<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Positif Corona di Sulawesi Utara Bertambah 18, Total 71 Kasus</title><description>Jumlah pasien positif terjangkit corona di Provinsi Sulawesi Utara tercatat mencapai 71 kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212057/pasien-positif-corona-di-sulawesi-utara-bertambah-18-total-71-kasus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212057/pasien-positif-corona-di-sulawesi-utara-bertambah-18-total-71-kasus"/><item><title>Pasien Positif Corona di Sulawesi Utara Bertambah 18, Total 71 Kasus</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212057/pasien-positif-corona-di-sulawesi-utara-bertambah-18-total-71-kasus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212057/pasien-positif-corona-di-sulawesi-utara-bertambah-18-total-71-kasus</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 08:55 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/340/2212057/pasien-positif-corona-di-sulawesi-utara-bertambah-18-total-71-kasus-zq9u7Alowm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penanganan pasien covid-19. (Foto: Dok Okezone/M Aditya PP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/340/2212057/pasien-positif-corona-di-sulawesi-utara-bertambah-18-total-71-kasus-zq9u7Alowm.jpg</image><title>Ilustrasi penanganan pasien covid-19. (Foto: Dok Okezone/M Aditya PP)</title></images><description>MANADO &amp;ndash; Kasus pasien terkonfirmasi virus corona di Provinsi Sulawesi Utara bertambah 18 orang, sehingga total menjadi 71. Sebelumnya pasien positif corona di Sulut hanya tercatat 43 orang.
Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, penambahan kasus ini disebabkan ada saat-saat di mana hasil laboratorium mengalami kekosongan atau keterlambatan pengiriman dari laboratorium di Makassar maupun Jakarta.
Baca juga:   Pasien Positif Corona di Jatim Mencapai 1.491, Tembus 3 Besar Nasional&amp;nbsp;
 
&quot;Tanggal 29 April sampai 3 Mei, kita tidak pernah menerima hasil, kemudian baru muncul tanggal 4. Sebagian penambahan kasus yang kita alami tiga hari terakhir, kemarin dulu 2, kemarin 6, dan hari ini 18 itu merupakan kumulatif dari hasil-hasil laboratorium yang terlambat kami terima ini,&quot; jelas Dandel, Minggu 10 Mei 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari 18 kasus baru tersebut, kata dia, paling banyak berasal dari klaster Gowa sebanyak 7 kasus, karyawan fasilitas kesehatan 4 kasus, kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif dan pelaku perjalanan dari daerah dengan transmisi lokal 4 kasus, tidak ada riwayat perjalanan 3 kasus di mana 1 orang di antaranya meninggal pada 8 Mei.
&quot;Yang kami laporkan hari ini adalah sebagian besar orang tanpa gejala (OTG) dari 18 yang kami laporkan. Ada 13 OTG atau gejala sangat minimum. Sementara 5 berstatus PDP atau yang memiliki gejala,&quot; kata Dandel.
Baca juga:   16 Klaster Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya&amp;nbsp;
 
Oleha karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap menaati anjuran social and physical distancing dan  hindari perjalanan ke mana pun. Sebagaimana bisa dilihat ada satu minggu tidak ada penambahan kasus, tetapi kemudian hasil laboratorium bermunculan, maka Sulut bertambah kasus dengan jumlah yang sangat signifikan.
&quot;Itu maknanya adalah pandemi kita belum selesai dan di sekitar kita masih terjadi penjangkitan sehingga kemudian kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetap semangat, tetapi tetap juga menyerahkan semuanya kepada Yang Mahakuasa, berdoa bersama kita, sehingga kemudian pandemi ini bisa berakhir di Provinsi Sulawesi Utara,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>MANADO &amp;ndash; Kasus pasien terkonfirmasi virus corona di Provinsi Sulawesi Utara bertambah 18 orang, sehingga total menjadi 71. Sebelumnya pasien positif corona di Sulut hanya tercatat 43 orang.
Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, penambahan kasus ini disebabkan ada saat-saat di mana hasil laboratorium mengalami kekosongan atau keterlambatan pengiriman dari laboratorium di Makassar maupun Jakarta.
Baca juga:   Pasien Positif Corona di Jatim Mencapai 1.491, Tembus 3 Besar Nasional&amp;nbsp;
 
&quot;Tanggal 29 April sampai 3 Mei, kita tidak pernah menerima hasil, kemudian baru muncul tanggal 4. Sebagian penambahan kasus yang kita alami tiga hari terakhir, kemarin dulu 2, kemarin 6, dan hari ini 18 itu merupakan kumulatif dari hasil-hasil laboratorium yang terlambat kami terima ini,&quot; jelas Dandel, Minggu 10 Mei 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari 18 kasus baru tersebut, kata dia, paling banyak berasal dari klaster Gowa sebanyak 7 kasus, karyawan fasilitas kesehatan 4 kasus, kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif dan pelaku perjalanan dari daerah dengan transmisi lokal 4 kasus, tidak ada riwayat perjalanan 3 kasus di mana 1 orang di antaranya meninggal pada 8 Mei.
&quot;Yang kami laporkan hari ini adalah sebagian besar orang tanpa gejala (OTG) dari 18 yang kami laporkan. Ada 13 OTG atau gejala sangat minimum. Sementara 5 berstatus PDP atau yang memiliki gejala,&quot; kata Dandel.
Baca juga:   16 Klaster Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya&amp;nbsp;
 
Oleha karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap menaati anjuran social and physical distancing dan  hindari perjalanan ke mana pun. Sebagaimana bisa dilihat ada satu minggu tidak ada penambahan kasus, tetapi kemudian hasil laboratorium bermunculan, maka Sulut bertambah kasus dengan jumlah yang sangat signifikan.
&quot;Itu maknanya adalah pandemi kita belum selesai dan di sekitar kita masih terjadi penjangkitan sehingga kemudian kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetap semangat, tetapi tetap juga menyerahkan semuanya kepada Yang Mahakuasa, berdoa bersama kita, sehingga kemudian pandemi ini bisa berakhir di Provinsi Sulawesi Utara,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
