<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sukses Uji Coba pada Hewan, Vaksin Virus Corona Akan Diproduksi Massal September</title><description>Serum berencana memproduksi 60 juta dosis kandidat vaksin virus corona itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207043/sukses-uji-coba-pada-hewan-vaksin-virus-corona-akan-diproduksi-massal-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207043/sukses-uji-coba-pada-hewan-vaksin-virus-corona-akan-diproduksi-massal-september"/><item><title>Sukses Uji Coba pada Hewan, Vaksin Virus Corona Akan Diproduksi Massal September</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207043/sukses-uji-coba-pada-hewan-vaksin-virus-corona-akan-diproduksi-massal-september</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207043/sukses-uji-coba-pada-hewan-vaksin-virus-corona-akan-diproduksi-massal-september</guid><pubDate>Kamis 30 April 2020 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/30/18/2207043/sukses-uji-coba-pada-hewan-vaksin-virus-corona-akan-diproduksi-massal-september-cRKPrAuojp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/30/18/2207043/sukses-uji-coba-pada-hewan-vaksin-virus-corona-akan-diproduksi-massal-september-cRKPrAuojp.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>KANDIDAT terdepan untuk vaksin virus corona (COVID-19) telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba hewan, dan diperkirakan akan dapat mulai diproduksi massal di India dalam beberapa bulan mendatang.
The Serum Institute of India (Serum), pembuat vaksin terbesar di dunia berdasarkan volume, pada Selasa (28/4/2020) mengatakan bahwa tahun ini mereka merencanakan untuk memproduksi hingga 60 juta dosis vaksin potensial yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, yang sedang dalam uji klinis di Inggris.
Pimpinan Eksekutif Serum, Kata Adar Poonawala mengatakan, meski kandidat vaksin, yang dinamakan sebagai &quot;ChAdOx1 nCoV-19&quot;, belum terbukti bekerja melawan Covid-19, produsen vaksin itu memutuskan untuk mulai memproduksinya karena telah menunjukkan keberhasilan dalam uji coba hewan dan telah berkembang untuk diujikan kepada manusia.
Menurut laporan New York Times, enam kera rhesus telah diinokulasi dengan kandidat vaksin itu di Laboratorium National Institutes of Health di Rocky Mountain, Montana, Amerika Serikat (AS) bulan lalu.
Keenam kera itu dipapar virus corona baru dalam jumlah besar, tetapi semua tetap sehat setelah lebih dari 28 hari, demikian laporan New York Times mengutip peneliti Vincent Munster, yang melakukan tes tersebut.
Saat ini lebih dari 3 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus corona secara global dan lebih dari 220.000 orang meninggal akibat Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona.
&quot;Mereka adalah sekelompok ilmuwan hebat (di Oxford) yang sangat berkualifikasi... Itu sebabnya kami mengatakan kami akan melakukan ini dan itu sebabnya kami percaya diri,&quot; kata Poonawalla kepada Reuters dalam wawancara telepon.
&quot;Menjadi perusahaan terbatas swasta, tidak bertanggung jawab kepada investor publik atau bankir, saya dapat mengambil sedikit risiko dan mengesampingkan beberapa produk dan proyek komersial yang telah saya rencanakan di fasilitas saya yang ada,&quot; kata Poonawalla.
Dia berharap uji coba vaksin Oxford, yang akan selesai sekira September, akan berhasil.

Ilmuwan Oxford pekan lalu mengatakan bahwa fokus utama dari tes awal  adalah untuk memastikan tidak hanya apakah vaksin itu bekerja tetapi  juga menginduksi respon imun yang baik dan tidak ada efek samping yang  tidak dapat diterima.
Serum, yang dimiliki oleh miliarder India Cyrus Poonawalla, berencana  untuk membuat vaksin di dua pabriknya di Kota Pune barat. Poonawalla  mengatakan perusahaannya bertujuan untuk memproduksi hingga 400 juta  dosis tahun depan jika semuanya berjalan baik.
&quot;Mayoritas vaksin, setidaknya pada awalnya, harus pergi ke negara  kita sebelum pergi ke luar negeri,&quot; katanya. Dia menambahkan bahwa Serum  akan menyerahkannya kepada pemerintah India untuk memutuskan negara  mana yang akan mendapatkan berapa banyak vaksin dan kapan .
Serum memprediksi harga vaksin itu akan berkisar di angka 1.000 rupee  (sekira Rp200.000) per vaksin, tetapi pemerintah akan memberikannya  kepada orang-orang tanpa memungut biaya.
Dia mengatakan kantor Perdana Menteri Narendra Modi terlibat &quot;sangat  dekat&quot; dalam produksi vaksin dan perusahaan berharap pemerintah akan  membantu mengurangi biaya pembuatannya.
Selama sekira lima bulan ke depan, Serum akan menghabiskan sekitar   300 juta hingga 400 juta rupee untuk menghasilkan sekitar 3-5 juta dosis   per bulan, katanya.
&quot;(Pemerintah) sangat senang berbagi beberapa risiko dan mendanai   sesuatu dengan kami, tetapi kami belum benar-benar menandatangani apa   pun,&quot; kata Poonawalla.
