<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub: KRL Tetap Beroperasi agar Masyarakat Tak Terkapar Secara Ekonomi</title><description>Menurutnya, telah ada Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 untuk mengatur penumpang di dalam KRL maupun stasiun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209351/kemenhub-krl-tetap-beroperasi-agar-masyarakat-tak-terkapar-secara-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209351/kemenhub-krl-tetap-beroperasi-agar-masyarakat-tak-terkapar-secara-ekonomi"/><item><title>Kemenhub: KRL Tetap Beroperasi agar Masyarakat Tak Terkapar Secara Ekonomi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209351/kemenhub-krl-tetap-beroperasi-agar-masyarakat-tak-terkapar-secara-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/05/337/2209351/kemenhub-krl-tetap-beroperasi-agar-masyarakat-tak-terkapar-secara-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/337/2209351/3-penumpang-positif-covid-19-kemenhub-krl-tetap-beroperasi-dengan-pembatasan-ketat-D2SH4MPZUB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KRL (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/337/2209351/3-penumpang-positif-covid-19-kemenhub-krl-tetap-beroperasi-dengan-pembatasan-ketat-D2SH4MPZUB.jpg</image><title>KRL (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan&amp;nbsp;kereta rel listrik (KRL) Jakarta Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tetap beroperasi meski ada tiga penumpang positif Covid-19. Bukan tanpa alasan, pemerintah tak ingin masyarakat terkapar secara ekonomi.
Menurut Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati moda transportasi massal tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat dalam beraktivitas. Sehingga, langkah yang diambil bukan menghentikan operasi, namun ke pembatasan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Prakiraan Cuaca, Hujan Merata di Seluruh Jakarta Selasa Siang)
&quot;KRL tetap boleh beroperasi, namun dengan pembatasan penumpang yang ketat. Kementerian Perhubungan berupaya membantu masyarakat pengguna KRL untuk tidak terpapar Covid-19, dan juga membantu mereka untuk tidak terkapar secara ekonomi,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).
Menurutnya, telah ada Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 untuk mengatur penumpang di dalam KRL maupun stasiun. Selain itu, mewajibkan PT KCI untuk melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
&quot;Akan diketatkan maksimal per gerbong  60 penumpang,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Penumpang KRL Tertular Corona, PT KCI Siap Kerjasama dengan Pemprov Jabar Cari Solusi Terbaik
Ia menyebut telah melakukan segala upaya untuk mencegah penumpang tidak terpapar penyakit asal Wuhan, China tersebut. &quot;Perlu dipahami bahwa  penularan Covid-19 bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di di KRL,&quot; katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Kemenhub untuk mengevaluasi kebijakan operasional KRL usai ditemukannya tiga penumpang moda transportasi tersebut positif corona. Penumpang diketahui positif corona setelah PT KCI menggelar tes swab massal dengan 325 penumpang secara acak pada 27 Maret 2020 lalu.
&quot;Baru saja mendapatkan kabar bahwa tiga penumpang KRL Bogor-Jakarta dinyatakan positif Covid-19,&quot; kata Bima Arya melalui akun Instagram pribadinya, Minggu 3 Mei malam.
Bima Arya yang juga penyintas Covid-19 itu menilai, saat ini transportasi publik dan kerumunan orang menjadi pusat penyebaran corona. &quot;Transportasi publik dan kerumunan jadi pusat penyebaran virus dari orang tanpa gejala,&quot; tuturnya. (ari)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan&amp;nbsp;kereta rel listrik (KRL) Jakarta Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tetap beroperasi meski ada tiga penumpang positif Covid-19. Bukan tanpa alasan, pemerintah tak ingin masyarakat terkapar secara ekonomi.
Menurut Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati moda transportasi massal tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat dalam beraktivitas. Sehingga, langkah yang diambil bukan menghentikan operasi, namun ke pembatasan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Prakiraan Cuaca, Hujan Merata di Seluruh Jakarta Selasa Siang)
&quot;KRL tetap boleh beroperasi, namun dengan pembatasan penumpang yang ketat. Kementerian Perhubungan berupaya membantu masyarakat pengguna KRL untuk tidak terpapar Covid-19, dan juga membantu mereka untuk tidak terkapar secara ekonomi,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).
Menurutnya, telah ada Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 untuk mengatur penumpang di dalam KRL maupun stasiun. Selain itu, mewajibkan PT KCI untuk melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
&quot;Akan diketatkan maksimal per gerbong  60 penumpang,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Penumpang KRL Tertular Corona, PT KCI Siap Kerjasama dengan Pemprov Jabar Cari Solusi Terbaik
Ia menyebut telah melakukan segala upaya untuk mencegah penumpang tidak terpapar penyakit asal Wuhan, China tersebut. &quot;Perlu dipahami bahwa  penularan Covid-19 bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di di KRL,&quot; katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta Kemenhub untuk mengevaluasi kebijakan operasional KRL usai ditemukannya tiga penumpang moda transportasi tersebut positif corona. Penumpang diketahui positif corona setelah PT KCI menggelar tes swab massal dengan 325 penumpang secara acak pada 27 Maret 2020 lalu.
&quot;Baru saja mendapatkan kabar bahwa tiga penumpang KRL Bogor-Jakarta dinyatakan positif Covid-19,&quot; kata Bima Arya melalui akun Instagram pribadinya, Minggu 3 Mei malam.
Bima Arya yang juga penyintas Covid-19 itu menilai, saat ini transportasi publik dan kerumunan orang menjadi pusat penyebaran corona. &quot;Transportasi publik dan kerumunan jadi pusat penyebaran virus dari orang tanpa gejala,&quot; tuturnya. (ari)</content:encoded></item></channel></rss>
