<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov Sumbar Siapkan RSJ untuk Pasien Corona yang Alami Gangguan Jiwa</title><description>Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan rumah sakit jiwa untuk pasien corona yang mengalami gangguan jiwa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/12/340/2213004/pemprov-sumbar-siapkan-rsj-untuk-pasien-corona-yang-alami-gangguan-jiwa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/12/340/2213004/pemprov-sumbar-siapkan-rsj-untuk-pasien-corona-yang-alami-gangguan-jiwa"/><item><title>Pemprov Sumbar Siapkan RSJ untuk Pasien Corona yang Alami Gangguan Jiwa</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/12/340/2213004/pemprov-sumbar-siapkan-rsj-untuk-pasien-corona-yang-alami-gangguan-jiwa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/12/340/2213004/pemprov-sumbar-siapkan-rsj-untuk-pasien-corona-yang-alami-gangguan-jiwa</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2020 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/12/340/2213004/pemprov-sumbar-siapkan-rsj-untuk-pasien-corona-yang-alami-gangguan-jiwa-8bUr5IMWEG.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Wagub Sumbar Nasrul Abit memeriksa ruang isolasi untuk pasien corona yang mengalami gangguan jiwa. (Foto: Rus Akbar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/12/340/2213004/pemprov-sumbar-siapkan-rsj-untuk-pasien-corona-yang-alami-gangguan-jiwa-8bUr5IMWEG.jfif</image><title>Wagub Sumbar Nasrul Abit memeriksa ruang isolasi untuk pasien corona yang mengalami gangguan jiwa. (Foto: Rus Akbar/Okezone)</title></images><description>PADANG &amp;ndash; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Sanin Padang untuk merawat pasien positif terpapar corona virus disease (covid-19) yang mengalami stres bawaan atau gangguan jiwa. Adapun lokasinya akan dipisah dengan pasien lain agar tidak terjadi penularan virus corona.
&quot;Beberapa pasien kita ada yang mengalami gejala stress, kemudian ini kita berjaga-jaga, kita siapkan rumah sakit jiwa dengan gedung terpisah. Sarananya sudah cukup, kita tinggal melengkapi saja. Ini dipersiapkan untuk merawat pasien-pasien covid, baik yang positif maupun negatif, yang memang ada gejala sakit jiwa dari awal,&quot; kata Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Selasa (12/5/2020).
Baca juga:    Anies: Penerbitan Pergub 41 Tahun 2020 untuk Membuat Masyarakat Disiplin saat PSBB 
 
Tapi, lanjut dia, kalau pasien stres karena dikarantina, itu lain lagi. Mereka tidak akan dirawat di RSJ.
&quot;Jadi kita siapkan tempat ini untuk berjaga-jaga, mana tahu kan sudah ada gejala-gejalanya. Ini kita persiapkan karena di sini memang khusus untuk pelayanan sakit jiwa,&quot; ucapnya.
Meski disiapkan untuk pasien covid-19 yang mengalami gangguan jiwa bawaan, kata Nasrul, pihak rumah sakit akan tetap menerima pasien sakit jiwa.
&quot;Jadi tidak terganggu pelayanan yang lainnya,&quot; terang dia.
Direktur RSJ HB Saanin Padang Ernoviana mengatakan saat ini orang dalam pemantauan (ODP) yang mengalami gangguan jiwa ada 11. Rencananya hari ini menjalani swab test.
&quot;Sebelas orang itu mayoritas laki-laki dan ada juga perempuan,&quot; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ernoviana mengatakan, pasien jiwa ini belum bisa berkomunikasi, sehingga tidak akan menanyakan tracing-nya seperti mereka dari mana dan ke mana.
&quot;Itu belum bisa kita komunikasi. Yang penting kita tahu daerah asalnya, misalnya dari Padang, Tanah Datar, dan lainnya. Setelah jiwa mereka pulih, baru kita tahu perjalanannya,&quot; ungkap dia.
Saat ini ODP tersebut ada dari Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan daerah lainnya.
&quot;Nanti kalau pasien datang, pihak petugas akan memeriksanya, apakah ini positif atau tidak. Itu akan dilakukan rapid test sebanyak dua kali. Kalau dia positif akan dilanjutkan swab test,&quot; ungkapnya.
Baca juga:    Hari Ini 426 Orang di Jakarta Sembuh dari Covid-19&amp;nbsp;
 
