<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB: Pers Tangkal Misinformasi Pandemi Virus corona</title><description>Sejak pandemi merebak, banyak wartawan menjadi sasaran hukuman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/04/18/2208717/pbb-pers-tangkal-misinformasi-pandemi-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/04/18/2208717/pbb-pers-tangkal-misinformasi-pandemi-virus-corona"/><item><title>PBB: Pers Tangkal Misinformasi Pandemi Virus corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/04/18/2208717/pbb-pers-tangkal-misinformasi-pandemi-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/04/18/2208717/pbb-pers-tangkal-misinformasi-pandemi-virus-corona</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2020 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/04/18/2208717/pbb-pers-tangkal-misinformasi-pandemi-virus-corona-TkIFDhqW61.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto/PBB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/04/18/2208717/pbb-pers-tangkal-misinformasi-pandemi-virus-corona-TkIFDhqW61.jpg</image><title>Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto/PBB)</title></images><description>NEW YORK - Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Sekjen PBB Antonio Guterres pada Minggu, 3 April menyerukan kepada seluruh negara untuk memberi jaminan agar wartawan dapat melakukan pekerjaan mereka dengan aman di tengah pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Seiring merebaknya pandemi ini, merebak pula pandemi kedua yaitu misinformasi, dari nasehat kesehatan yang berbahaya hingga teori-teori konspirasi. Pers menjadi penangkalnya: berita dan fakta yang sudah diperiksa kebenarannya, berdasarkan sains dan fakta,&amp;rdquo; demikian pernyataan Guterres dalam pesan video.
Ditambahkannya, &amp;ldquo;Sejak pandemi merebak, banyak wartawan menjadi sasaran hukuman dan pembatasan yang diperluas hanya karena melakukan pekerjaan mereka.&amp;rdquo;
PBB mengakui perlunya membatasi perjalanan untuk mencegah meluasnya perebakan virus corona tetapi mengatakan pembatasan itu &amp;ldquo;seharusnya tidak disalahgunakan&amp;rdquo; supaya wartawan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka.
Menurut Press Emblem Campaign yang berkantor di Jenewa, sedikitnya 55 wartawan dari 23 negara telah meninggal sejak 1 Maret karena terjangkit virus corona.
Hari Kebebasan Pers Sedunia yang dipelopori oleh UNESCO telah menyatakan tema tahun ini adalah &amp;ldquo;Jurnalisme tanpa Takut atau Tanpa Sogok.&amp;rdquo;&amp;nbsp;
Menurut data Universitas Johns Hopkins virus corona telah menginfeksi 3.504.129 orang dan menyebabkan kematian 247.326 di seluruh dunia.
</description><content:encoded>NEW YORK - Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Sekjen PBB Antonio Guterres pada Minggu, 3 April menyerukan kepada seluruh negara untuk memberi jaminan agar wartawan dapat melakukan pekerjaan mereka dengan aman di tengah pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Seiring merebaknya pandemi ini, merebak pula pandemi kedua yaitu misinformasi, dari nasehat kesehatan yang berbahaya hingga teori-teori konspirasi. Pers menjadi penangkalnya: berita dan fakta yang sudah diperiksa kebenarannya, berdasarkan sains dan fakta,&amp;rdquo; demikian pernyataan Guterres dalam pesan video.
Ditambahkannya, &amp;ldquo;Sejak pandemi merebak, banyak wartawan menjadi sasaran hukuman dan pembatasan yang diperluas hanya karena melakukan pekerjaan mereka.&amp;rdquo;
PBB mengakui perlunya membatasi perjalanan untuk mencegah meluasnya perebakan virus corona tetapi mengatakan pembatasan itu &amp;ldquo;seharusnya tidak disalahgunakan&amp;rdquo; supaya wartawan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka.
Menurut Press Emblem Campaign yang berkantor di Jenewa, sedikitnya 55 wartawan dari 23 negara telah meninggal sejak 1 Maret karena terjangkit virus corona.
Hari Kebebasan Pers Sedunia yang dipelopori oleh UNESCO telah menyatakan tema tahun ini adalah &amp;ldquo;Jurnalisme tanpa Takut atau Tanpa Sogok.&amp;rdquo;&amp;nbsp;
Menurut data Universitas Johns Hopkins virus corona telah menginfeksi 3.504.129 orang dan menyebabkan kematian 247.326 di seluruh dunia.
</content:encoded></item></channel></rss>
