<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Siap Akui Pencaplokan Sebagian Besar Wilayah Tepi Barat oleh Israel</title><description>PM Netanyahu sebelumnya menyatakan dirinya yakin Trump akan merestui pencaplokan itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/18/2206626/as-siap-akui-pencaplokan-sebagian-besar-wilayah-tepi-barat-oleh-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/29/18/2206626/as-siap-akui-pencaplokan-sebagian-besar-wilayah-tepi-barat-oleh-israel"/><item><title>AS Siap Akui Pencaplokan Sebagian Besar Wilayah Tepi Barat oleh Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/18/2206626/as-siap-akui-pencaplokan-sebagian-besar-wilayah-tepi-barat-oleh-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/29/18/2206626/as-siap-akui-pencaplokan-sebagian-besar-wilayah-tepi-barat-oleh-israel</guid><pubDate>Rabu 29 April 2020 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/29/18/2206626/as-siap-akui-pencaplokan-sebagian-besar-wilayah-tepi-barat-oleh-israel-9YSJF6TZ9O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/29/18/2206626/as-siap-akui-pencaplokan-sebagian-besar-wilayah-tepi-barat-oleh-israel-9YSJF6TZ9O.jpg</image><title>Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) siap mengakui pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat oleh Israel, tetapi meminta agar negosiasi dengan Palestina dilanjutkan. Pihak Palestina mengatakan, dengan syarat AS tersebut, mereka tidak memiliki alasan untuk melanjutkan negosiasi.
&quot;Seperti yang telah kami jelaskan secara konsisten, kami siap untuk mengakui tindakan Israel untuk memperluas kedaulatan Israel dan penerapan hukum Israel ke daerah-daerah Tepi Barat yang diramalkan visi sebagai bagian dari Negara Israel,&quot; kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada Times of Israel.
Namun, dia menyatakan bahwa pengakuan itu membutuhkan Israel untuk &quot;setuju bernegosiasi dengan Palestina sesuai dengan yang ditetapkan dalam visi Presiden (Donald) Trump.&quot;
Syarat itu berarti pemerintah baru Israel yang dibentuk dengan koalisi Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dengan saingannya, Benny Gantz, harus memberikan tawaran kepada Palestina &quot;untuk mencapai status kenegaraan berdasarkan syarat, kondisi, dimensi teritorial tertentu, dan dukungan ekonomi yang besar. &quot;
Mencaplok tanah Palestina adalah janji pemilihan Netanyahu, tetapi - menurut kesepakatannya dengan Gantz - ia tidak dapat melanjutkan rencana tersebut tanpa restu Washington.
Juru bicara Departemen Luar Negeri bersikeras bahwa tawaran AS adalah &quot;peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat bermanfaat bagi Palestina,&quot; meskipun pihak Palestina telah menolak mentah-mentah apa yang disebut oleh Presiden Donald Trump sebagai &quot;kesepakatan abad ini&quot;, yang mengakui hak-hak Israel di daerah-daerah tersebut.
Komentar pejabat AS itu menimbulkan reaksi marah dari Palestina. Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut komentar itu sebagai sebuah &quot;kudeta terang-terangan terhadap proses perdamaian, prinsip solusi dua negara dan resolusi PBB yang relevan.&quot;

Para diplomat Palestina menuduh Washington &quot;bias&quot; mendukung pendudukan Israel atas tanahnya.
Mereka &quot;bertanya-tanya apa yang akan tersisa untuk dinegosiasikan  setelah Israel menganeksasi Lembah Yordan yang diduduki dan Laut Mati  utara, dan menegakkan hukum Israel di pemukiman ilegal yang tersebar di  seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki,&quot; demikian  dilaporkan kantor berita Wafa.
Selama akhir pekan lalu, Netanyahu mengatakan dia &quot;yakin&quot; bahwa Trump  akan mengizinkannya mengklaim tanah di Tepi Barat &quot;beberapa bulan dari  sekarang.&quot;</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) siap mengakui pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat oleh Israel, tetapi meminta agar negosiasi dengan Palestina dilanjutkan. Pihak Palestina mengatakan, dengan syarat AS tersebut, mereka tidak memiliki alasan untuk melanjutkan negosiasi.
&quot;Seperti yang telah kami jelaskan secara konsisten, kami siap untuk mengakui tindakan Israel untuk memperluas kedaulatan Israel dan penerapan hukum Israel ke daerah-daerah Tepi Barat yang diramalkan visi sebagai bagian dari Negara Israel,&quot; kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada Times of Israel.
Namun, dia menyatakan bahwa pengakuan itu membutuhkan Israel untuk &quot;setuju bernegosiasi dengan Palestina sesuai dengan yang ditetapkan dalam visi Presiden (Donald) Trump.&quot;
Syarat itu berarti pemerintah baru Israel yang dibentuk dengan koalisi Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dengan saingannya, Benny Gantz, harus memberikan tawaran kepada Palestina &quot;untuk mencapai status kenegaraan berdasarkan syarat, kondisi, dimensi teritorial tertentu, dan dukungan ekonomi yang besar. &quot;
Mencaplok tanah Palestina adalah janji pemilihan Netanyahu, tetapi - menurut kesepakatannya dengan Gantz - ia tidak dapat melanjutkan rencana tersebut tanpa restu Washington.
Juru bicara Departemen Luar Negeri bersikeras bahwa tawaran AS adalah &quot;peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat bermanfaat bagi Palestina,&quot; meskipun pihak Palestina telah menolak mentah-mentah apa yang disebut oleh Presiden Donald Trump sebagai &quot;kesepakatan abad ini&quot;, yang mengakui hak-hak Israel di daerah-daerah tersebut.
Komentar pejabat AS itu menimbulkan reaksi marah dari Palestina. Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut komentar itu sebagai sebuah &quot;kudeta terang-terangan terhadap proses perdamaian, prinsip solusi dua negara dan resolusi PBB yang relevan.&quot;

Para diplomat Palestina menuduh Washington &quot;bias&quot; mendukung pendudukan Israel atas tanahnya.
Mereka &quot;bertanya-tanya apa yang akan tersisa untuk dinegosiasikan  setelah Israel menganeksasi Lembah Yordan yang diduduki dan Laut Mati  utara, dan menegakkan hukum Israel di pemukiman ilegal yang tersebar di  seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki,&quot; demikian  dilaporkan kantor berita Wafa.
Selama akhir pekan lalu, Netanyahu mengatakan dia &quot;yakin&quot; bahwa Trump  akan mengizinkannya mengklaim tanah di Tepi Barat &quot;beberapa bulan dari  sekarang.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
