<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6.985 Pemudik Tiba di Sleman, 112 Jadi ODP</title><description>Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, total ODP yang bersumber dari pemudik kenaikannya tidak signifikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/28/510/2205896/6-985-pemudik-tiba-di-sleman-112-jadi-odp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/28/510/2205896/6-985-pemudik-tiba-di-sleman-112-jadi-odp"/><item><title>6.985 Pemudik Tiba di Sleman, 112 Jadi ODP</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/28/510/2205896/6-985-pemudik-tiba-di-sleman-112-jadi-odp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/28/510/2205896/6-985-pemudik-tiba-di-sleman-112-jadi-odp</guid><pubDate>Selasa 28 April 2020 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/28/510/2205896/6-985-pemudik-tiba-di-sleman-112-jadi-odp-1hqRrkPkRd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/28/510/2205896/6-985-pemudik-tiba-di-sleman-112-jadi-odp-1hqRrkPkRd.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>SLEMAN &amp;ndash; Sebanyak 6.985 pemudik telah kembali ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (27/4/2020). Dari jumlah tersebut, 112 di antaranya masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona (Covid-19).
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, total ODP yang bersumber dari pemudik kenaikannya tidak signifikan.
&quot;Total ODP yang bersumber dari pemudik sekitar 112 orang dari total ODP sebanyak 1.255 orang per hari Senin (27/4/2020),&quot; ujar Joko yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Kesehatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman ini, melansir harianjogja, Senin (27/4/2020).
Ia melanjutkan, sekira 112 ODP itu berasal dari sejumlah wilayah, yaitu Solo, Semarang, Jawa Timur maupun wilayah epinsentrum pandemi Covid-19 yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
&quot;Secara teoretis dan sesuai kenyataan memang jumlah ODP juga cenderung landai, penambahannya tidak terlalu drastis. Ini selaras dengan jumlah pemudik yang juga hanya nambah tipis,&quot; ucapnya.
Laju pertumbuhan pemudik yang pulang ke Sleman juga berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan pandemi Covid-19 Sleman sejak 24 April 2020.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/04/27/63410/323517_medium.jpg&quot; alt=&quot;Langgar Larangan Mudik Akan Dikenakan Denda Rp100 Juta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, sejak 24 April 2020 laju pertumbuhan pemudik kembali ke Sleman jumlahnya tidak signifikan.
&quot;Sejak tanggal (24/4/2020) angka pemudik kembali ke Sleman sebanyak 6.837. Hari selanjutnya pada tanggal (25/4/2020) angka pemudik naik 6.912. kemudian, pada tanggal (26/4/2020) angka pemudik menjadi 6.931. Pada hari ini angka pemudik tercatat naik sebanyak 6.985,&quot; ucap Shavitri.

Baca Juga : UEA Kirim Bantuan 20 Ton Perlengkapan Medis Covid-19 untuk Indonesia

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan Pemkab Sleman berusaha semaksimal mungkin melakukan tindakan penanganan penyebaran Covid-19 secara terukur dan terarah.
&quot;Dengan masukan dari narasumber diharapkan kepala OPD dan camat akan dapat segera melakukan perencanaan dan mengeksekusi kegiatan dengan lebih efektif dan tepat sasaran,&quot; tuturnya.

Baca Juga : 124 Santri Ponpes Al-Fattah Temboro Magetan Dipulangkan ke Malaysia


</description><content:encoded>SLEMAN &amp;ndash; Sebanyak 6.985 pemudik telah kembali ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (27/4/2020). Dari jumlah tersebut, 112 di antaranya masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona (Covid-19).
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, total ODP yang bersumber dari pemudik kenaikannya tidak signifikan.
&quot;Total ODP yang bersumber dari pemudik sekitar 112 orang dari total ODP sebanyak 1.255 orang per hari Senin (27/4/2020),&quot; ujar Joko yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Kesehatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman ini, melansir harianjogja, Senin (27/4/2020).
Ia melanjutkan, sekira 112 ODP itu berasal dari sejumlah wilayah, yaitu Solo, Semarang, Jawa Timur maupun wilayah epinsentrum pandemi Covid-19 yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
&quot;Secara teoretis dan sesuai kenyataan memang jumlah ODP juga cenderung landai, penambahannya tidak terlalu drastis. Ini selaras dengan jumlah pemudik yang juga hanya nambah tipis,&quot; ucapnya.
Laju pertumbuhan pemudik yang pulang ke Sleman juga berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan pandemi Covid-19 Sleman sejak 24 April 2020.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/04/27/63410/323517_medium.jpg&quot; alt=&quot;Langgar Larangan Mudik Akan Dikenakan Denda Rp100 Juta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, sejak 24 April 2020 laju pertumbuhan pemudik kembali ke Sleman jumlahnya tidak signifikan.
&quot;Sejak tanggal (24/4/2020) angka pemudik kembali ke Sleman sebanyak 6.837. Hari selanjutnya pada tanggal (25/4/2020) angka pemudik naik 6.912. kemudian, pada tanggal (26/4/2020) angka pemudik menjadi 6.931. Pada hari ini angka pemudik tercatat naik sebanyak 6.985,&quot; ucap Shavitri.

Baca Juga : UEA Kirim Bantuan 20 Ton Perlengkapan Medis Covid-19 untuk Indonesia

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan Pemkab Sleman berusaha semaksimal mungkin melakukan tindakan penanganan penyebaran Covid-19 secara terukur dan terarah.
&quot;Dengan masukan dari narasumber diharapkan kepala OPD dan camat akan dapat segera melakukan perencanaan dan mengeksekusi kegiatan dengan lebih efektif dan tepat sasaran,&quot; tuturnya.

Baca Juga : 124 Santri Ponpes Al-Fattah Temboro Magetan Dipulangkan ke Malaysia


</content:encoded></item></channel></rss>
