<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Stimulus Ekonomi Harus Menjangkau Tukang Gorengan</title><description>Sektor apa yang terkena dampak paling parah, sektor apa yang dampaknya sedang, dan sektor apa yang masih bisa bertahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/30/337/2207381/jokowi-stimulus-ekonomi-harus-menjangkau-tukang-gorengan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/04/30/337/2207381/jokowi-stimulus-ekonomi-harus-menjangkau-tukang-gorengan"/><item><title>Jokowi: Stimulus Ekonomi Harus Menjangkau Tukang Gorengan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/04/30/337/2207381/jokowi-stimulus-ekonomi-harus-menjangkau-tukang-gorengan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/04/30/337/2207381/jokowi-stimulus-ekonomi-harus-menjangkau-tukang-gorengan</guid><pubDate>Kamis 30 April 2020 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/30/337/2207381/jokowi-stimulus-ekonomi-harus-menjangkau-tukang-gorengan-EHkmRes9wm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (foto : Okezone.com/Fahreza)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/30/337/2207381/jokowi-stimulus-ekonomi-harus-menjangkau-tukang-gorengan-EHkmRes9wm.jpg</image><title>Presiden Jokowi (foto : Okezone.com/Fahreza)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi optimis 2021 adalah tahun pemulihan ekonomi setelah dihajar pandemi virus corona atau Covid-19. Untuk itu, ia meminta para kepala daerah mengidentifikasi secara detail sektor yang terdampak serta yang memiliki peluang di masing-masing daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 yang digelar secara virtual melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (30/4/2020).

&quot;Sektor apa yang terkena dampak paling parah, sektor apa yang dampaknya sedang, dan sektor apa yang masih bisa bertahan dan justru bisa mengambil peluang yang ada. Karena saya melihat ada beberapa sektor yang sangat terpukul, seperti sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), sektor pariwisata, sektor konstruksi, sektor transportasi. Namun ada juga yang masih bisa bertahan dan bahkan bisa bergerak memanfaatkan momentum ini, misalnya sektor tekstil dan produk tekstil, sektor kimia, sektor farmasi, sektor alat kesehatan, sektor makanan dan minuman, serta sektor jasa telekomunikasi dan sektor jasa logistik,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Jokowi meminta kepada jajarannya menyiapkan strategi besar pemulihan pasca terdampak virus corona.

&quot;Siapkan sektor apa yang bisa pulih cepat yang bisa langsung rebound, mana yang pulihnya agak lambat, apa rencana intervensi kebijakan yang bisa dilakukan. Saat ini kita masih fokus kepada tahap mitigasi. Pemerintah telah menyiapkan paket program stimulus ekonomi agar bisa bertahan dan mencegah PHK, seperti insentif perpajakan, restrukturisasi kredit, serta relaksasi impor bahan baku,&quot; jelasnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Gara-Gara Corona, Parkiran Juga Ikutan Sepi

Kepala Negara juga mengingatkan yang harus dibantu bukan hanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar saja, melainkan juga usaha ultramikro dan usaha mikro. Program stimulus ekonomi juga harus menjangkau sektor-sektor informal: pedagang kaki lima, tukang gorengan, tukang tambal ban, warung-warung kecil, dan sebagainya.

&quot;Jumlah yang seperti ini sangat besar. Menurut data Bappenas, angkanya mencapai 40 juta (orang) dan juga banyak menampung tenaga kerja. Sebagian besar dari mereka, tidak bersentuhan dengan bank atau lembaga keuangan, ini juga yang harus kita perhatikan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi optimis 2021 adalah tahun pemulihan ekonomi setelah dihajar pandemi virus corona atau Covid-19. Untuk itu, ia meminta para kepala daerah mengidentifikasi secara detail sektor yang terdampak serta yang memiliki peluang di masing-masing daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 yang digelar secara virtual melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (30/4/2020).

&quot;Sektor apa yang terkena dampak paling parah, sektor apa yang dampaknya sedang, dan sektor apa yang masih bisa bertahan dan justru bisa mengambil peluang yang ada. Karena saya melihat ada beberapa sektor yang sangat terpukul, seperti sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), sektor pariwisata, sektor konstruksi, sektor transportasi. Namun ada juga yang masih bisa bertahan dan bahkan bisa bergerak memanfaatkan momentum ini, misalnya sektor tekstil dan produk tekstil, sektor kimia, sektor farmasi, sektor alat kesehatan, sektor makanan dan minuman, serta sektor jasa telekomunikasi dan sektor jasa logistik,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Jokowi meminta kepada jajarannya menyiapkan strategi besar pemulihan pasca terdampak virus corona.

&quot;Siapkan sektor apa yang bisa pulih cepat yang bisa langsung rebound, mana yang pulihnya agak lambat, apa rencana intervensi kebijakan yang bisa dilakukan. Saat ini kita masih fokus kepada tahap mitigasi. Pemerintah telah menyiapkan paket program stimulus ekonomi agar bisa bertahan dan mencegah PHK, seperti insentif perpajakan, restrukturisasi kredit, serta relaksasi impor bahan baku,&quot; jelasnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Gara-Gara Corona, Parkiran Juga Ikutan Sepi

Kepala Negara juga mengingatkan yang harus dibantu bukan hanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar saja, melainkan juga usaha ultramikro dan usaha mikro. Program stimulus ekonomi juga harus menjangkau sektor-sektor informal: pedagang kaki lima, tukang gorengan, tukang tambal ban, warung-warung kecil, dan sebagainya.

&quot;Jumlah yang seperti ini sangat besar. Menurut data Bappenas, angkanya mencapai 40 juta (orang) dan juga banyak menampung tenaga kerja. Sebagian besar dari mereka, tidak bersentuhan dengan bank atau lembaga keuangan, ini juga yang harus kita perhatikan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
