<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Razia Penambangan Ilegal, Kapolsek Ditusuk &amp; Anggotanya Disandera Warga   </title><description>Pertambangan Tanpa Izin (PETI) semakin marak di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212348/razia-penambangan-ilegal-kapolsek-ditusuk-anggotanya-disandera-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212348/razia-penambangan-ilegal-kapolsek-ditusuk-anggotanya-disandera-warga"/><item><title> Razia Penambangan Ilegal, Kapolsek Ditusuk &amp; Anggotanya Disandera Warga   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212348/razia-penambangan-ilegal-kapolsek-ditusuk-anggotanya-disandera-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/11/340/2212348/razia-penambangan-ilegal-kapolsek-ditusuk-anggotanya-disandera-warga</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 14:55 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/340/2212348/razia-penambangan-ilegal-kapolsek-ditusuk-anggotanya-disandera-warga-ckTpQAjmW1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas saat menggelar apel untuk ke lokasi kejadian (foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/340/2212348/razia-penambangan-ilegal-kapolsek-ditusuk-anggotanya-disandera-warga-ckTpQAjmW1.jpg</image><title>Petugas saat menggelar apel untuk ke lokasi kejadian (foto: istimewa)</title></images><description>BUNGO - Pertambangan Tanpa Izin (PETI) semakin marak di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi. Hal tersebut didasari karena hanya kebutuhan akan kehidupan dan penghidupan warga.

Hal tersebut pun akhirnya menjadi benturan demi benturan antara warga, dan aparat penegak hukum. Salah satunya seperti yang terjadi di sepanjang aliran sungai Pelepat, warga dan petugas yang saat itu melakukan razia akhirnya terjadi bentrok fisik, bahkan menimbulkan korban luka.

Informasi yang dihimpun, bentrokan tersebut berawal ketika 12 anggota kepolisian dari Satreskrim Polres Bungo dan Polsek Pelepat melakukan razia penambangan emas illegal, di sepanjang aliran sungai Pelepat, dan mengamankan dua orang penambang dan barang bukti alat berat.

Usai melakukan razia dan menuju perjalanan pulang, tepat di Desa Baru petugas dihadang oleh ratusan warga yang meminta keduanya dibebaskan. Bersi tegang antara warga dan aparat pun tak terelakan dan saat itu Kapolsek Pelapat, AKP Suhendri berusaha menenangkan warganya, namun tampaknya suasana semakin memanas hingga akhirnya AKP Suhendri ditikam oleh orang tak dikenal tepat dibagian pantatnya.

Dengan menggunakan batu, kayu dan senjata tajam warga terus melakukan perlawanan hingga permintaannya dikabulkan, bahkan kendaraan aparat pun rusak parah dirusak massa. Karena kalah jumlah dan terus terdesak petugas pun mengamankan diri ke camp salah satu perusahaan perkebunan, namun dua penambang dan barang bukti berhasil direbut oleh massa tersebut.

Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan membebaskan petugas yang disandera warga.

&amp;ldquo;Di TKP itu susah sinyal, sehingga kita kesulitan komunikasi. Sekitar pukul 02.00 dinihari tadi kita langsung ke lokasi kejadian, namun massa sudah tidak ada di lokasi. Kapolsek yang menjadi korban penikaman sudah kita larikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan, dan anggota yang disandera sudah kita bebaskan&amp;rdquo; kata Trisaksono.

Terkait kasus tersebut, kata dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa warga dan juga kepala desa.

&amp;ldquo;Ya, kita sudah memeriksa kepala desa setempat. Nanti selanjutnya kita akan proses hukum terkait penganiayaan dan pengerusakannya&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>BUNGO - Pertambangan Tanpa Izin (PETI) semakin marak di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi. Hal tersebut didasari karena hanya kebutuhan akan kehidupan dan penghidupan warga.

Hal tersebut pun akhirnya menjadi benturan demi benturan antara warga, dan aparat penegak hukum. Salah satunya seperti yang terjadi di sepanjang aliran sungai Pelepat, warga dan petugas yang saat itu melakukan razia akhirnya terjadi bentrok fisik, bahkan menimbulkan korban luka.

Informasi yang dihimpun, bentrokan tersebut berawal ketika 12 anggota kepolisian dari Satreskrim Polres Bungo dan Polsek Pelepat melakukan razia penambangan emas illegal, di sepanjang aliran sungai Pelepat, dan mengamankan dua orang penambang dan barang bukti alat berat.

Usai melakukan razia dan menuju perjalanan pulang, tepat di Desa Baru petugas dihadang oleh ratusan warga yang meminta keduanya dibebaskan. Bersi tegang antara warga dan aparat pun tak terelakan dan saat itu Kapolsek Pelapat, AKP Suhendri berusaha menenangkan warganya, namun tampaknya suasana semakin memanas hingga akhirnya AKP Suhendri ditikam oleh orang tak dikenal tepat dibagian pantatnya.

Dengan menggunakan batu, kayu dan senjata tajam warga terus melakukan perlawanan hingga permintaannya dikabulkan, bahkan kendaraan aparat pun rusak parah dirusak massa. Karena kalah jumlah dan terus terdesak petugas pun mengamankan diri ke camp salah satu perusahaan perkebunan, namun dua penambang dan barang bukti berhasil direbut oleh massa tersebut.

Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan membebaskan petugas yang disandera warga.

&amp;ldquo;Di TKP itu susah sinyal, sehingga kita kesulitan komunikasi. Sekitar pukul 02.00 dinihari tadi kita langsung ke lokasi kejadian, namun massa sudah tidak ada di lokasi. Kapolsek yang menjadi korban penikaman sudah kita larikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan, dan anggota yang disandera sudah kita bebaskan&amp;rdquo; kata Trisaksono.

Terkait kasus tersebut, kata dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa warga dan juga kepala desa.

&amp;ldquo;Ya, kita sudah memeriksa kepala desa setempat. Nanti selanjutnya kita akan proses hukum terkait penganiayaan dan pengerusakannya&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
