rumah supaya mereka tidak menjangkiti kalau mereka bawa dari luar virusnya. Mungkin mereka carier dan mereka tetap ada di rumah selama 14 hari,&quot; tuturnya.

Pendiri Fight Covid-19, Muhammad Alghazi mengatakan, aplikasi ciptaannya tersebut karena tak ingin semakin banyaknya tenaga medis yang menjadi korban terjangkit Covid-19.

Aplikasi Fight Covid-19 diharapkan bisa mengawasi warga yang menjadi ODP dan OTG saat pandemi corona ini.

&quot;Jadi kami hanya mengambil data lokasi aja sehingga data Anda aman. Jadi kalau ada berita-berita tentang data nomor kontak, tidak akan karena hanya lokasi aja. Terus gelang itu sebenarnya penanda psikologi saja. Semoga kalian bisa di rumah saja sebagai pahlawan. Kalian pendatang juga bisa jadi pahlawan dengan di rumah saja,&quot; ujarnya.

Ia mengajak semua masyarakat untuk mendwonload aplikasi Fight Covid-19 guna membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Covid-19. Sehingga, aplikasi ini bisa digunakan masyarakat lebih luas lagi.

&quot;Kalau misalnya nanti kalian download ya ntar gunakanlah sebaik mungkin terus kasih tahu teman kalian apalagi tetangga kalian. Ini edukasi penting, kalau sudah skala nasional nanti bakal bisa digunakan untuk menarik data dia kemana aja. Ini  bisa penekanan klaster agar jangan sampai menyebar,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
