<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Tawuran saat PSBB</title><description>Salah satu aksi yang disorot aparat kepolisian adalah tawuran yang kerap terjadi di beberapa wilayah Ibu Kota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/26/338/2205120/polisi-akan-tindak-tegas-pelaku-tawuran-saat-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/26/338/2205120/polisi-akan-tindak-tegas-pelaku-tawuran-saat-psbb"/><item><title>Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Tawuran saat PSBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/26/338/2205120/polisi-akan-tindak-tegas-pelaku-tawuran-saat-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/26/338/2205120/polisi-akan-tindak-tegas-pelaku-tawuran-saat-psbb</guid><pubDate>Minggu 26 April 2020 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/26/338/2205120/polisi-akan-tindak-tegas-pelaku-tawuran-saat-psbb-5SVziaN1Ep.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/26/338/2205120/polisi-akan-tindak-tegas-pelaku-tawuran-saat-psbb-5SVziaN1Ep.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung di Jakarta kerap dimanfaatkan beberapa oknum untuk melakukan tindak kriminal. Salah satu aksi yang disorot aparat kepolisian adalah tawuran yang kerap terjadi di beberapa wilayah Ibu Kota.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur bagi para pelaku tawuran tersebut. Sebab, aksi mereka dinilai amat meresahkan masyarakat.

&amp;ldquo;Tiap pelaku-pelaku akan kami tindak tegas dan terukur, bagaimana pun kalau membahayakan petugas dan masyarakat,&quot; kata Yusri kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Ia menjelaskan, awal mula bentrokan itu terjadi karena ada suatu kelompok yang kerap melakukan provokasi melalui media sosial (medsos).

&quot;Tawuran modusnya seperti apa itu sudah kita bisa pahami. Berdasarkan hasil patroli kita, mereka bentuknya seperti mengajak melalui media sosial,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ia mengaku telah membentuk tim satgas preman dan tawuran yang akan melakukan giat patroli di wilayah-wilayah rawan kejahatan yang telah dipetakan sebelumnya.

&quot;Dari hasil pemetaan itu, kemudian dari tim-tim satgas inilah yang bergerak melakukan penjagaan dan pengawasan, penjagaan ketat, patroli yang ditingkatkan di tempat-tempat yang rawan,&quot; katanya.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polsek Metro Menteng menangkap lima pemuda yang terlibat aksi tawuran di perlintasan kereta Stasiun Manggarai. Dari kelima pelaku, dua di antaranya diketahui berstatus ayah dan anak.

&quot;Mereka kembali melakukan tawuran karena provokasi melalui media sosial,&quot; kata Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima kepada wartawan, Kamis 23 April 2020.

Gozali mengungkapkan, pelaku berinisial NSH dan RI itu sempat melakukan provokasi kepada warga Manggarai dengan melemparkan kata-kata kasar kepada aparat yang saat itu hendak membubarkan massa.

&quot;Kelima pelaku itu berinisial NSH (45), RNH (20), IY (36) SK (17) dan RI (16) mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, semuanya warga Menteng,&quot; ungkapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung di Jakarta kerap dimanfaatkan beberapa oknum untuk melakukan tindak kriminal. Salah satu aksi yang disorot aparat kepolisian adalah tawuran yang kerap terjadi di beberapa wilayah Ibu Kota.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur bagi para pelaku tawuran tersebut. Sebab, aksi mereka dinilai amat meresahkan masyarakat.

&amp;ldquo;Tiap pelaku-pelaku akan kami tindak tegas dan terukur, bagaimana pun kalau membahayakan petugas dan masyarakat,&quot; kata Yusri kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Ia menjelaskan, awal mula bentrokan itu terjadi karena ada suatu kelompok yang kerap melakukan provokasi melalui media sosial (medsos).

&quot;Tawuran modusnya seperti apa itu sudah kita bisa pahami. Berdasarkan hasil patroli kita, mereka bentuknya seperti mengajak melalui media sosial,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ia mengaku telah membentuk tim satgas preman dan tawuran yang akan melakukan giat patroli di wilayah-wilayah rawan kejahatan yang telah dipetakan sebelumnya.

&quot;Dari hasil pemetaan itu, kemudian dari tim-tim satgas inilah yang bergerak melakukan penjagaan dan pengawasan, penjagaan ketat, patroli yang ditingkatkan di tempat-tempat yang rawan,&quot; katanya.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polsek Metro Menteng menangkap lima pemuda yang terlibat aksi tawuran di perlintasan kereta Stasiun Manggarai. Dari kelima pelaku, dua di antaranya diketahui berstatus ayah dan anak.

&quot;Mereka kembali melakukan tawuran karena provokasi melalui media sosial,&quot; kata Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima kepada wartawan, Kamis 23 April 2020.

Gozali mengungkapkan, pelaku berinisial NSH dan RI itu sempat melakukan provokasi kepada warga Manggarai dengan melemparkan kata-kata kasar kepada aparat yang saat itu hendak membubarkan massa.

&quot;Kelima pelaku itu berinisial NSH (45), RNH (20), IY (36) SK (17) dan RI (16) mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, semuanya warga Menteng,&quot; ungkapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
