<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Himpitan Ekonomi Membuat Pasukan Oranye Tetap Bekerja di Tengah Wabah Corona   </title><description>Himpitan ekonomi membuat sebagian orang tetap melaksanakan aktivitas kerja di tengah wabah virus corona</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/338/2208174/himpitan-ekonomi-membuat-pasukan-oranye-tetap-bekerja-di-tengah-wabah-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/02/338/2208174/himpitan-ekonomi-membuat-pasukan-oranye-tetap-bekerja-di-tengah-wabah-corona"/><item><title> Himpitan Ekonomi Membuat Pasukan Oranye Tetap Bekerja di Tengah Wabah Corona   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/338/2208174/himpitan-ekonomi-membuat-pasukan-oranye-tetap-bekerja-di-tengah-wabah-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/02/338/2208174/himpitan-ekonomi-membuat-pasukan-oranye-tetap-bekerja-di-tengah-wabah-corona</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/338/2208174/himpitan-ekonomi-membuat-pasukan-oranye-tetap-bekerja-di-tengah-wabah-corona-2ziIwK0BJN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu petugas PPSU, Rubiakto (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/338/2208174/himpitan-ekonomi-membuat-pasukan-oranye-tetap-bekerja-di-tengah-wabah-corona-2ziIwK0BJN.jpg</image><title>Salah satu petugas PPSU, Rubiakto (foto: ist)</title></images><description>

JAKARTA - Himpitan ekonomi membuat sebagian orang tetap melaksanakan aktivitas kerja di tengah wabah virus corona, atau Covid-19 yang sedang melanda Jakarta. Salah satu contohnya menimpa Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, Sukiyah (46).

&quot;Sebenarnya khawatir, tapi karena jadi kepala rumah tangga, bapak kan sudah cacat. Kita butuh ekonomi, ya kita lanjutin terus,&quot; kata Sukiyah saat ditemui Okezone di Jalan Medan Merdeka selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2020).

Selain itu, lanjut dia, yang membuat dirinya tak khawatir ialah, selalu dibekali alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan dan hand sanitizer oleh pihak kelurahan saat akan bertugas.

Saat wilayah Ibu Kota menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kata dia, volume sampah masih sama seperti biasanya. Sebab, kini intensitas ujan dan angin kencang masih kerap melanda Jakarta, sehingga banyak daun-daun yang rontok berjatuhan ke jalanan.

&quot;Sampah makanan agak jarang. Kalau sampah daun-daun, malah lebih dahsyat. Kayaknya emang lagi musim rontok,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ia mengaku hingga kini dari Dinas Lingkungan Hidup tak ada kebijakan pengurangan PPSU. Kemudian, pendapatan yang diterima per bulan pun tak dikurangi, meski kini krisis ekonomi melanda Jakarta akibat pandemi corona.

&quot;Enggak, sama aja. Sehari 8 jam kerja. Tapi sekarang agak dikasih toleransi sedikit dari atasan karena ngejar busway,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Rubiakto (48) menyatakan tetap bekerja sebagai PPSU karena kini tak ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan oleh dirinya.

&quot;Yang penting tetap hati-hati dan selalu mengenakan masker serta cuci tangan ketika selesai bertugas,&quot; katanya.

Ia menyebut volume sampah plastik selama PSBB berlangsung agak berkurang. Namun, untuk dedaunan dan batang-batang pohon masih banyak.

&quot;Sampah plastik berkurang. Tapi kalau daun-daun gitu masih banyak,&quot; kata dia.</description><content:encoded>

JAKARTA - Himpitan ekonomi membuat sebagian orang tetap melaksanakan aktivitas kerja di tengah wabah virus corona, atau Covid-19 yang sedang melanda Jakarta. Salah satu contohnya menimpa Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, Sukiyah (46).

&quot;Sebenarnya khawatir, tapi karena jadi kepala rumah tangga, bapak kan sudah cacat. Kita butuh ekonomi, ya kita lanjutin terus,&quot; kata Sukiyah saat ditemui Okezone di Jalan Medan Merdeka selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2020).

Selain itu, lanjut dia, yang membuat dirinya tak khawatir ialah, selalu dibekali alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan dan hand sanitizer oleh pihak kelurahan saat akan bertugas.

Saat wilayah Ibu Kota menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kata dia, volume sampah masih sama seperti biasanya. Sebab, kini intensitas ujan dan angin kencang masih kerap melanda Jakarta, sehingga banyak daun-daun yang rontok berjatuhan ke jalanan.

&quot;Sampah makanan agak jarang. Kalau sampah daun-daun, malah lebih dahsyat. Kayaknya emang lagi musim rontok,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Ia mengaku hingga kini dari Dinas Lingkungan Hidup tak ada kebijakan pengurangan PPSU. Kemudian, pendapatan yang diterima per bulan pun tak dikurangi, meski kini krisis ekonomi melanda Jakarta akibat pandemi corona.

&quot;Enggak, sama aja. Sehari 8 jam kerja. Tapi sekarang agak dikasih toleransi sedikit dari atasan karena ngejar busway,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Rubiakto (48) menyatakan tetap bekerja sebagai PPSU karena kini tak ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan oleh dirinya.

&quot;Yang penting tetap hati-hati dan selalu mengenakan masker serta cuci tangan ketika selesai bertugas,&quot; katanya.

Ia menyebut volume sampah plastik selama PSBB berlangsung agak berkurang. Namun, untuk dedaunan dan batang-batang pohon masih banyak.

&quot;Sampah plastik berkurang. Tapi kalau daun-daun gitu masih banyak,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