Serum juga telah bermitra dengan perusahaan bioteknologi AS Codagenix   dan Themis Austria pada dua kandidat vaksin Covid-19 lainnya dan   berencana untuk mengumumkan aliansi keempat dalam beberapa pekan,   tambahnya.
Dewan direksi Serum pekan lalu juga setuju untuk berinvestasi sekitar   6 miliar rupee untuk membuat unit manufaktur baru yang semata-mata   memproduksi vaksin virus corona, kata Poonawalla.</description><content:encoded>KANDIDAT terdepan untuk vaksin virus corona (COVID-19) telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba hewan, dan diperkirakan akan dapat mulai diproduksi massal di India dalam beberapa bulan mendatang.
The Serum Institute of India (Serum), pembuat vaksin terbesar di dunia berdasarkan volume, pada Selasa (28/4/2020) mengatakan bahwa tahun ini mereka merencanakan untuk memproduksi hingga 60 juta dosis vaksin potensial yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, yang sedang dalam uji klinis di Inggris.
Pimpinan Eksekutif Serum, Kata Adar Poonawala mengatakan, meski kandidat vaksin, yang dinamakan sebagai &quot;ChAdOx1 nCoV-19&quot;, belum terbukti bekerja melawan Covid-19, produsen vaksin itu memutuskan untuk mulai memproduksinya karena telah menunjukkan keberhasilan dalam uji coba hewan dan telah berkembang untuk diujikan kepada manusia.
Menurut laporan New York Times, enam kera rhesus telah diinokulasi dengan kandidat vaksin itu di Laboratorium National Institutes of Health di Rocky Mountain, Montana, Amerika Serikat (AS) bulan lalu.
Keenam kera itu dipapar virus corona baru dalam jumlah besar, tetapi semua tetap sehat setelah lebih dari 28 hari, demikian laporan New York Times mengutip peneliti Vincent Munster, yang melakukan tes tersebut.
Saat ini lebih dari 3 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus corona secara global dan lebih dari 220.000 orang meninggal akibat Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona.
&quot;Mereka adalah sekelompok ilmuwan hebat (di Oxford) yang sangat berkualifikasi... Itu sebabnya kami mengatakan kami akan melakukan ini dan itu sebabnya kami percaya diri,&quot; kata Poonawalla kepada Reuters dalam wawancara telepon.
&quot;Menjadi perusahaan terbatas swasta, tidak bertanggung jawab kepada investor publik atau bankir, saya dapat mengambil sedikit risiko dan mengesampingkan beberapa produk dan proyek komersial yang telah saya rencanakan di fasilitas saya yang ada,&quot; kata Poonawalla.
Dia berharap uji coba vaksin Oxford, yang akan selesai sekira September, akan berhasil.

Ilmuwan Oxford pekan lalu mengatakan bahwa fokus utama dari tes awal  adalah untuk memastikan tidak hanya apakah vaksin itu bekerja tetapi  juga menginduksi respon imun yang baik dan tidak ada efek samping yang  tidak dapat diterima.
Serum, yang dimiliki oleh miliarder India Cyrus Poonawalla, berencana  untuk membuat vaksin di dua pabriknya di Kota Pune barat. Poonawalla  mengatakan perusahaannya bertujuan untuk memproduksi hingga 400 juta  dosis tahun depan jika semuanya berjalan baik.
&quot;Mayoritas vaksin, setidaknya pada awalnya, harus pergi ke negara  kita sebelum pergi ke luar negeri,&quot; katanya. Dia menambahkan bahwa Serum  akan menyerahkannya kepada pemerintah India untuk memutuskan negara  mana yang akan mendapatkan berapa banyak vaksin dan kapan .
Serum memprediksi harga vaksin itu akan berkisar di angka 1.000 rupee  (sekira Rp200.000) per vaksin, tetapi pemerintah akan memberikannya  kepada orang-orang tanpa memungut biaya.
Dia mengatakan kantor Perdana Menteri Narendra Modi terlibat &quot;sangat  dekat&quot; dalam produksi vaksin dan perusahaan berharap pemerintah akan  membantu mengurangi biaya pembuatannya.
Selama sekira lima bulan ke depan, Serum akan menghabiskan sekitar   300 juta hingga 400 juta rupee untuk menghasilkan sekitar 3-5 juta dosis   per bulan, katanya.
&quot;(Pemerintah) sangat senang berbagi beberapa risiko dan mendanai   sesuatu dengan kami, tetapi kami belum benar-benar menandatangani apa   pun,&quot; kata Poonawalla.
Serum juga telah bermitra dengan perusahaan bioteknologi AS Codagenix   dan Themis Austria pada dua kandidat vaksin Covid-19 lainnya dan   berencana untuk mengumumkan aliansi keempat dalam beberapa pekan,   tambahnya.
Dewan direksi Serum pekan lalu juga setuju untuk berinvestasi sekitar   6 miliar rupee untuk membuat unit manufaktur baru yang semata-mata   memproduksi vaksin virus corona, kata Poonawalla.</content:encoded></item></channel></rss>
