<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Evaluasi 14 Hari PKM Semarang, Jumlah Pasien Corona Cenderung Turun</title><description>Jumlah pasien corona di Semarang cenderung turun selama pemberlakuan PKM.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/512/2212232/evaluasi-14-hari-pkm-semarang-jumlah-pasien-corona-cenderung-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/11/512/2212232/evaluasi-14-hari-pkm-semarang-jumlah-pasien-corona-cenderung-turun"/><item><title>Evaluasi 14 Hari PKM Semarang, Jumlah Pasien Corona Cenderung Turun</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/11/512/2212232/evaluasi-14-hari-pkm-semarang-jumlah-pasien-corona-cenderung-turun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/11/512/2212232/evaluasi-14-hari-pkm-semarang-jumlah-pasien-corona-cenderung-turun</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/512/2212232/evaluasi-14-hari-pkm-semarang-jumlah-pasien-corona-cenderung-turun-H222c725c3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Taufik Budi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/512/2212232/evaluasi-14-hari-pkm-semarang-jumlah-pasien-corona-cenderung-turun-H222c725c3.jpg</image><title>Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Taufik Budi/Okezone)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Semarang yang diberlakukan sejak 27 April 2020, telah menginjak hari ke-14 pada Minggu 10 Mei. Evaluasi selama dua pekan itu menunjukkan data pasien corona virus disease (covid-19) cenderung turun.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, jumlah penderita covid-19 di sana pernah berada pada titik tertinggi pada 24 April 2020. Kala itu jumlah pasien mencapai 148 orang.
Baca juga:    Cegah Persebaran Covid-19, BIN Gelar Rapid Test Massal di Pasar Bogor&amp;nbsp;
 
Tercatat hingga hari ke-14 diberlakukannya PKM, jumlah penderita covid-19 di Semarang turun menjadi 68 orang. Angka tersebut lebih dari separuh jumlah penderita yang ada sebelum diberlakukannya PKM.
Tidak hanya itu, kasus penderita covid-19 meninggal di Semarang juga tidak bertambah selama diberlakukannya PKM. Dari data portal siagacorona.semarangkota.go.id, kasus meninggal terakhir kali terjadi pada 25 April 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Yang perlu digarisbawahi adalah walaupun trennya cenderung turun, grafiknya masih fluktuatif, sehingga masih dibutuhkan ketertiban sedulur-sedulur,&quot; tutur pria yang akrab disapa Hendi itu.
Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Semarang juga terus naik, mencapai 188 orang hingga 10 Mei 2020. Adapun untuk data ODP dan PDP di Semarang, walaupun masih bergerak fluktuatif, tren yang ditunjukkan juga cenderung turun menjadi 440 ODP dan 246 PDP.
Baca juga:   70% Kasus Positif Corona berasal dari Pulau Jawa&amp;nbsp;
 
Dengan pemberlakuan PKM selama 14 hari, maka telah mencapai separuh dari 28 hari yang ditetapkan.
&quot;Harapannya tentu saja hingga batas pemberlakuan PKM pada 24 Mei nanti, semua akan selesai. Tapi kalau masyarakat kemudian tidak tertib, maka tidak akan selesai-selesai,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Semarang yang diberlakukan sejak 27 April 2020, telah menginjak hari ke-14 pada Minggu 10 Mei. Evaluasi selama dua pekan itu menunjukkan data pasien corona virus disease (covid-19) cenderung turun.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, jumlah penderita covid-19 di sana pernah berada pada titik tertinggi pada 24 April 2020. Kala itu jumlah pasien mencapai 148 orang.
Baca juga:    Cegah Persebaran Covid-19, BIN Gelar Rapid Test Massal di Pasar Bogor&amp;nbsp;
 
Tercatat hingga hari ke-14 diberlakukannya PKM, jumlah penderita covid-19 di Semarang turun menjadi 68 orang. Angka tersebut lebih dari separuh jumlah penderita yang ada sebelum diberlakukannya PKM.
Tidak hanya itu, kasus penderita covid-19 meninggal di Semarang juga tidak bertambah selama diberlakukannya PKM. Dari data portal siagacorona.semarangkota.go.id, kasus meninggal terakhir kali terjadi pada 25 April 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Yang perlu digarisbawahi adalah walaupun trennya cenderung turun, grafiknya masih fluktuatif, sehingga masih dibutuhkan ketertiban sedulur-sedulur,&quot; tutur pria yang akrab disapa Hendi itu.
Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Semarang juga terus naik, mencapai 188 orang hingga 10 Mei 2020. Adapun untuk data ODP dan PDP di Semarang, walaupun masih bergerak fluktuatif, tren yang ditunjukkan juga cenderung turun menjadi 440 ODP dan 246 PDP.
Baca juga:   70% Kasus Positif Corona berasal dari Pulau Jawa&amp;nbsp;
 
Dengan pemberlakuan PKM selama 14 hari, maka telah mencapai separuh dari 28 hari yang ditetapkan.
&quot;Harapannya tentu saja hingga batas pemberlakuan PKM pada 24 Mei nanti, semua akan selesai. Tapi kalau masyarakat kemudian tidak tertib, maka tidak akan selesai-selesai,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
