<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perencanaan PSBB di Gowa Disebut Bisa Jadi Contoh Nasional</title><description>Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebut PSBB di Kabupaten Gowa bisa menjadi contoh nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/609/2206638/perencanaan-psbb-di-gowa-disebut-bisa-jadi-contoh-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/29/609/2206638/perencanaan-psbb-di-gowa-disebut-bisa-jadi-contoh-nasional"/><item><title>Perencanaan PSBB di Gowa Disebut Bisa Jadi Contoh Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/29/609/2206638/perencanaan-psbb-di-gowa-disebut-bisa-jadi-contoh-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/29/609/2206638/perencanaan-psbb-di-gowa-disebut-bisa-jadi-contoh-nasional</guid><pubDate>Rabu 29 April 2020 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/29/609/2206638/perencanaan-psbb-di-gowa-disebut-bisa-jadi-contoh-nasional-jptjCsHYBS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah rapat koordinasi dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/29/609/2206638/perencanaan-psbb-di-gowa-disebut-bisa-jadi-contoh-nasional-jptjCsHYBS.jpg</image><title>Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah rapat koordinasi dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan telekonferensi video dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan untuk mengetahui perkembangan dan persiapan rencana pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Rencananya PSBB di Kabupaten Gowa dilaksanakan mulai Senin 4 Mei.
Dalam rapat yang juga dihadiri Forkopimda Sulsel ini Nurdin menekankan tiga poin PSBB. Pertama, memutus mata rantai covid-19. Kedua, menyehatkan warga yang sakit. Ketiga, mengisolasi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG).
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Adnan. Sebab, kebijakan yang diambil memastikan jaring pengaman sosial sampai di masyarakat sebelum pelaksanaan PSBB. Adnan juga dinilai sangat rapi dalam menjabarkan rencana aksi Pemerintah Kabupaten Gowa.
&quot;Pak Bupati sangat rapi menjabarkan sampai bagaimana pembagian, dan saya kira ini sangat penting. Ini luar biasa Pak Bupati, dan saya yakin Gowa ini bisa menjadi contoh nasional,&quot; kata Nurdin, Selasa 28 April 2020.

Dia menyebut terkait data sangat penting sebagai landasan kebijakan. Sehingga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
&quot;Untuk penyempurnaan data kita lebih bagus. Daripada nanti pada saat pembagian namanya terdaftar, tetapi tidak dapat. Kalau saya dari awal kita ekspose hasil penelitian dan evaluasi kita hasilnya seperti ini,&quot; jelasnya.
Soal pencairan bantuan langsung tunai (BLT) yang juga menjadi topik pembahasan dan diminta oleh Bupati Gowa dikomunikasikan, telah difasilitasi Gubernur dengan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel Sudarmanto untuk teknisnya.
&quot;Saya baru telepon Pak Sudarmanto, kepala Kanwil Perbendaharaan, Beliau siap untuk backup mempercepat pencairan,&quot; ujar Nurdin.
Saran lain yang diberikan oleh Gubernur untuk perbatasan agar Pemkab Gowa bersinergi dengan kabupaten tetangga seperti Takalar supaya tidak terjadi pemeriksaan ganda. Maka itu, dirinya meminta Pemkab Gowa memberikan pelayanan maksimal dan sosialisasi kepada masyarakat.Sementara itu, jelas Bupati Adnan, pintu masuk ke Gowa akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Demikian juga berkaitan dengan larangan pembatasan terkait PSBB, berbagai pihak meminta diberikan pengecualian, ia pun menjelaskan jika tidak terdapat dalam aturan maka tak ada ruang untuk ditoleransi.
&quot;Kami sepakat tidak ada satu pun asosiasi kami akomodir kecuali memang telah diatur dalam aturan PSBB. Tetapi di luar dari aturan PSBB, kami tidak akan melakukan pengecualian, karena yang kita inginkan mereka betul-betul tidak ke Gowa, tidak beraktivitas di Kabupaten Gowa,&quot; jelasnya.
Di dalam pelaksanaan PSBB, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan jaring pengaman sosial. Terdapat lima stimulan untuk masyarakat.
Pertama dari pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Kedua adalah sembako covid-19 atau bantuan sosial tunai dari Menteri Sosial/Presiden. Ketiga, BLT dari Dana Desa, ini hasil revisi dan refocusing anggaran.

