<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tak Ada Pos Penyekatan PSBB, Pemudik Asal Depok Lolos ke Bandung   </title><description>Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat, masih ada ditemui masyarakat yang mudik.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209941/tak-ada-pos-penyekatan-psbb-pemudik-asal-depok-lolos-ke-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209941/tak-ada-pos-penyekatan-psbb-pemudik-asal-depok-lolos-ke-bandung"/><item><title> Tak Ada Pos Penyekatan PSBB, Pemudik Asal Depok Lolos ke Bandung   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209941/tak-ada-pos-penyekatan-psbb-pemudik-asal-depok-lolos-ke-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/06/525/2209941/tak-ada-pos-penyekatan-psbb-pemudik-asal-depok-lolos-ke-bandung</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/525/2209941/tak-ada-pos-penyekatan-psbb-pemudik-asal-depok-lolos-ke-bandung-6RaQClRtns.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/525/2209941/tak-ada-pos-penyekatan-psbb-pemudik-asal-depok-lolos-ke-bandung-6RaQClRtns.jpg</image><title>Foto Ilustrasi Okezone</title></images><description>
BANDUNG - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat, masih ada ditemui masyarakat yang mudik. Tidak adanya pos penyekatan, membuat pemudik lolos dan tidak mematuhi PSBB.

&quot;Saya dari Depok ini, mau mudik ke Cilacap,&quot; kata Sakun Guntoro, saat di temui di Pos Penyekatan PSBB Cibeureum, perbatasan Bandung Cimahi, Jalan Rajawali, Kota Bandung, Rabu (6/5/2020).

Sakun mengatakan, sepanjang perjalanan mudik dari Depok dengan menggunakan sepeda motor, tidak ada pos penyekatan satu pun. Ia menggunakan jalur Jonggol, kemudian Cianjur, masuk Bandung Barat dan akhirnya terjaring, di pos penyekatan Kota Bandung.

&quot;Tadi cuma di foto aja, enggak di catat sama polisi di Cianjur. Cuma di foto dan diperbolehkan jalan,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Anggota polisi yang berjaga di pos Cibeureum pun memberikan tindakan tegas terhadap Sakun. Ia diberikan catatan dengan dua pelanggaran, diantaranya karena yang berbocengan dan nekat mudik.

&quot;Saya rencana ke Cilacap. Enggak tahu ini mau di lanjutkan atau enggak,&quot; kata dia.

Disinggung nekat masih mudik, Sukun menuturkan, ia sudah dua bulan tidak memiliki penghasilan. Di Depok, ia berwirausaha sebagai seorang penjahit keliling. Semenjak pandemi corona, tidak ada sedikit pun pemasukan.

&quot;Saya juga sudah nunggak kontrakan. Makannya saya mending milih mudik,&quot; ucap dia.
</description><content:encoded>
BANDUNG - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat, masih ada ditemui masyarakat yang mudik. Tidak adanya pos penyekatan, membuat pemudik lolos dan tidak mematuhi PSBB.

&quot;Saya dari Depok ini, mau mudik ke Cilacap,&quot; kata Sakun Guntoro, saat di temui di Pos Penyekatan PSBB Cibeureum, perbatasan Bandung Cimahi, Jalan Rajawali, Kota Bandung, Rabu (6/5/2020).

Sakun mengatakan, sepanjang perjalanan mudik dari Depok dengan menggunakan sepeda motor, tidak ada pos penyekatan satu pun. Ia menggunakan jalur Jonggol, kemudian Cianjur, masuk Bandung Barat dan akhirnya terjaring, di pos penyekatan Kota Bandung.

&quot;Tadi cuma di foto aja, enggak di catat sama polisi di Cianjur. Cuma di foto dan diperbolehkan jalan,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Anggota polisi yang berjaga di pos Cibeureum pun memberikan tindakan tegas terhadap Sakun. Ia diberikan catatan dengan dua pelanggaran, diantaranya karena yang berbocengan dan nekat mudik.

&quot;Saya rencana ke Cilacap. Enggak tahu ini mau di lanjutkan atau enggak,&quot; kata dia.

Disinggung nekat masih mudik, Sukun menuturkan, ia sudah dua bulan tidak memiliki penghasilan. Di Depok, ia berwirausaha sebagai seorang penjahit keliling. Semenjak pandemi corona, tidak ada sedikit pun pemasukan.

&quot;Saya juga sudah nunggak kontrakan. Makannya saya mending milih mudik,&quot; ucap dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
