<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Faktor Penyebab Tingginya Pasien Covid-19 Meninggal di Usia Produktif</title><description>Dari segi budaya, kata Ade, Indonesia masih menerapkan sistem junioritas dan senioritas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206437/faktor-penyebab-tingginya-pasien-covid-19-meninggal-di-usia-produktif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206437/faktor-penyebab-tingginya-pasien-covid-19-meninggal-di-usia-produktif"/><item><title>Faktor Penyebab Tingginya Pasien Covid-19 Meninggal di Usia Produktif</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206437/faktor-penyebab-tingginya-pasien-covid-19-meninggal-di-usia-produktif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/29/337/2206437/faktor-penyebab-tingginya-pasien-covid-19-meninggal-di-usia-produktif</guid><pubDate>Rabu 29 April 2020 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/29/337/2206437/faktor-penyebab-tingginya-pasien-covid-19-meninggal-di-usia-produktif-qtx7gALOaz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Psikolog Sosial Universitas Pancasila Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi/Foto: Dok Pribadi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/29/337/2206437/faktor-penyebab-tingginya-pasien-covid-19-meninggal-di-usia-produktif-qtx7gALOaz.jpg</image><title>Psikolog Sosial Universitas Pancasila Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi/Foto: Dok Pribadi</title></images><description>JAKARTA - Psikolog Sosial dari Universitas Pancasila,&amp;nbsp;Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi mengungkap faktor tingginya angka kematian Covid-19 pada usia 30 tahun ke atas di Indonesia. Dari segi budaya, kata Ade, Indonesia masih menerapkan sistem junioritas dan senioritas.
Di mana, banyak orang-orang yang berusia 30 tahun dan sudah merasa senior membuat jadi tidak disiplin dalam mencegah Covid-19. Padahal, orang-orang yang sudah berumur 30 tahun ke atas, daya tahan tubuh atau imunitasnya semakin menurun. Oleh karenanya, orang berusia 30 tahun ke atas lebih rentan jika terpapar virus corona.
&quot;Jadi, kalau di atas 30-an, udah jadi senior, kita tidak akan mungkin menegur (kalau tidak disiplin cegah Covid-19). Padahal kan misalnya, contohnya kita harus PSBB, kita harus social distancing, harus physical distancing,&quot; kata Ade saat berbincang dengan Okezone, Rabu (29/4/2020).
&quot;Dan kalau kita lihat kasus-kasus yang meninggal ini betul, itu di atas 40 sampai 50, misalnya kemarin masih kumpul-kumpul sama temannya. Nah jika usianya sudah di atas 40 atau 50 itu kan orang udah segan melarang,&quot; sambungnya.

Ade mencontohkan, jika di keluarga atau di perusahaan ada orang yang lebih senior, maka apapun usulannya pasti sulit dibantah. Sementara usulan yang ditawarkan tersebut, menyalahi aturan dalam pencegahan Covid-19.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Data Kemenkes : Laki-Laki Usia Produktif Lebih Banyak Terinfeksi Covid-19 Dibandingkan Perempuan
&quot;Ya kalau dia senior kita, mana ada yang berani bantah. Kalau junior kan tidak didengar, tapi begitu yang tua ngomong, tidak mikir ada corona, ya selesai. Nah hal seperti ini sangat berpengaruh, selain tadi daya tahan tubuh, kalau umur 50 jelaslah kalah sama umur 20 tahun gitu. Itu kan secara medis,&quot; ucapnya.
Menurut Ade, jika mengacu data Pemerintah yang menyebut mayoritas angka kematian tertinggi ada di usia 30 hingga 59 tahun, artinya di kisaran umur tersebut masih banyak yang tidak disiplin. Padahal, sambung Ade, seharusnya mereka lebih bisa mengayomi.

