<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Djoko Santoso, dari Komandan Peleton hingga Redam Konflik Maluku</title><description>Semasa hidupnya, Djoko santoso punya karir militer cemerlang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/10/337/2211746/djoko-santoso-dari-komandan-peleton-hingga-redam-konflik-maluku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/10/337/2211746/djoko-santoso-dari-komandan-peleton-hingga-redam-konflik-maluku"/><item><title>Djoko Santoso, dari Komandan Peleton hingga Redam Konflik Maluku</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/10/337/2211746/djoko-santoso-dari-komandan-peleton-hingga-redam-konflik-maluku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/10/337/2211746/djoko-santoso-dari-komandan-peleton-hingga-redam-konflik-maluku</guid><pubDate>Minggu 10 Mei 2020 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/10/337/2211746/djoko-santoso-dari-komandan-peleton-hingga-redam-konflik-maluku-Guj68RF4Cu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Djoko Santoso.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/10/337/2211746/djoko-santoso-dari-komandan-peleton-hingga-redam-konflik-maluku-Guj68RF4Cu.jpg</image><title>Djoko Santoso.</title></images><description>JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso tutup usia, Minggu (10/5/2020) di usia 67 tahun. Semasa hidupnya, Djoko santoso punya karir militer cemerlang. Perjalanan politiknya pun tak kalah gemerlap.
Djoko Santoso lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 September 1952. Usai menamatkan sekolah di SMA Negeri 1 Surakarta, Djoko masuk ke Akademi Militer dan lulu Tahun 1975.
Selain itu, Djoko juga mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) pada 1976; Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) 1987; Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 1990; dan Lemhannas pada 2005.
Dia juga melanjutkan pendidikan S1 Sarjana Ilmu Politik dan S2 Manajemen Politik di Universitas Terbuka, Jakarta.

Djoko Santoso merupakan Panglima TNI ke -16 (28 Desember 2007-28 September 2010). Sebelumnya dia juga menjabat sebagai Kasad ke-24, sjak Februari 2005 hingga 28 Desember 2007.
Baca juga: Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Meninggal Dunia 
Karir Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Setelah jadi perwira tinggi dia menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000) dan Pangdivif 2/Kostrad (2001).
Dia kemudian menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003. Saat ini namanya bersinar karena berhasil meredam konflik di Maluku.
Setelahnya dia menjabat Panglima Kodam Jaya Maret 2003 &amp;ndash; Oktober 2003.
Prestasinya kian melejit hingga menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) pada tahun 2005 dan akhirnya Panglima TNI pada tahun 2007-2010.
Djoko Santoso bergabung ke Partai Gerindra pada 2015 dan masuk dalam struktur dewan pembina partai. Dia juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.</description><content:encoded>JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso tutup usia, Minggu (10/5/2020) di usia 67 tahun. Semasa hidupnya, Djoko santoso punya karir militer cemerlang. Perjalanan politiknya pun tak kalah gemerlap.
Djoko Santoso lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 September 1952. Usai menamatkan sekolah di SMA Negeri 1 Surakarta, Djoko masuk ke Akademi Militer dan lulu Tahun 1975.
Selain itu, Djoko juga mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) pada 1976; Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) 1987; Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 1990; dan Lemhannas pada 2005.
Dia juga melanjutkan pendidikan S1 Sarjana Ilmu Politik dan S2 Manajemen Politik di Universitas Terbuka, Jakarta.

Djoko Santoso merupakan Panglima TNI ke -16 (28 Desember 2007-28 September 2010). Sebelumnya dia juga menjabat sebagai Kasad ke-24, sjak Februari 2005 hingga 28 Desember 2007.
Baca juga: Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Meninggal Dunia 
Karir Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Setelah jadi perwira tinggi dia menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000) dan Pangdivif 2/Kostrad (2001).
Dia kemudian menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003. Saat ini namanya bersinar karena berhasil meredam konflik di Maluku.
Setelahnya dia menjabat Panglima Kodam Jaya Maret 2003 &amp;ndash; Oktober 2003.
Prestasinya kian melejit hingga menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) pada tahun 2005 dan akhirnya Panglima TNI pada tahun 2007-2010.
Djoko Santoso bergabung ke Partai Gerindra pada 2015 dan masuk dalam struktur dewan pembina partai. Dia juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
