<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjuangan Warga Evakuasi Korban Banjir Masuk Kolong Mobil di Semarang</title><description>Ini kisah perjuangan berat warga dalam mengevakuasi korban banjir yang terseret masuk kolong mobil di Semarang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208038/perjuangan-warga-evakuasi-korban-banjir-masuk-kolong-mobil-di-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208038/perjuangan-warga-evakuasi-korban-banjir-masuk-kolong-mobil-di-semarang"/><item><title>Perjuangan Warga Evakuasi Korban Banjir Masuk Kolong Mobil di Semarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208038/perjuangan-warga-evakuasi-korban-banjir-masuk-kolong-mobil-di-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208038/perjuangan-warga-evakuasi-korban-banjir-masuk-kolong-mobil-di-semarang</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/512/2208038/perjuangan-warga-evakuasi-korban-banjir-masuk-kolong-mobil-di-semarang-cjprt4KKy4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi korban terseret arus banjir hingga masuk kolong mobil di Semarang. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/512/2208038/perjuangan-warga-evakuasi-korban-banjir-masuk-kolong-mobil-di-semarang-cjprt4KKy4.jpg</image><title>Evakuasi korban terseret arus banjir hingga masuk kolong mobil di Semarang. (Foto: Istimewa)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Proses evakuasi korban terseret arus banjir hingga masuk kolong mobil di Jalan Pleburan Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah, berlangsung cukup sulit. Derasnya air yang memenuhi badan jalan menjadi kendala utama bagi warga.
&quot;Korban di bawah mobil posisi di bawah agak sulit dievakuasi, karena arus air yang dari arah Taman Singosari sangat kencang,&quot; kata Risky, warga setempat, Sabtu (2/5/2020).
Baca juga:   Korban Banjir di Semarang Diduga Terseret Arus Masuk Kolong Mobil&amp;nbsp;
 
&quot;Lalu mobil diangkat sedikit agar korban bisa dievakuasi lebih mudah,&quot; tambahnya.
Dia menjelaskan, musibah itu bermula dari hujan deras pada Jumat 1 Mei jelang buka puasa. Hujan berlangsung lama, mengakibatkan saluran air meluap hingga menggenangi badan jalan. Gelontoran air juga mengalir deras hingga membahayakan pengguna jalan.

Sekira pukul 18.30 WIB, korban bernama Max Haryanto (63) berniat memindahkan mobil berpelat nomor G-8931-DA yang terparkir di depan rumah Jalan Pleburan Raya Nomor 14. Tak hanya hujan deras, genangan air di jalanan juga semakin meningkat.
&quot;Saat hujan deras, korban Bapak Max Haryanto akan mengecek mobil di depan rumahnya. Karena kondisi jalan tergenang air dan arus cukup deras, saat membuka pintu mobil korban terpelesat dan jatuh terseret air masuk ke bawah kolong mobil dan terjepit,&quot; terang Risky.
Baca juga:   Ini Identitas Korban Tewas Terseret Banjir di Kolong Mobil&amp;nbsp;
 
Sejumlah warga yang melihat peristiwa itu segera berlari ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Di bawah guyuran hujan dan derasnya arus banjir, warga berjuang sekuat tenaga menyelamatkan korban.
&quot;Dibantu beberapa orang akhirnya korban bisa dievakuasi keluar dari kolong mobil. Tetapi karena terlalu lama terendam di dalam air, korban sudah meninggal dunia saat berhasil dievakuasi. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Kariadi,&quot; lengkapnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Proses evakuasi korban terseret arus banjir hingga masuk kolong mobil di Jalan Pleburan Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah, berlangsung cukup sulit. Derasnya air yang memenuhi badan jalan menjadi kendala utama bagi warga.
&quot;Korban di bawah mobil posisi di bawah agak sulit dievakuasi, karena arus air yang dari arah Taman Singosari sangat kencang,&quot; kata Risky, warga setempat, Sabtu (2/5/2020).
Baca juga:   Korban Banjir di Semarang Diduga Terseret Arus Masuk Kolong Mobil&amp;nbsp;
 
&quot;Lalu mobil diangkat sedikit agar korban bisa dievakuasi lebih mudah,&quot; tambahnya.
Dia menjelaskan, musibah itu bermula dari hujan deras pada Jumat 1 Mei jelang buka puasa. Hujan berlangsung lama, mengakibatkan saluran air meluap hingga menggenangi badan jalan. Gelontoran air juga mengalir deras hingga membahayakan pengguna jalan.

Sekira pukul 18.30 WIB, korban bernama Max Haryanto (63) berniat memindahkan mobil berpelat nomor G-8931-DA yang terparkir di depan rumah Jalan Pleburan Raya Nomor 14. Tak hanya hujan deras, genangan air di jalanan juga semakin meningkat.
&quot;Saat hujan deras, korban Bapak Max Haryanto akan mengecek mobil di depan rumahnya. Karena kondisi jalan tergenang air dan arus cukup deras, saat membuka pintu mobil korban terpelesat dan jatuh terseret air masuk ke bawah kolong mobil dan terjepit,&quot; terang Risky.
Baca juga:   Ini Identitas Korban Tewas Terseret Banjir di Kolong Mobil&amp;nbsp;
 
Sejumlah warga yang melihat peristiwa itu segera berlari ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Di bawah guyuran hujan dan derasnya arus banjir, warga berjuang sekuat tenaga menyelamatkan korban.
&quot;Dibantu beberapa orang akhirnya korban bisa dievakuasi keluar dari kolong mobil. Tetapi karena terlalu lama terendam di dalam air, korban sudah meninggal dunia saat berhasil dievakuasi. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Kariadi,&quot; lengkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