&quot;Jadi kalau dilihat angkanya segitu, yang paling tidak disiplin adalah umur 30-an ini, menurut saya. Termasuk juga tidak disiplin kenapa misalnya, karena divatas 30 ini sudah pada menikah dan harus tetap bekerja, atau beraktivitas di luar karena butuh penghasilan. Ya ini jadi salah satu penyebab mungkin. Sementara di bawah 30 tahun mungkin masih banyak yang sekolah,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membeberkan golongan usia yang paling banyak meninggal akibat virus corona di Indonesia. Dari data yang dikantongi pemerintah, mayoritas golongan yang paling banyak meninggal&amp;nbsp; ada di kisaran umur 30 sampai 59 tahun.
Sejak pertama kali munculnya virus corona di Indonesia pada awal Maret hingga 28 April 2020, tercatat sudah ada 773 orang yang meninggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 351 orang meninggal berusia di kisaran 30 sampai 59 tahun.
Sedangkan di kisaran umur 0 sampai 4 tahun, tercatat ada dua meninggal. Kemudian, pada rentang usia 5 hingga 14 tahun, dilaporkan ada 19 orang. Sementara untuk usia 60 sampai 79 tahun, terdata ada sebanyak 302 orang. Terakhir, untuk rentang usia di atas 80 tahun, yang meninggal ada sejumlah 27 orang.(qlh)</description><content:encoded>JAKARTA - Psikolog Sosial dari Universitas Pancasila,&amp;nbsp;Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi mengungkap faktor tingginya angka kematian Covid-19 pada usia 30 tahun ke atas di Indonesia. Dari segi budaya, kata Ade, Indonesia masih menerapkan sistem junioritas dan senioritas.
Di mana, banyak orang-orang yang berusia 30 tahun dan sudah merasa senior membuat jadi tidak disiplin dalam mencegah Covid-19. Padahal, orang-orang yang sudah berumur 30 tahun ke atas, daya tahan tubuh atau imunitasnya semakin menurun. Oleh karenanya, orang berusia 30 tahun ke atas lebih rentan jika terpapar virus corona.
&quot;Jadi, kalau di atas 30-an, udah jadi senior, kita tidak akan mungkin menegur (kalau tidak disiplin cegah Covid-19). Padahal kan misalnya, contohnya kita harus PSBB, kita harus social distancing, harus physical distancing,&quot; kata Ade saat berbincang dengan Okezone, Rabu (29/4/2020).
&quot;Dan kalau kita lihat kasus-kasus yang meninggal ini betul, itu di atas 40 sampai 50, misalnya kemarin masih kumpul-kumpul sama temannya. Nah jika usianya sudah di atas 40 atau 50 itu kan orang udah segan melarang,&quot; sambungnya.

Ade mencontohkan, jika di keluarga atau di perusahaan ada orang yang lebih senior, maka apapun usulannya pasti sulit dibantah. Sementara usulan yang ditawarkan tersebut, menyalahi aturan dalam pencegahan Covid-19.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Data Kemenkes : Laki-Laki Usia Produktif Lebih Banyak Terinfeksi Covid-19 Dibandingkan Perempuan
&quot;Ya kalau dia senior kita, mana ada yang berani bantah. Kalau junior kan tidak didengar, tapi begitu yang tua ngomong, tidak mikir ada corona, ya selesai. Nah hal seperti ini sangat berpengaruh, selain tadi daya tahan tubuh, kalau umur 50 jelaslah kalah sama umur 20 tahun gitu. Itu kan secara medis,&quot; ucapnya.
Menurut Ade, jika mengacu data Pemerintah yang menyebut mayoritas angka kematian tertinggi ada di usia 30 hingga 59 tahun, artinya di kisaran umur tersebut masih banyak yang tidak disiplin. Padahal, sambung Ade, seharusnya mereka lebih bisa mengayomi.

&quot;Jadi kalau dilihat angkanya segitu, yang paling tidak disiplin adalah umur 30-an ini, menurut saya. Termasuk juga tidak disiplin kenapa misalnya, karena divatas 30 ini sudah pada menikah dan harus tetap bekerja, atau beraktivitas di luar karena butuh penghasilan. Ya ini jadi salah satu penyebab mungkin. Sementara di bawah 30 tahun mungkin masih banyak yang sekolah,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membeberkan golongan usia yang paling banyak meninggal akibat virus corona di Indonesia. Dari data yang dikantongi pemerintah, mayoritas golongan yang paling banyak meninggal&amp;nbsp; ada di kisaran umur 30 sampai 59 tahun.
Sejak pertama kali munculnya virus corona di Indonesia pada awal Maret hingga 28 April 2020, tercatat sudah ada 773 orang yang meninggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 351 orang meninggal berusia di kisaran 30 sampai 59 tahun.
Sedangkan di kisaran umur 0 sampai 4 tahun, tercatat ada dua meninggal. Kemudian, pada rentang usia 5 hingga 14 tahun, dilaporkan ada 19 orang. Sementara untuk usia 60 sampai 79 tahun, terdata ada sebanyak 302 orang. Terakhir, untuk rentang usia di atas 80 tahun, yang meninggal ada sejumlah 27 orang.(qlh)</content:encoded></item></channel></rss>
