<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jurus Jitu Presiden Jokowi Antisipasi Kelangkaan Bahan Pokok</title><description>Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas tentang antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok di Istana Merdeka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209337/3-jurus-jitu-presiden-jokowi-antisipasi-kelangkaan-bahan-pokok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209337/3-jurus-jitu-presiden-jokowi-antisipasi-kelangkaan-bahan-pokok"/><item><title>3 Jurus Jitu Presiden Jokowi Antisipasi Kelangkaan Bahan Pokok</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209337/3-jurus-jitu-presiden-jokowi-antisipasi-kelangkaan-bahan-pokok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209337/3-jurus-jitu-presiden-jokowi-antisipasi-kelangkaan-bahan-pokok</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/337/2209337/3-jurus-jitu-presiden-jokowi-antisipasi-kelangkaan-bahan-pokok-eqX4fg6q3L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Biro Pers Istana</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/337/2209337/3-jurus-jitu-presiden-jokowi-antisipasi-kelangkaan-bahan-pokok-eqX4fg6q3L.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Biro Pers Istana</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok di Istana Merdeka, Jakarta. Ada tiga jurus untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pokok bila musim kemarau melanda Indonesia.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 30 persen wilayah yang masuk zona musim akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya ke depan. Oleh sebab itu, harus dimitigasi dan diperhitungkan dengan cermat.
&quot;Urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus kita hitung benar-benar karena berdasarkan prediksi dari BMKG 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim, ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya,&quot; ucap Jokowi, Selasa (5/5/2020).
&quot;Oleh sebab itu antisipasi mitigasi harus betul-betul di siapkan sehingga pekerjaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu,&quot; sambung dia.
Ada beberapa hal yang ditekankannya mengenai permasalahan ini. Pertama, ketersediaan air di daerah sentra produksi pertanian adalah kunci. Karenanya, ini harus disiapkan dari sekarang. Mulai dari penyimpanan air hujan, memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya penting.
&quot;Yang kedua, percepatan musim tanam. Kita harus manfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi, tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan,&quot; jelas Jokowi.
Ketersediaan sarana produksi pertanian baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk harus betul-betul ada dan harganya terjangkau. Kemudian kemarin juga ada stimulus ekonomi untuk petani. Ia meminta agar ini dipertajam lagi.
&quot;Yang ketiga, mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya detail, Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok di Istana Merdeka, Jakarta. Ada tiga jurus untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pokok bila musim kemarau melanda Indonesia.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 30 persen wilayah yang masuk zona musim akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya ke depan. Oleh sebab itu, harus dimitigasi dan diperhitungkan dengan cermat.
&quot;Urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus kita hitung benar-benar karena berdasarkan prediksi dari BMKG 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim, ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya,&quot; ucap Jokowi, Selasa (5/5/2020).
&quot;Oleh sebab itu antisipasi mitigasi harus betul-betul di siapkan sehingga pekerjaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu,&quot; sambung dia.
Ada beberapa hal yang ditekankannya mengenai permasalahan ini. Pertama, ketersediaan air di daerah sentra produksi pertanian adalah kunci. Karenanya, ini harus disiapkan dari sekarang. Mulai dari penyimpanan air hujan, memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya penting.
&quot;Yang kedua, percepatan musim tanam. Kita harus manfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi, tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan,&quot; jelas Jokowi.
Ketersediaan sarana produksi pertanian baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk harus betul-betul ada dan harganya terjangkau. Kemudian kemarin juga ada stimulus ekonomi untuk petani. Ia meminta agar ini dipertajam lagi.
&quot;Yang ketiga, mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya detail, Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
