<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saran Psikolog agar Usia 30 Tahun ke Atas Terhindar dari Kematian Akibat Covid-19</title><description>Dari data yang dikantongi Pemerintah, mayoritas golongan yang paling banyak meninggal  ada di kisaran 30 sampai 59 tahun.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206418/saran-psikolog-agar-usia-30-tahun-ke-atas-terhindar-dari-kematian-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206418/saran-psikolog-agar-usia-30-tahun-ke-atas-terhindar-dari-kematian-akibat-covid-19"/><item><title>Saran Psikolog agar Usia 30 Tahun ke Atas Terhindar dari Kematian Akibat Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206418/saran-psikolog-agar-usia-30-tahun-ke-atas-terhindar-dari-kematian-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206418/saran-psikolog-agar-usia-30-tahun-ke-atas-terhindar-dari-kematian-akibat-covid-19</guid><pubDate>Rabu 29 April 2020 06:20 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/29/337/2206418/saran-psikolog-agar-usia-30-tahun-ke-atas-terhindar-dari-kematian-akibat-covid-19-Ehou0S7ZZY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Psikolog Sosial Universitas Pancasila Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi/Foto: Dok Pribadi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/29/337/2206418/saran-psikolog-agar-usia-30-tahun-ke-atas-terhindar-dari-kematian-akibat-covid-19-Ehou0S7ZZY.jpg</image><title>Psikolog Sosial Universitas Pancasila Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi/Foto: Dok Pribadi</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease), Achmad Yurianto membeberkan golongan usia yang paling banyak meninggal akibat virus corona di Indonesia. Dari data yang dikantongi Pemerintah, mayoritas golongan yang paling banyak meninggal&amp;nbsp; ada di kisaran 30 sampai 59 tahun.&amp;nbsp;
Psikolog Sosial dari Universitas Pancasila,&amp;nbsp;Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi menilai, salah satu faktor tingginya angka kematian pada usia 30 tahun ke atas karena kurang disiplin. Oleh karenanya, Ade meminta agar orang-orang berusia 30 tahun ke atas berperilaku disiplin dalam mencegah penularan Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;Faktor Penyebab Tingginya Pasien Covid-19 Meninggal di Usia Produktif
&quot;Jadi kalau menurut saya, harusnya disiplin. Karena WHO juga sudah bilang, obatnya belum ada, vaksinnya masih dicoba-coba. Tapi ada satu yang bisa jadikan obat yaitu perilaku disiplin. Nah, itu saja,&quot; ucap Ade saat berbincang dengan Okezone, Rabu (29/4/2020).

Dia meminta agar golongan yang berusia 30 tahun keatas menaati anjuran Pemerintah selama pandemi Covid-19. Salah satunya yakni dengan berdiam diri di rumah. Ade berpandangan saat ini masih banyak orang-orang yang keluar rumah karena tuntutan pekerjaan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Anjurkan Maros Terapkan PSBB
&quot;Ini saatnya kita mengubah perilaku menjadi disiplin. Kalau kata Pemerintah di rumah, ya kita di rumah saja. Tidak usah kumpul-kumpul dulu,&quot; ujarnya.
Mayoritas orang berusia 30 tahun ke atas, sambung Ade, terkesan enggan ditegur bila melanggar protokoler pencegahan Covid-19. Oleh karenanya, ia berharap ada kesadaran kolektif untuk sama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona.&amp;nbsp;
&quot;Harusnya yang senior lebih bisa disiplin. Jadi mereka bisa jadi role model-nya disiplin. Kalau mau disiplin ya semuanya. Tapi ini kalau menurut saya masih banyak yang coba-coba. Misalnya, atasan ngajak 'ayolah rapat, nanti kita pakai masker semua'. Kalau anak muda harusnya kan bisa lewat virtual, pakai aplikasi kan banyak,&quot; ujarnya.(qlh)
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease), Achmad Yurianto membeberkan golongan usia yang paling banyak meninggal akibat virus corona di Indonesia. Dari data yang dikantongi Pemerintah, mayoritas golongan yang paling banyak meninggal&amp;nbsp; ada di kisaran 30 sampai 59 tahun.&amp;nbsp;
Psikolog Sosial dari Universitas Pancasila,&amp;nbsp;Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi menilai, salah satu faktor tingginya angka kematian pada usia 30 tahun ke atas karena kurang disiplin. Oleh karenanya, Ade meminta agar orang-orang berusia 30 tahun ke atas berperilaku disiplin dalam mencegah penularan Covid-19.
Baca juga:&amp;nbsp;Faktor Penyebab Tingginya Pasien Covid-19 Meninggal di Usia Produktif
&quot;Jadi kalau menurut saya, harusnya disiplin. Karena WHO juga sudah bilang, obatnya belum ada, vaksinnya masih dicoba-coba. Tapi ada satu yang bisa jadikan obat yaitu perilaku disiplin. Nah, itu saja,&quot; ucap Ade saat berbincang dengan Okezone, Rabu (29/4/2020).

Dia meminta agar golongan yang berusia 30 tahun keatas menaati anjuran Pemerintah selama pandemi Covid-19. Salah satunya yakni dengan berdiam diri di rumah. Ade berpandangan saat ini masih banyak orang-orang yang keluar rumah karena tuntutan pekerjaan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Anjurkan Maros Terapkan PSBB
&quot;Ini saatnya kita mengubah perilaku menjadi disiplin. Kalau kata Pemerintah di rumah, ya kita di rumah saja. Tidak usah kumpul-kumpul dulu,&quot; ujarnya.
Mayoritas orang berusia 30 tahun ke atas, sambung Ade, terkesan enggan ditegur bila melanggar protokoler pencegahan Covid-19. Oleh karenanya, ia berharap ada kesadaran kolektif untuk sama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona.&amp;nbsp;
&quot;Harusnya yang senior lebih bisa disiplin. Jadi mereka bisa jadi role model-nya disiplin. Kalau mau disiplin ya semuanya. Tapi ini kalau menurut saya masih banyak yang coba-coba. Misalnya, atasan ngajak 'ayolah rapat, nanti kita pakai masker semua'. Kalau anak muda harusnya kan bisa lewat virtual, pakai aplikasi kan banyak,&quot; ujarnya.(qlh)
</content:encoded></item></channel></rss>