Sementara itu daya tampung pasien covid-19 di RSJ HB Saanin Padang maksimal 10 orang. Satu kamar untuk dua orang.
&quot;Ada ruangan lain, tapi itu diperuntukkan bagi pasien jiwa dengan gangguan jiwa,&quot; ujar Ernoviana.
Ia menegaskan pasien positif corona yang dirawat di sana awalnya memang sudah mengalami gangguan jiwa, bukan karena setelah dikarantina mengalami stres.
&quot;Pasien yang dirawat di sini memang awalnya dengan gangguan jiwa kita bawa ke sini kalau gangguan jiwa waktu didapat saat dia dirawat itu tidak dibawa ke sini, karena kalau dibawa ke sini makin stres, karena akan bergabung dengan pasien yang mengalami gangguan jiwa,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>PADANG &amp;ndash; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Sanin Padang untuk merawat pasien positif terpapar corona virus disease (covid-19) yang mengalami stres bawaan atau gangguan jiwa. Adapun lokasinya akan dipisah dengan pasien lain agar tidak terjadi penularan virus corona.
&quot;Beberapa pasien kita ada yang mengalami gejala stress, kemudian ini kita berjaga-jaga, kita siapkan rumah sakit jiwa dengan gedung terpisah. Sarananya sudah cukup, kita tinggal melengkapi saja. Ini dipersiapkan untuk merawat pasien-pasien covid, baik yang positif maupun negatif, yang memang ada gejala sakit jiwa dari awal,&quot; kata Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Selasa (12/5/2020).
Baca juga:    Anies: Penerbitan Pergub 41 Tahun 2020 untuk Membuat Masyarakat Disiplin saat PSBB 
 
Tapi, lanjut dia, kalau pasien stres karena dikarantina, itu lain lagi. Mereka tidak akan dirawat di RSJ.
&quot;Jadi kita siapkan tempat ini untuk berjaga-jaga, mana tahu kan sudah ada gejala-gejalanya. Ini kita persiapkan karena di sini memang khusus untuk pelayanan sakit jiwa,&quot; ucapnya.
Meski disiapkan untuk pasien covid-19 yang mengalami gangguan jiwa bawaan, kata Nasrul, pihak rumah sakit akan tetap menerima pasien sakit jiwa.
&quot;Jadi tidak terganggu pelayanan yang lainnya,&quot; terang dia.
Direktur RSJ HB Saanin Padang Ernoviana mengatakan saat ini orang dalam pemantauan (ODP) yang mengalami gangguan jiwa ada 11. Rencananya hari ini menjalani swab test.
&quot;Sebelas orang itu mayoritas laki-laki dan ada juga perempuan,&quot; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8wNy8xLzEyMTMwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ernoviana mengatakan, pasien jiwa ini belum bisa berkomunikasi, sehingga tidak akan menanyakan tracing-nya seperti mereka dari mana dan ke mana.
&quot;Itu belum bisa kita komunikasi. Yang penting kita tahu daerah asalnya, misalnya dari Padang, Tanah Datar, dan lainnya. Setelah jiwa mereka pulih, baru kita tahu perjalanannya,&quot; ungkap dia.
Saat ini ODP tersebut ada dari Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan daerah lainnya.
&quot;Nanti kalau pasien datang, pihak petugas akan memeriksanya, apakah ini positif atau tidak. Itu akan dilakukan rapid test sebanyak dua kali. Kalau dia positif akan dilanjutkan swab test,&quot; ungkapnya.
Baca juga:    Hari Ini 426 Orang di Jakarta Sembuh dari Covid-19&amp;nbsp;
 
Sementara itu daya tampung pasien covid-19 di RSJ HB Saanin Padang maksimal 10 orang. Satu kamar untuk dua orang.
&quot;Ada ruangan lain, tapi itu diperuntukkan bagi pasien jiwa dengan gangguan jiwa,&quot; ujar Ernoviana.
Ia menegaskan pasien positif corona yang dirawat di sana awalnya memang sudah mengalami gangguan jiwa, bukan karena setelah dikarantina mengalami stres.
&quot;Pasien yang dirawat di sini memang awalnya dengan gangguan jiwa kita bawa ke sini kalau gangguan jiwa waktu didapat saat dia dirawat itu tidak dibawa ke sini, karena kalau dibawa ke sini makin stres, karena akan bergabung dengan pasien yang mengalami gangguan jiwa,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
