<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Polisi di Cek Poin, Sibuk Periksa Pemudik hingga Takut Tertular Corona</title><description>Sejak tanggal 24 April 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melarang masyarakat melakukan mudik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209762/curhat-polisi-di-cek-poin-sibuk-periksa-pemudik-hingga-takut-tertular-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209762/curhat-polisi-di-cek-poin-sibuk-periksa-pemudik-hingga-takut-tertular-corona"/><item><title>Curhat Polisi di Cek Poin, Sibuk Periksa Pemudik hingga Takut Tertular Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209762/curhat-polisi-di-cek-poin-sibuk-periksa-pemudik-hingga-takut-tertular-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209762/curhat-polisi-di-cek-poin-sibuk-periksa-pemudik-hingga-takut-tertular-corona</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 00:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/525/2209762/curhat-polisi-di-cek-poin-sibuk-periksa-pemudik-hingga-takut-tertular-corona-CqNBb0YVLK.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/525/2209762/curhat-polisi-di-cek-poin-sibuk-periksa-pemudik-hingga-takut-tertular-corona-CqNBb0YVLK.JPG</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>CIREBON - Sejak tanggal 24 April 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melarang masyarakat melakukan mudik di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Dalam penerapannya, sejumlah pos penjagaan (cek poin) didirikan di beberapa daerah, termasuk di Cirebon, Jawa Barat.
Pendirian cek poin itu dimaksudkan untuk memeriksa masyarakat yang nekat melakukan mudik. Mereka diperiksa identitas asal serta kondisi kesehatannya. Biasanya, dalam satu cek poin terdapat beberapa petugas gabungan yang bersiaga.
Banyak cerita yang dialami para petugas di setiap cek poin. Salah satunya adalah Bhabinkamtibmas Desa Mundu Pesisir Polsek Mundu, Brigadir Rosid. Ia menjadi salah satu petugas yang bersiaga di cek poin Mundu, Cirebon, Jawa Barat.

Rosid berujar, ia menjelaskan, dirinya dan beberapa petugas gabungan lainnya akan secara bergantian bersiaga di pos cek poin. Sesuai jadwal yang sudah dibuat. Rata-rata, mereka akan standby selama 12 jam. Ia mengungkapkan, meski harus bersiaga selama 12 jam lamanya, hingga saat ini dirinya belum pernah batal puasa.
Rosid mengaku tidak mengalami kendala apapun dalam melakukan pemeriksaan dan penyekatan kendaraan yang datang dari luar Cirebon. Kendati begitu, ada beberapa hal menarik yang ia temui saat menjalankan tugasnya. Seperti, banyak para pengendara yang sebetulnya sadar dan paham akan risiko melakukan mudik di tengah pandemi.
&quot;Tidak ada kendala saat melakukan pemeriksaan atau penyekatan. Kami memeriksa identitas dan kondisi kesehatannya. Rata-rata sebenarnya mereka itu sadar kalau bepergian atau mudik itu resikonya besar,&quot; kata Rosid saat berbincang dengan Okezone, Selasa, 5 Mei 2020.

