<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Sebut Tak Ambil Gaji sejak 2013, Disumbangkan untuk Penanganan Corona</title><description>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tidak pernah mengambil gajinya sejak 2013.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208048/ganjar-sebut-tak-ambil-gaji-sejak-2013-disumbangkan-untuk-penanganan-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208048/ganjar-sebut-tak-ambil-gaji-sejak-2013-disumbangkan-untuk-penanganan-corona"/><item><title>Ganjar Sebut Tak Ambil Gaji sejak 2013, Disumbangkan untuk Penanganan Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208048/ganjar-sebut-tak-ambil-gaji-sejak-2013-disumbangkan-untuk-penanganan-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/02/512/2208048/ganjar-sebut-tak-ambil-gaji-sejak-2013-disumbangkan-untuk-penanganan-corona</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/512/2208048/ganjar-sebut-tak-ambil-gaji-sejak-2013-disumbangkan-untuk-penanganan-corona-F3rhGWhYrJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Taufik Budi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/512/2208048/ganjar-sebut-tak-ambil-gaji-sejak-2013-disumbangkan-untuk-penanganan-corona-F3rhGWhYrJ.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Taufik Budi/Okezone)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut tidak pernah mengambil gaji sejak 2013. Maka itu, dia berkomitmen menyumbangkan seluruh penghasilannya tersebut untuk penanganan pandemi virus corona atau covid-19.
Politikus PDIP ini sebelumnya juga mengusulkan pemotongan 50 persen pendapatan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengatasi wabah corona. Usulan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang dipipmpin Presiden Joko Widodo pada Kamis 30 April.
&quot;Maka tadi ada yang tanya, Gubernur berani tidak gajinya dipotong 85 persen? Maaf untuk gaji tidak pernah saya ambil sejak 2013. Saya kembalikan,&quot; kata Ganjar, Sabtu (2/5/2020).
Bahkan ia menegaskan bukan sekadar gaji, namun seluruh pendapatnya pun siap dipotong untuk penanganan covid-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wMS8xLzEyMTI5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, jika seluruh kepala daerah, bahkan sampai pemerintah pusat, punya komitmen seperti itu, bakal memberi energi positif terhadap penanganan wabah virus corona dan akan diikuti oleh jajarannya.
&quot;Ini untuk menunjukkan komitmen. Tidak perlulah kita bicara satu tahun, tapi satu bulan. Dua atau tiga bulan itu sudah bagus kita untuk mengontribusikan itu. Maka problem yang ada di masyarakat bisa di-insert dengan rasa kemanusiaan dan persatuan yang kita miliki. Maka masyarakat bisa merasakan kita hadir,&quot; ungkapnya.
Ganjar berharap pemotongan gaji ASN menjadi spirit berbagi saat negara dalam kondisi krisis. Makanya dalam Musrenbang tersebut, jelas dia, untuk pemotongan pendapatan diambil contoh ASN golongan III.
Meski demikian, lanjut Ganjar, seluruh ASN dari segala golongan dan jabatan diharapkan terketuk untuk berempati lebih dalam penanganan covid-19.
&quot;Sebenarnya bukan soal golongannya, bukan persentasenya. Kalaulah soal gradual bisa dilakukan, dimulai saja dari pejabatnya dulu,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut tidak pernah mengambil gaji sejak 2013. Maka itu, dia berkomitmen menyumbangkan seluruh penghasilannya tersebut untuk penanganan pandemi virus corona atau covid-19.
Politikus PDIP ini sebelumnya juga mengusulkan pemotongan 50 persen pendapatan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengatasi wabah corona. Usulan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang dipipmpin Presiden Joko Widodo pada Kamis 30 April.
&quot;Maka tadi ada yang tanya, Gubernur berani tidak gajinya dipotong 85 persen? Maaf untuk gaji tidak pernah saya ambil sejak 2013. Saya kembalikan,&quot; kata Ganjar, Sabtu (2/5/2020).
Bahkan ia menegaskan bukan sekadar gaji, namun seluruh pendapatnya pun siap dipotong untuk penanganan covid-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wMS8xLzEyMTI5Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, jika seluruh kepala daerah, bahkan sampai pemerintah pusat, punya komitmen seperti itu, bakal memberi energi positif terhadap penanganan wabah virus corona dan akan diikuti oleh jajarannya.
&quot;Ini untuk menunjukkan komitmen. Tidak perlulah kita bicara satu tahun, tapi satu bulan. Dua atau tiga bulan itu sudah bagus kita untuk mengontribusikan itu. Maka problem yang ada di masyarakat bisa di-insert dengan rasa kemanusiaan dan persatuan yang kita miliki. Maka masyarakat bisa merasakan kita hadir,&quot; ungkapnya.
Ganjar berharap pemotongan gaji ASN menjadi spirit berbagi saat negara dalam kondisi krisis. Makanya dalam Musrenbang tersebut, jelas dia, untuk pemotongan pendapatan diambil contoh ASN golongan III.
Meski demikian, lanjut Ganjar, seluruh ASN dari segala golongan dan jabatan diharapkan terketuk untuk berempati lebih dalam penanganan covid-19.
&quot;Sebenarnya bukan soal golongannya, bukan persentasenya. Kalaulah soal gradual bisa dilakukan, dimulai saja dari pejabatnya dulu,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
