<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Stafsus Milenial Presiden Jokowi Mundur, Ini Tanggapan PKS</title><description>Mardani menilai, mundurnya dua stafsus milenial Presiden Jokowi menunjukkan pengangkatannya memiliki banyak catatan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204323/dua-stafsus-milenial-presiden-jokowi-mundur-ini-tanggapan-pks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204323/dua-stafsus-milenial-presiden-jokowi-mundur-ini-tanggapan-pks"/><item><title>Dua Stafsus Milenial Presiden Jokowi Mundur, Ini Tanggapan PKS</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204323/dua-stafsus-milenial-presiden-jokowi-mundur-ini-tanggapan-pks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/24/337/2204323/dua-stafsus-milenial-presiden-jokowi-mundur-ini-tanggapan-pks</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/337/2204323/dua-stafsus-milenial-presiden-jokowi-mundur-ini-tanggapan-pks-laHcDOrjsq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/337/2204323/dua-stafsus-milenial-presiden-jokowi-mundur-ini-tanggapan-pks-laHcDOrjsq.jpg</image><title>Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Andi Taufan Garuda Putra mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus milenial Presiden Jokowi. Ia mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi pada 17 April 2020.

Merespons hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengapresiasi mundurnya Andi Taufan secara baik-baik. Hanya saja, dia menilai perlu dicek kembali mundurnya Andi sebagai stafsus, menyusul Adamas Belva.

&quot;Pertama, apresiasi. Kedua, perlu dicek apakah ada tekanan,&quot; kata Mardani kepada wartawan, Jumat (24/4/2020).

Mardani menilai, ada kesalahan di dalam pengangkatan stafsus milenial. Sebab dalam waktu dekat ada dua anak muda yang jadi Staf Khusus Presiden Jokowi mengundurkan diri. Pertama Adamas Belva Syah Devara, disusul Andi Taufan Garuda Putra.

&quot;Ini menunjukkan pengangkatan stafsus punya banyak catatan. Sudah dua yang mundur. Bisa jadi ada lagi, komen saya, yang salah bukan prajurit, tapi jenderalnya. Pak Presiden perlu bertanggung jawab pada pembinaan stafsusnya,&quot; tutur Mardani.



Sebagaimana diketahui, sebelumnya Belva Devara mundur setelah publik menyorot masuknya starup Ruangguru lewat Skill Academy sebagai salah satu mitra pelatihan Kartu Prakerja, tanpa tender.

Belva akhirnya mengajukan pengunduran diri sebagai Stafsus Presiden Jokowi pada 15 April 2020. Surat itu diterima Jokowi dua hari setelahnya.

Setelah itu, Andi Taufan mengikuti jejak Belva Devara mengundurkan diri dari Stafsus Presiden. Dia mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi pada 17 April 2020.

Baca Juga : Andi Taufan Dikabarkan Mundur dari Staf Khusus Presiden Jokowi&amp;nbsp;

Andi Taufan mundur setelah membuat heboh karena mengirim surat ke camat seluruh Indonesia. Surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 lengkap dengan kop garuda dan tulisan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu dikeluarkan 1 April 2020.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Andi Taufan Garuda Putra mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus milenial Presiden Jokowi. Ia mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi pada 17 April 2020.

Merespons hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengapresiasi mundurnya Andi Taufan secara baik-baik. Hanya saja, dia menilai perlu dicek kembali mundurnya Andi sebagai stafsus, menyusul Adamas Belva.

&quot;Pertama, apresiasi. Kedua, perlu dicek apakah ada tekanan,&quot; kata Mardani kepada wartawan, Jumat (24/4/2020).

Mardani menilai, ada kesalahan di dalam pengangkatan stafsus milenial. Sebab dalam waktu dekat ada dua anak muda yang jadi Staf Khusus Presiden Jokowi mengundurkan diri. Pertama Adamas Belva Syah Devara, disusul Andi Taufan Garuda Putra.

&quot;Ini menunjukkan pengangkatan stafsus punya banyak catatan. Sudah dua yang mundur. Bisa jadi ada lagi, komen saya, yang salah bukan prajurit, tapi jenderalnya. Pak Presiden perlu bertanggung jawab pada pembinaan stafsusnya,&quot; tutur Mardani.



Sebagaimana diketahui, sebelumnya Belva Devara mundur setelah publik menyorot masuknya starup Ruangguru lewat Skill Academy sebagai salah satu mitra pelatihan Kartu Prakerja, tanpa tender.

Belva akhirnya mengajukan pengunduran diri sebagai Stafsus Presiden Jokowi pada 15 April 2020. Surat itu diterima Jokowi dua hari setelahnya.

Setelah itu, Andi Taufan mengikuti jejak Belva Devara mengundurkan diri dari Stafsus Presiden. Dia mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi pada 17 April 2020.

Baca Juga : Andi Taufan Dikabarkan Mundur dari Staf Khusus Presiden Jokowi&amp;nbsp;

Andi Taufan mundur setelah membuat heboh karena mengirim surat ke camat seluruh Indonesia. Surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 lengkap dengan kop garuda dan tulisan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu dikeluarkan 1 April 2020.

</content:encoded></item></channel></rss>
