<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Gebrakan Provinsi Lain Berpredikat Terbaik dalam Penanganan Covid-19</title><description>Persentase kesembuhan di Bali jauh lebih tinggi dibandingkan di seluruh dunia yang sebesar 33 persen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/337/2212545/menanti-gebrakan-provinsi-lain-berpredikat-terbaik-dalam-penanganan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/11/337/2212545/menanti-gebrakan-provinsi-lain-berpredikat-terbaik-dalam-penanganan-covid-19"/><item><title>Menanti Gebrakan Provinsi Lain Berpredikat Terbaik dalam Penanganan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/337/2212545/menanti-gebrakan-provinsi-lain-berpredikat-terbaik-dalam-penanganan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/11/337/2212545/menanti-gebrakan-provinsi-lain-berpredikat-terbaik-dalam-penanganan-covid-19</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 20:35 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/337/2212545/menanti-gebrakan-provinsi-lain-berpredikat-terbaik-dalam-penanganan-covid-19-UQ0yoVrrHK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/337/2212545/menanti-gebrakan-provinsi-lain-berpredikat-terbaik-dalam-penanganan-covid-19-UQ0yoVrrHK.jpg</image><title>Foto: Shutterstock</title></images><description>PERSENTASE kasus pasien sembuh di Bali kini jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Persentase kesembuhan pasien positif Covid-19 di Bali kini sudah mencapai 65 persen. Sedangkan di tingkat nasional, tingkat kesembuhan hanya 16 persen.

Persentase kesembuhan di Bali juga jauh lebih tinggi dibandingkan di seluruh dunia yang sebesar 33 persen. Saat ini, masih ada 101 pasien positif dirawat insentif dari total 300 kasus positif.

Bahkan, Gubernur Bali, I Wayan Koster berani mematok target bahwa awal Juni mendatang pandemi Covid-19 di Bali sudah berakhir.

Prestasi ini bahkan sampai dibawa Presiden Joko Widodo di rapat kabinet beberapa waktu lalu. Orang Nomor Satu di Indonesia itu bahkan menyebut Bali sebagai daerah percontohan untuk penanganan Virus Corona.

Rahasia Bali

Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, pihaknya langsung menginstruksikan semua desa untuk membentuk satgas Gotong Royong di 1.493 desa di seluruh Bali begitu Virus Corona mulai masuk ke Indonesia. Menurut Koster, Satgas Gotong Royong jadi garda terdepan minimnya penularan virus Corona.



&quot;Satgas Gotong Royong di desa-desa adat ini telah menunjukkan hasil nyata untuk pencegahan penularan Covid-19 di wilayah desa adatnya masing-masing. Belum ada provinsi lain yang punya kelembagaan yang dikelola dengan baik seperti di Bali,&quot; pujinya.

Jauh sebelum Virus Corona merebak, Desa Adat di Bali rupanya telah melakukan isolasi mandiri untuk mencegah orang yang diduga membawa Covid-19 masuk ke wilayah mereka.

Salah satunya adalah Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali yang sudah menerapkan isolasi mandiri sejak 26 Maret 2020.

Sejak akhir Maret warga diminta untuk tak keluar pada pukul 20.00-06.00 Wita. Dalam penerapannya, sudah disepakati ada sanksi tegas, yakni denda Rp 100 ribu bagi yang tidak mengikuti teguran petugas dan wajib ngaturang pejati ke desa adat.

Bahkan, bila terus membandel, akan dikenakan penyaksag denda. Jumlahnya Rp 500 ribu ditambah wajib ngaturang banten guru piduka.

Bendesa Gelgel Putu Gde Arimbawa menjelaskan setiap aturan adat yang dibuat untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, selalu dipatuhi oleh krama setempat.

&quot;Ini akan lebih maksimal bila dilakukan bersama-sama,&amp;rdquo; jelas Arimbawa.

Tetap Waspada

Walaupun Bali telah mencapai kemajuan yang luar biasa dalam penanganan Covid-19, Gubernur Bali, I Wayan Koster tetap meminta masyarakat untuk disiplin. Pihaknya juga memperketat pengawasan di semua lini.

Termasuk di dalamnya para pekerja migran/ABK yang pulang ke Bali, kini langsung diuji swab atau tidak lagi hanya di-rapid test. Mantan anggota DPR RI ini mengaku terus memantau perkembangan Covid-19 di Bali hari per hari dan detik per detik untuk belajar bagaimana mengelola dan menangani ini dengan baik.

&amp;ldquo;Hitungan kita, mudah-mudahan awal Juni mendatang pandemi Covid-19 ini di Bali bisa berakhir,&amp;rdquo; imbuhnya.



