<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Corona di Ekuador, Mayat Menumpuk di Kamar Mandi</title><description>Guayaquil menjadi kota yang paling parah terdampak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207420/virus-corona-di-ekuador-mayat-menumpuk-di-kamar-mandi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207420/virus-corona-di-ekuador-mayat-menumpuk-di-kamar-mandi"/><item><title>Virus Corona di Ekuador, Mayat Menumpuk di Kamar Mandi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207420/virus-corona-di-ekuador-mayat-menumpuk-di-kamar-mandi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/30/18/2207420/virus-corona-di-ekuador-mayat-menumpuk-di-kamar-mandi</guid><pubDate>Kamis 30 April 2020 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/30/18/2207420/virus-corona-di-ekuador-mayat-menumpuk-di-kamar-mandi-B1iRDarpKI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayat korban virus corona dibiarkan di jalanan Guayaquil. (Foto/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/30/18/2207420/virus-corona-di-ekuador-mayat-menumpuk-di-kamar-mandi-B1iRDarpKI.jpg</image><title>Mayat korban virus corona dibiarkan di jalanan Guayaquil. (Foto/AFP)</title></images><description>GUAYAQUIL &amp;ndash; Petugas kesehatan di satu rumah sakit di Guayaquil, Ekuador, harus menimbun mayat pasien virus corona di kamar mandi karena kamar mayat penuh.
Ekuador mencatat hampir 23.000 kasus infeksi virus corona dan hampir 600 kematian
Guayaquil menjadi kota yang paling parah terdampak.
Mengutip AFP, Kamis (30/4/2020) seorang perawat berusia 35 tahun yang tak mau disebut namanya, mengatakan bahwa kondisi di rumah sakti membuat dirinya trauma profesional dan pribadi.
Saat keadaan darurat kesehatan pecah pada bulan Maret, setiap perawat merawat dari 15 pasien menjadi 30 dalam sehari.
&quot;Begitu banyak orang yang datang ... mereka hampir mati di tangan kami ,&quot; kata perawat itu.
Baca juga: Dikira Sudah Meninggal Pasien Virus Corona Masih Hidup
Baca juga:&amp;nbsp;Ekuador Perintahkan Tahanan Buat Peti Mati Kayu, Atasi Kelangkaan karena Wabah COVID-19
Pasien dipulangkan atau dirujuk ke fasilitas lain agar kamar bisa digunakan untuk merawat pasien virus corona.
Bukan hanya rumah sakit yang kewalahan, tetapi juga kamar mayat.
&quot;Petugas kamar mayat bekerja tiada henti, berkali-kali kami harus membungkus mayat dan menyimpannya di kamar mandi,&quot; kata perawat itu.
Perawat lainnya yang berusia 26 tahun membenarkan adegan kacau itu.
&quot;Ada banyak yang mayat di kamar mandi, banyak berbaring di lantai, banyak yang mayat di kursi,&quot; katanya.
Sistem kesehatan Guayaquil runtuh karena banyaknya pasien virus corona.
Seorang dokter berusia 28 tahun di rumah sakit Guayaquil lainnya juga menceritakan situasi yang serupa.
&quot;Mayat ada di koridor bangsal darurat karena kamar mayat penuh,&quot; kata petugas medis. Ia menambahkan 20 hingga 25 mayat harus menunggu sebelum dibawa pergi.
&quot;Terserah kami bagaimana mengumpulkan dan membungkus mayat serta menyimpannya agar kami bisa mendisinfeksi tempat tidur untuk pasien berikutnya,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>GUAYAQUIL &amp;ndash; Petugas kesehatan di satu rumah sakit di Guayaquil, Ekuador, harus menimbun mayat pasien virus corona di kamar mandi karena kamar mayat penuh.
Ekuador mencatat hampir 23.000 kasus infeksi virus corona dan hampir 600 kematian
Guayaquil menjadi kota yang paling parah terdampak.
Mengutip AFP, Kamis (30/4/2020) seorang perawat berusia 35 tahun yang tak mau disebut namanya, mengatakan bahwa kondisi di rumah sakti membuat dirinya trauma profesional dan pribadi.
Saat keadaan darurat kesehatan pecah pada bulan Maret, setiap perawat merawat dari 15 pasien menjadi 30 dalam sehari.
&quot;Begitu banyak orang yang datang ... mereka hampir mati di tangan kami ,&quot; kata perawat itu.
Baca juga: Dikira Sudah Meninggal Pasien Virus Corona Masih Hidup
Baca juga:&amp;nbsp;Ekuador Perintahkan Tahanan Buat Peti Mati Kayu, Atasi Kelangkaan karena Wabah COVID-19
Pasien dipulangkan atau dirujuk ke fasilitas lain agar kamar bisa digunakan untuk merawat pasien virus corona.
Bukan hanya rumah sakit yang kewalahan, tetapi juga kamar mayat.
&quot;Petugas kamar mayat bekerja tiada henti, berkali-kali kami harus membungkus mayat dan menyimpannya di kamar mandi,&quot; kata perawat itu.
Perawat lainnya yang berusia 26 tahun membenarkan adegan kacau itu.
&quot;Ada banyak yang mayat di kamar mandi, banyak berbaring di lantai, banyak yang mayat di kursi,&quot; katanya.
Sistem kesehatan Guayaquil runtuh karena banyaknya pasien virus corona.
Seorang dokter berusia 28 tahun di rumah sakit Guayaquil lainnya juga menceritakan situasi yang serupa.
&quot;Mayat ada di koridor bangsal darurat karena kamar mayat penuh,&quot; kata petugas medis. Ia menambahkan 20 hingga 25 mayat harus menunggu sebelum dibawa pergi.
&quot;Terserah kami bagaimana mengumpulkan dan membungkus mayat serta menyimpannya agar kami bisa mendisinfeksi tempat tidur untuk pasien berikutnya,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
