<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Ribu Kematian Akibat Virus Corona, Presiden Brasil: Terus Apa?</title><description>Brasil menjadi episentrum virus corona di Amerika Latin dengan lebih dari 6.400 kematian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/18/2208155/6-ribu-kematian-akibat-virus-corona-presiden-brasil-terus-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/02/18/2208155/6-ribu-kematian-akibat-virus-corona-presiden-brasil-terus-apa"/><item><title>6 Ribu Kematian Akibat Virus Corona, Presiden Brasil: Terus Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/18/2208155/6-ribu-kematian-akibat-virus-corona-presiden-brasil-terus-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/02/18/2208155/6-ribu-kematian-akibat-virus-corona-presiden-brasil-terus-apa</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/18/2208155/6-ribu-kematian-akibat-virus-corona-presiden-brasil-terus-apa-pVjZovA8y0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto/UOL)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/18/2208155/6-ribu-kematian-akibat-virus-corona-presiden-brasil-terus-apa-pVjZovA8y0.jpg</image><title>Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto/UOL)</title></images><description>BRASILIA &amp;ndash; Presiden Jair Bolsonaro memicu kemarahan warga Brasil karena berkomentar seakan tidak peduli dengan jumlah ribuan orang yang meninggal akibat virus corona.
Pada 28, April Presiden Brasil ditanya oleh seorang jurnalis mengenai fakta saat itu ada lebih 5 ribu warga meninggal karena virus corona.
&quot;Terus apa?&quot; jawab Presiden Bolsonaro mengutip AFP, Sabtu (2/5/2020).
Akibat pernyataan Bolsonaro gubernur, politisi, tenaga kesehatan dan tokoh media mengekspresikan kemarahan mereka.
Brasil menjadi episentrum virus corona di Amerika Latin dengan lebih dari 6.400 kematian, dan lebih dari 91.000 orang terinfeksi.
&quot;Terus apa? Maafkan aku. Apa yang Anda inginkan dari saya?&quot; ujar Bolsonaro. Dia bercanda meskipun nama tengahnya Mesias, &quot;Saya tidak melakukan mukjizat.&quot;
Wilson Witzel, gubernur negara bagian Rio de Janeiro, menyebut pernyataan presiden tidak bisa diterima.
Joao Doria, gubernur negara bagian Sao Paulo yang juga berada di garis depan pertempuran melawan virus corona dengan lebih dari 2.500 kematian, dan meminta Bolsonaro dari ibu kota Brasilia.
&quot;Di negara ini banyak orang yang menangisi orang mati dan terinfeksi,&quot; ujarnya.
Tidak seperti banyak kepala negara lainnya, Presiden Bolsonari belum pernah terlihat di rumah sakit mana pun di negara itu, juga tidak pernah menyatakan simpati kepada korban virus corona atau petugas kesehatan yang mengutuk kurangnya ventilator atau tempat tidur.
Tangan besi
Ketua serikat dokter di Sao Paulo, Eder Gatti, meminta Bolsonaro untuk lebih serius Bolsonaro
Lucio Renno, direktur Institute of Political Science di Universitas Brasilia, mengatakan bahwa Presiden Bolsonaro tidak menunjukkan sedikit kepekaan terhadap tragedi yang dialami keluarga-keluarga yang terkena dampak pandemi Covid-19.
&quot;Gayanya tangan besi, tidak menunjukkan solidaritas atau empati,&quot; katanya kepada AFP.
Miriam Leitao, seorang penulis op-ed di harian O Globo, menulis bahwa Bolsonaro telah mundur dari kepresidenan karena pernyataannya, &amp;ldquo;terus apa&amp;rdquo;.
&quot;Siapa pun yang menunjukkan penghinaan terhadap bangsanya sendiri tidak bisa lagi menjadi presiden,&quot; tulisnya.
</description><content:encoded>BRASILIA &amp;ndash; Presiden Jair Bolsonaro memicu kemarahan warga Brasil karena berkomentar seakan tidak peduli dengan jumlah ribuan orang yang meninggal akibat virus corona.
Pada 28, April Presiden Brasil ditanya oleh seorang jurnalis mengenai fakta saat itu ada lebih 5 ribu warga meninggal karena virus corona.
&quot;Terus apa?&quot; jawab Presiden Bolsonaro mengutip AFP, Sabtu (2/5/2020).
Akibat pernyataan Bolsonaro gubernur, politisi, tenaga kesehatan dan tokoh media mengekspresikan kemarahan mereka.
Brasil menjadi episentrum virus corona di Amerika Latin dengan lebih dari 6.400 kematian, dan lebih dari 91.000 orang terinfeksi.
&quot;Terus apa? Maafkan aku. Apa yang Anda inginkan dari saya?&quot; ujar Bolsonaro. Dia bercanda meskipun nama tengahnya Mesias, &quot;Saya tidak melakukan mukjizat.&quot;
Wilson Witzel, gubernur negara bagian Rio de Janeiro, menyebut pernyataan presiden tidak bisa diterima.
Joao Doria, gubernur negara bagian Sao Paulo yang juga berada di garis depan pertempuran melawan virus corona dengan lebih dari 2.500 kematian, dan meminta Bolsonaro dari ibu kota Brasilia.
&quot;Di negara ini banyak orang yang menangisi orang mati dan terinfeksi,&quot; ujarnya.
Tidak seperti banyak kepala negara lainnya, Presiden Bolsonari belum pernah terlihat di rumah sakit mana pun di negara itu, juga tidak pernah menyatakan simpati kepada korban virus corona atau petugas kesehatan yang mengutuk kurangnya ventilator atau tempat tidur.
Tangan besi
Ketua serikat dokter di Sao Paulo, Eder Gatti, meminta Bolsonaro untuk lebih serius Bolsonaro
Lucio Renno, direktur Institute of Political Science di Universitas Brasilia, mengatakan bahwa Presiden Bolsonaro tidak menunjukkan sedikit kepekaan terhadap tragedi yang dialami keluarga-keluarga yang terkena dampak pandemi Covid-19.
&quot;Gayanya tangan besi, tidak menunjukkan solidaritas atau empati,&quot; katanya kepada AFP.
Miriam Leitao, seorang penulis op-ed di harian O Globo, menulis bahwa Bolsonaro telah mundur dari kepresidenan karena pernyataannya, &amp;ldquo;terus apa&amp;rdquo;.
&quot;Siapa pun yang menunjukkan penghinaan terhadap bangsanya sendiri tidak bisa lagi menjadi presiden,&quot; tulisnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