Keempat, disiapkan paket sembako yang diambil dari APBD Kabupaten Gowa dan juga bantuan dari Gubernur, bantuan keuangan yang diberikan kepada Pemerintah Gowa yang akan dibelikan paket sembako, yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak.
Kelima, dibuat dapur umum di 18 kecamatan dan ini melibatkan PKK, Persit dan Bhayangkari, organisasi perempuan, pemuda, serta kemasyarakatan.
Adnan menyampaikan di Kabupaten Gowa total ada 224.404 kepala keluarga (KK). Namun, tentu tidak semua mendapat bantuan. Sebab dari jumlah itu, ada orang yang masuk kategori mampu.
Sedangkan warga terdampak covid-19, terang dia, datanya telah dimiliki setelah dilakukan penelusuran ulang bersama camat, lurah dan kepala desa, serta aparat terkait.
&quot;Ini warga yang terdampak, artinya dia menjadi miskin karena covid-19. Tadinya dia tidak miskin menjadi miskin. Jumlah yang kami dapatkan 21.111 kepala keluarga,&quot; paparnya.</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melakukan telekonferensi video dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan untuk mengetahui perkembangan dan persiapan rencana pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Rencananya PSBB di Kabupaten Gowa dilaksanakan mulai Senin 4 Mei.
Dalam rapat yang juga dihadiri Forkopimda Sulsel ini Nurdin menekankan tiga poin PSBB. Pertama, memutus mata rantai covid-19. Kedua, menyehatkan warga yang sakit. Ketiga, mengisolasi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG).
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Adnan. Sebab, kebijakan yang diambil memastikan jaring pengaman sosial sampai di masyarakat sebelum pelaksanaan PSBB. Adnan juga dinilai sangat rapi dalam menjabarkan rencana aksi Pemerintah Kabupaten Gowa.
&quot;Pak Bupati sangat rapi menjabarkan sampai bagaimana pembagian, dan saya kira ini sangat penting. Ini luar biasa Pak Bupati, dan saya yakin Gowa ini bisa menjadi contoh nasional,&quot; kata Nurdin, Selasa 28 April 2020.

Dia menyebut terkait data sangat penting sebagai landasan kebijakan. Sehingga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
&quot;Untuk penyempurnaan data kita lebih bagus. Daripada nanti pada saat pembagian namanya terdaftar, tetapi tidak dapat. Kalau saya dari awal kita ekspose hasil penelitian dan evaluasi kita hasilnya seperti ini,&quot; jelasnya.
Soal pencairan bantuan langsung tunai (BLT) yang juga menjadi topik pembahasan dan diminta oleh Bupati Gowa dikomunikasikan, telah difasilitasi Gubernur dengan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel Sudarmanto untuk teknisnya.
&quot;Saya baru telepon Pak Sudarmanto, kepala Kanwil Perbendaharaan, Beliau siap untuk backup mempercepat pencairan,&quot; ujar Nurdin.
Saran lain yang diberikan oleh Gubernur untuk perbatasan agar Pemkab Gowa bersinergi dengan kabupaten tetangga seperti Takalar supaya tidak terjadi pemeriksaan ganda. Maka itu, dirinya meminta Pemkab Gowa memberikan pelayanan maksimal dan sosialisasi kepada masyarakat.Sementara itu, jelas Bupati Adnan, pintu masuk ke Gowa akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Demikian juga berkaitan dengan larangan pembatasan terkait PSBB, berbagai pihak meminta diberikan pengecualian, ia pun menjelaskan jika tidak terdapat dalam aturan maka tak ada ruang untuk ditoleransi.
&quot;Kami sepakat tidak ada satu pun asosiasi kami akomodir kecuali memang telah diatur dalam aturan PSBB. Tetapi di luar dari aturan PSBB, kami tidak akan melakukan pengecualian, karena yang kita inginkan mereka betul-betul tidak ke Gowa, tidak beraktivitas di Kabupaten Gowa,&quot; jelasnya.
Di dalam pelaksanaan PSBB, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan jaring pengaman sosial. Terdapat lima stimulan untuk masyarakat.
Pertama dari pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Kedua adalah sembako covid-19 atau bantuan sosial tunai dari Menteri Sosial/Presiden. Ketiga, BLT dari Dana Desa, ini hasil revisi dan refocusing anggaran.

Keempat, disiapkan paket sembako yang diambil dari APBD Kabupaten Gowa dan juga bantuan dari Gubernur, bantuan keuangan yang diberikan kepada Pemerintah Gowa yang akan dibelikan paket sembako, yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak.
Kelima, dibuat dapur umum di 18 kecamatan dan ini melibatkan PKK, Persit dan Bhayangkari, organisasi perempuan, pemuda, serta kemasyarakatan.
Adnan menyampaikan di Kabupaten Gowa total ada 224.404 kepala keluarga (KK). Namun, tentu tidak semua mendapat bantuan. Sebab dari jumlah itu, ada orang yang masuk kategori mampu.
Sedangkan warga terdampak covid-19, terang dia, datanya telah dimiliki setelah dilakukan penelusuran ulang bersama camat, lurah dan kepala desa, serta aparat terkait.
&quot;Ini warga yang terdampak, artinya dia menjadi miskin karena covid-19. Tadinya dia tidak miskin menjadi miskin. Jumlah yang kami dapatkan 21.111 kepala keluarga,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