Dari sudut pandangnya ia berpendapat, mungkin saja masyarakat yang nekat melakukan mudik itu tidak punya pilihan lain. Mengingat, banyak hal yang terdampak akibat merebaknya virus corona.
Selain hal di atas, menurut Rosid, akibat pandemi Covid-19 ada sedikit perbedaan yang ia rasakan ketika bertugas di bulan Ramadhan. Ditahun sebelumnya ia akan sibuk bertugas di jalan raya pada sepekan menjelang lebaran dan satu minggu sesudah lebaran, karena arus mudik. Namun saat ini, ia harus bertugas sejak awal Ramadhan karena bersiaga di pos cek poin.
&quot;Kalau tahun sebelumnya kan pasti sibuknya di seminggu sebelum lebaran dan seminggu sesudah lebaran. Karena ada arus mudik dan arus balik. Tapi kali ini lebih awal,&quot; ujar Rosid.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNC8xLzEyMTI5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rosid melanjutkan, rasa khawatir terhadap risiko tertular Covid-19 pun sering muncul di pikirannya, karena dirinya sering bertugas dan bersiaga di lapangan. Namun, kekhawatiran tersebut tidak akan menghalanginya untuk menjalankan tugas.
Guna menghilangkan rasa khawatir tersebut, ia bersama petugas lainnya berinisiatif untuk mengikuti pemeriksaan rapid test. Dari hasil rapid test itu, ia dinyatakan negatif Covid-19. Ia bersyukur dengan hasil tersebut karena beban bisa mengurangi beban psikologisnya. Sehingga ia dapat menjalankan tugasnya dengan tenang di cek poin.
&quot;Karena khawatir kita inisiatif ikut rapid test. Akhirnya negatif. Sedikit lega jadinya,&quot; ucap Rosid.</description><content:encoded>CIREBON - Sejak tanggal 24 April 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melarang masyarakat melakukan mudik di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Dalam penerapannya, sejumlah pos penjagaan (cek poin) didirikan di beberapa daerah, termasuk di Cirebon, Jawa Barat.
Pendirian cek poin itu dimaksudkan untuk memeriksa masyarakat yang nekat melakukan mudik. Mereka diperiksa identitas asal serta kondisi kesehatannya. Biasanya, dalam satu cek poin terdapat beberapa petugas gabungan yang bersiaga.
Banyak cerita yang dialami para petugas di setiap cek poin. Salah satunya adalah Bhabinkamtibmas Desa Mundu Pesisir Polsek Mundu, Brigadir Rosid. Ia menjadi salah satu petugas yang bersiaga di cek poin Mundu, Cirebon, Jawa Barat.

Rosid berujar, ia menjelaskan, dirinya dan beberapa petugas gabungan lainnya akan secara bergantian bersiaga di pos cek poin. Sesuai jadwal yang sudah dibuat. Rata-rata, mereka akan standby selama 12 jam. Ia mengungkapkan, meski harus bersiaga selama 12 jam lamanya, hingga saat ini dirinya belum pernah batal puasa.
Rosid mengaku tidak mengalami kendala apapun dalam melakukan pemeriksaan dan penyekatan kendaraan yang datang dari luar Cirebon. Kendati begitu, ada beberapa hal menarik yang ia temui saat menjalankan tugasnya. Seperti, banyak para pengendara yang sebetulnya sadar dan paham akan risiko melakukan mudik di tengah pandemi.
&quot;Tidak ada kendala saat melakukan pemeriksaan atau penyekatan. Kami memeriksa identitas dan kondisi kesehatannya. Rata-rata sebenarnya mereka itu sadar kalau bepergian atau mudik itu resikonya besar,&quot; kata Rosid saat berbincang dengan Okezone, Selasa, 5 Mei 2020.

Dari sudut pandangnya ia berpendapat, mungkin saja masyarakat yang nekat melakukan mudik itu tidak punya pilihan lain. Mengingat, banyak hal yang terdampak akibat merebaknya virus corona.
Selain hal di atas, menurut Rosid, akibat pandemi Covid-19 ada sedikit perbedaan yang ia rasakan ketika bertugas di bulan Ramadhan. Ditahun sebelumnya ia akan sibuk bertugas di jalan raya pada sepekan menjelang lebaran dan satu minggu sesudah lebaran, karena arus mudik. Namun saat ini, ia harus bertugas sejak awal Ramadhan karena bersiaga di pos cek poin.
&quot;Kalau tahun sebelumnya kan pasti sibuknya di seminggu sebelum lebaran dan seminggu sesudah lebaran. Karena ada arus mudik dan arus balik. Tapi kali ini lebih awal,&quot; ujar Rosid.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNC8xLzEyMTI5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rosid melanjutkan, rasa khawatir terhadap risiko tertular Covid-19 pun sering muncul di pikirannya, karena dirinya sering bertugas dan bersiaga di lapangan. Namun, kekhawatiran tersebut tidak akan menghalanginya untuk menjalankan tugas.
Guna menghilangkan rasa khawatir tersebut, ia bersama petugas lainnya berinisiatif untuk mengikuti pemeriksaan rapid test. Dari hasil rapid test itu, ia dinyatakan negatif Covid-19. Ia bersyukur dengan hasil tersebut karena beban bisa mengurangi beban psikologisnya. Sehingga ia dapat menjalankan tugasnya dengan tenang di cek poin.
&quot;Karena khawatir kita inisiatif ikut rapid test. Akhirnya negatif. Sedikit lega jadinya,&quot; ucap Rosid.</content:encoded></item></channel></rss>
