<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>350 Ribu Warga Tegal di Jabodetabek Diimbau Tak Mudik saat Pandemi Covid-19</title><description>Sebanyak 350 ribu warga Tegal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi diimbau untuk tidak mudik ke kampung halaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/338/2212550/350-ribu-warga-tegal-di-jabodetabek-diimbau-tak-mudik-saat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/11/338/2212550/350-ribu-warga-tegal-di-jabodetabek-diimbau-tak-mudik-saat-pandemi-covid-19"/><item><title>350 Ribu Warga Tegal di Jabodetabek Diimbau Tak Mudik saat Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/338/2212550/350-ribu-warga-tegal-di-jabodetabek-diimbau-tak-mudik-saat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/11/338/2212550/350-ribu-warga-tegal-di-jabodetabek-diimbau-tak-mudik-saat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 20:53 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/338/2212550/350-ribu-warga-tegal-di-jabodetabek-diimbau-tak-mudik-saat-pandemi-covid-19-3Fgl6w9vcH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/338/2212550/350-ribu-warga-tegal-di-jabodetabek-diimbau-tak-mudik-saat-pandemi-covid-19-3Fgl6w9vcH.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>BEKASI - Sebanyak 350 ribu warga Tegal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi diimbau untuk tidak mudik ke kampung halaman. Hal tersebut guna menghalau penyebaran Virus Corona ke daerah.

Imbauan tak mudik tersebut dihaturkan dengan slogan &quot;Yuk Aja Mudik Saiki Melasi Mane Karo Bapane Kowen&quot; atau yang berarti &quot;yuk jangan mudik sekarang, kasihani orangtuamu&quot; itu digagas Ikatan Keluarga Besar Tegal - Bahari Ayu (IKBT-BA) dan Ikatan Alumni SMA 1 Tegal (IKASMA).

Ketua Umum IKBT-BA dan IKASMA, dr Tafakurrozak juga mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan subsidi pembelian bahan baku pangan dan meringankan pajak atau menghilangkan pungutan apa pun selama pandemi kepada pengusaha Warug Tegal (Warteg).

&quot;Mengingat Warteg sebagai garda terdepan pelaku usaha kecil dalam menyediakan panganan untuk orang-orang yang biasanya berusaha pada sektor informal,&quot; jelasnya, Senin (11/5/2020).

Taffakurrozak juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan penggalangan dana, sembako dan APD untuk masyarakat Tegal di Jabodetabek.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xMC8xLzEyMTMxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kami sudah merealisasikan bantuan sembako untuk 2.000 orang, masker 2500 potong, baju Hazmat 100 buah, kacamata Google medis 100 buah dan sanitizer 500 buah dalam rangka tidak mudik,&quot; jelasnya.

Tahap selanjutnya, IKBT- BA membagikan 2.000 nasi bungkus warteg untuk masyarakat perantauan Tegal yang tinggal di Jabodetabek dengan tujuan utama memberikan stimulus agar warga perantauan Tegal di Jabodetabek Tidak mudik,&quot; jelasnya.

Pembagian sendiri bertempat di Warteg Harapan Indah di Jalan  Raya Harapan Indah, Tanah Apit, Medan Satria, Harapan Indah Bekasi, Jawa Barat.

</description><content:encoded>BEKASI - Sebanyak 350 ribu warga Tegal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi diimbau untuk tidak mudik ke kampung halaman. Hal tersebut guna menghalau penyebaran Virus Corona ke daerah.

Imbauan tak mudik tersebut dihaturkan dengan slogan &quot;Yuk Aja Mudik Saiki Melasi Mane Karo Bapane Kowen&quot; atau yang berarti &quot;yuk jangan mudik sekarang, kasihani orangtuamu&quot; itu digagas Ikatan Keluarga Besar Tegal - Bahari Ayu (IKBT-BA) dan Ikatan Alumni SMA 1 Tegal (IKASMA).

Ketua Umum IKBT-BA dan IKASMA, dr Tafakurrozak juga mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan subsidi pembelian bahan baku pangan dan meringankan pajak atau menghilangkan pungutan apa pun selama pandemi kepada pengusaha Warug Tegal (Warteg).

&quot;Mengingat Warteg sebagai garda terdepan pelaku usaha kecil dalam menyediakan panganan untuk orang-orang yang biasanya berusaha pada sektor informal,&quot; jelasnya, Senin (11/5/2020).

Taffakurrozak juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan penggalangan dana, sembako dan APD untuk masyarakat Tegal di Jabodetabek.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xMC8xLzEyMTMxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kami sudah merealisasikan bantuan sembako untuk 2.000 orang, masker 2500 potong, baju Hazmat 100 buah, kacamata Google medis 100 buah dan sanitizer 500 buah dalam rangka tidak mudik,&quot; jelasnya.

Tahap selanjutnya, IKBT- BA membagikan 2.000 nasi bungkus warteg untuk masyarakat perantauan Tegal yang tinggal di Jabodetabek dengan tujuan utama memberikan stimulus agar warga perantauan Tegal di Jabodetabek Tidak mudik,&quot; jelasnya.

Pembagian sendiri bertempat di Warteg Harapan Indah di Jalan  Raya Harapan Indah, Tanah Apit, Medan Satria, Harapan Indah Bekasi, Jawa Barat.

</content:encoded></item></channel></rss>