Koster menambahkan, negara-negara lain di dunia semuanya baru belajar untuk menangani pandemi Covid-19 yang belum pernah ada sebelumnya. Dikatakan bila tugas gubernur salah satunya yang paling penting adalah membuat kebijakan, instruksi hingga imbauan untuk mengatur warga guna mencegah penularan makin meluas.

Masyarakat dan juga lembaga desa adat di bawah, bertugas untuk melaksanakannya dengan baik. Di sisi lain, pihaknya juga sedang menyiapkan konsep mitigasi bencana menghadapi masalah-masalah seperti Covid-19 ini bilamana terjadi lagi di masa yang akan datang.

&amp;ldquo;Saya yakin saat ini alam sedang menguji kita terutama di Bali untuk berhenti sombong, berhenti angkuh dan egois,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Koster, semua pihak di Bali perlu introspeksi. Terutama dalam kaitan selama ini mengeksploitasi pariwisata besar-besaran.

&amp;ldquo;Saat kondisi seperti sekarang, di mana orang-orang yang mengambil keuntungan selama berpuluh tahun? Untuk itu saya berkomitmen untuk mengerem cara-cara yang mengeksploitasi alam Bali lewat visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan desa adat harus menjadi pilar utamanya,&amp;rdquo; pungkasnya.

Jadi Sorotan Media Asing

Tingginya angka kesembuhan dan kecilnya persentase angka kematian di Bali akibat Covid-19 sempat menjadi sebuah tulisan di Asian Times Financial.

Dalam sebuah tulisannya berjudul &amp;ldquo;Bali&amp;rsquo;s Mysterious Immunity to Covid-19,&amp;rdquo; (Imunitas Misterius Bali terhadap Covid-19) diulas tentang periode pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 3 bulan. Namun di Bali, situasinya terkendali.

Disebutkan pula dalam artikel yang dibuat oleh John Mcbeth itu, tidak ada cerita terkait RS yang penuh sesak oleh pasien Covid-19 di Bali.

Juga tidak ada peningkatan angka kremasi di sejumlah krematorium yang ada di Bali. Tak ada tanda-tanda bahwa virus ini mewabah di pulau yang berjuluk Pulau Dewata ini dengan populasi penduduk 4,2 juta.

Diketahui, pasien positif COVID-19 pada Senin (11/5/2020) masih bertambah. Namun, jumlahnya menurun dari sehari sebelumnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dari data, jumlah kumulatif kasus di Bali mencapai 314 orang. Artinya ada penambahan 3 kasus baru dari sehari sebelumnya yang mencapai 311 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah makin tinggi. Kumulatif kasus positif COVID-19 sembuh di Bali saat ini mencapai 210 kasus. Bertambah 6 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 204 pasien sembuh.

Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Datanya, 2 WNI dan 2 WNA.

Jika dipersentasekan, jumlah kasus sembuh kini mencapai 66,88 persen dari kumulatif kasus positif. Sementara untuk yang masih dirawat, persentasenya mencapai 31,85 persen atau sebanyak 100 orang. Sedangkan yang meninggal, persentasenya sebanyak 1,27 persen.


</description><content:encoded>PERSENTASE kasus pasien sembuh di Bali kini jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Persentase kesembuhan pasien positif Covid-19 di Bali kini sudah mencapai 65 persen. Sedangkan di tingkat nasional, tingkat kesembuhan hanya 16 persen.

Persentase kesembuhan di Bali juga jauh lebih tinggi dibandingkan di seluruh dunia yang sebesar 33 persen. Saat ini, masih ada 101 pasien positif dirawat insentif dari total 300 kasus positif.

Bahkan, Gubernur Bali, I Wayan Koster berani mematok target bahwa awal Juni mendatang pandemi Covid-19 di Bali sudah berakhir.

Prestasi ini bahkan sampai dibawa Presiden Joko Widodo di rapat kabinet beberapa waktu lalu. Orang Nomor Satu di Indonesia itu bahkan menyebut Bali sebagai daerah percontohan untuk penanganan Virus Corona.

Rahasia Bali

Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, pihaknya langsung menginstruksikan semua desa untuk membentuk satgas Gotong Royong di 1.493 desa di seluruh Bali begitu Virus Corona mulai masuk ke Indonesia. Menurut Koster, Satgas Gotong Royong jadi garda terdepan minimnya penularan virus Corona.



&quot;Satgas Gotong Royong di desa-desa adat ini telah menunjukkan hasil nyata untuk pencegahan penularan Covid-19 di wilayah desa adatnya masing-masing. Belum ada provinsi lain yang punya kelembagaan yang dikelola dengan baik seperti di Bali,&quot; pujinya.

Jauh sebelum Virus Corona merebak, Desa Adat di Bali rupanya telah melakukan isolasi mandiri untuk mencegah orang yang diduga membawa Covid-19 masuk ke wilayah mereka.

Salah satunya adalah Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali yang sudah menerapkan isolasi mandiri sejak 26 Maret 2020.

Sejak akhir Maret warga diminta untuk tak keluar pada pukul 20.00-06.00 Wita. Dalam penerapannya, sudah disepakati ada sanksi tegas, yakni denda Rp 100 ribu bagi yang tidak mengikuti teguran petugas dan wajib ngaturang pejati ke desa adat.

Bahkan, bila terus membandel, akan dikenakan penyaksag denda. Jumlahnya Rp 500 ribu ditambah wajib ngaturang banten guru piduka.

Bendesa Gelgel Putu Gde Arimbawa menjelaskan setiap aturan adat yang dibuat untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, selalu dipatuhi oleh krama setempat.

&quot;Ini akan lebih maksimal bila dilakukan bersama-sama,&amp;rdquo; jelas Arimbawa.

Tetap Waspada

Walaupun Bali telah mencapai kemajuan yang luar biasa dalam penanganan Covid-19, Gubernur Bali, I Wayan Koster tetap meminta masyarakat untuk disiplin. Pihaknya juga memperketat pengawasan di semua lini.

Termasuk di dalamnya para pekerja migran/ABK yang pulang ke Bali, kini langsung diuji swab atau tidak lagi hanya di-rapid test. Mantan anggota DPR RI ini mengaku terus memantau perkembangan Covid-19 di Bali hari per hari dan detik per detik untuk belajar bagaimana mengelola dan menangani ini dengan baik.

&amp;ldquo;Hitungan kita, mudah-mudahan awal Juni mendatang pandemi Covid-19 ini di Bali bisa berakhir,&amp;rdquo; imbuhnya.



Koster menambahkan, negara-negara lain di dunia semuanya baru belajar untuk menangani pandemi Covid-19 yang belum pernah ada sebelumnya. Dikatakan bila tugas gubernur salah satunya yang paling penting adalah membuat kebijakan, instruksi hingga imbauan untuk mengatur warga guna mencegah penularan makin meluas.

Masyarakat dan juga lembaga desa adat di bawah, bertugas untuk melaksanakannya dengan baik. Di sisi lain, pihaknya juga sedang menyiapkan konsep mitigasi bencana menghadapi masalah-masalah seperti Covid-19 ini bilamana terjadi lagi di masa yang akan datang.

&amp;ldquo;Saya yakin saat ini alam sedang menguji kita terutama di Bali untuk berhenti sombong, berhenti angkuh dan egois,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Koster, semua pihak di Bali perlu introspeksi. Terutama dalam kaitan selama ini mengeksploitasi pariwisata besar-besaran.

&amp;ldquo;Saat kondisi seperti sekarang, di mana orang-orang yang mengambil keuntungan selama berpuluh tahun? Untuk itu saya berkomitmen untuk mengerem cara-cara yang mengeksploitasi alam Bali lewat visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan desa adat harus menjadi pilar utamanya,&amp;rdquo; pungkasnya.

Jadi Sorotan Media Asing

Tingginya angka kesembuhan dan kecilnya persentase angka kematian di Bali akibat Covid-19 sempat menjadi sebuah tulisan di Asian Times Financial.

Dalam sebuah tulisannya berjudul &amp;ldquo;Bali&amp;rsquo;s Mysterious Immunity to Covid-19,&amp;rdquo; (Imunitas Misterius Bali terhadap Covid-19) diulas tentang periode pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 3 bulan. Namun di Bali, situasinya terkendali.

Disebutkan pula dalam artikel yang dibuat oleh John Mcbeth itu, tidak ada cerita terkait RS yang penuh sesak oleh pasien Covid-19 di Bali.

Juga tidak ada peningkatan angka kremasi di sejumlah krematorium yang ada di Bali. Tak ada tanda-tanda bahwa virus ini mewabah di pulau yang berjuluk Pulau Dewata ini dengan populasi penduduk 4,2 juta.

Diketahui, pasien positif COVID-19 pada Senin (11/5/2020) masih bertambah. Namun, jumlahnya menurun dari sehari sebelumnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dari data, jumlah kumulatif kasus di Bali mencapai 314 orang. Artinya ada penambahan 3 kasus baru dari sehari sebelumnya yang mencapai 311 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah makin tinggi. Kumulatif kasus positif COVID-19 sembuh di Bali saat ini mencapai 210 kasus. Bertambah 6 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 204 pasien sembuh.

Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Datanya, 2 WNI dan 2 WNA.

Jika dipersentasekan, jumlah kasus sembuh kini mencapai 66,88 persen dari kumulatif kasus positif. Sementara untuk yang masih dirawat, persentasenya mencapai 31,85 persen atau sebanyak 100 orang. Sedangkan yang meninggal, persentasenya sebanyak 1,27 persen.


</content:encoded></item></channel></rss>
