<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Covid-19 DIY: Positif 169, Sembuh 63, Meninggal 7</title><description>Penambahan pasien positif itu berasal dari klaster Indogrosir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/12/510/2213086/update-covid-19-diy-positif-169-sembuh-63-meninggal-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/12/510/2213086/update-covid-19-diy-positif-169-sembuh-63-meninggal-7"/><item><title>Update Covid-19 DIY: Positif 169, Sembuh 63, Meninggal 7</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/12/510/2213086/update-covid-19-diy-positif-169-sembuh-63-meninggal-7</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/12/510/2213086/update-covid-19-diy-positif-169-sembuh-63-meninggal-7</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2020 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/12/510/2213086/update-covid-19-diy-positif-169-sembuh-63-meninggal-7-GKl3joGJFo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/12/510/2213086/update-covid-19-diy-positif-169-sembuh-63-meninggal-7-GKl3joGJFo.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Kasus positif virus corona (Covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali bertambah 10 sehingga menjadi 169 orang berdasarkan data per Selasa (12/5/2020). Penambahan ini berasal dari klaster Indogrosir dan klaster gereja. Selain itu, ada 63 pasien sembuh dan ada 7 kasus kematian.
&amp;ldquo;Hari ini ada penambahan 10 menjadi 169 kasus,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Pemda DIY dalam Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, dalam keterangan kepada pers, Selasa (12/5/2020).
Penambahan 10 kasus ini dengan rinciannya adalah 3 pasien dari Kota Yogyakarta, yaitu kasus 162 laki-laki (76), kasus 163 perempuan (48), yang merupakan penularan dari klaster gereja. Satu lagi kasus 166 laki-laki(70) yang pernah dikunjungi anaknya dari luar kota.

Sementara Kabupaten Bantul ada penambahan 6 kasus, dengan rincian kasus 164 perempuan (33) dan kasus 171 perempuan (65) riwayat melakukan kontak dengan pasien positif. Kasus 165 perempuan (43), kasus 167 perempuan (56) dan kasus 170 laki-laki (34) merupakan klaster Indogrosir. Satu kasus lainnya kasus 169 perempuan (52) merupakan klaster gereja, sama dengan satu pasien asal Sleman, kasus 168 laki-laki (49) juga dari klaster gereja.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/06/63740/324734_medium.jpg&quot; alt=&quot;BIN Gelar Rapid Test Massal di Terowongan Kendal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Ada penambahan kasus dari klaster gereja dan klaster Indogrosir,&amp;rdquo; ujarnya.
Meski begitu, Berty mengatakan ada penambahan 2 pasien yang sembuh menjadi 63 kasus. Keduanya adalah kasus 92 laki-laki (39) asal Sleman dan kasus 110 perempuan (39) asal Bantul.
Sementara kasus kematian pasien dalam pengawasan ada penambahan empat kasus. Sebanyak 3 kasus sudah diambil swab dan hasilnya belum keluar, yaitu perempuan (52) asal Gunungkidul dengan riwayat penyakit jantung; perempuan (64) asal Kota Yogyakarta riwayat stroke dan diabetes; dan laki-laki (70) asal Kota Yogyakarta.

Baca Juga : Berita Baik, 5 Pasien Positif Corona di Tulungagung Sembuh

&amp;ldquo;Satu pasien meninggal satu lagi belum diambil swabnya, laki-laki 79 tahun asal Kota Yogyakarta dengan riwayat jantung,&amp;rdquo; ujarnya.

Baca Juga : 10 Tenaga Medis Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Kasus positif virus corona (Covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali bertambah 10 sehingga menjadi 169 orang berdasarkan data per Selasa (12/5/2020). Penambahan ini berasal dari klaster Indogrosir dan klaster gereja. Selain itu, ada 63 pasien sembuh dan ada 7 kasus kematian.
&amp;ldquo;Hari ini ada penambahan 10 menjadi 169 kasus,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Pemda DIY dalam Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, dalam keterangan kepada pers, Selasa (12/5/2020).
Penambahan 10 kasus ini dengan rinciannya adalah 3 pasien dari Kota Yogyakarta, yaitu kasus 162 laki-laki (76), kasus 163 perempuan (48), yang merupakan penularan dari klaster gereja. Satu lagi kasus 166 laki-laki(70) yang pernah dikunjungi anaknya dari luar kota.

Sementara Kabupaten Bantul ada penambahan 6 kasus, dengan rincian kasus 164 perempuan (33) dan kasus 171 perempuan (65) riwayat melakukan kontak dengan pasien positif. Kasus 165 perempuan (43), kasus 167 perempuan (56) dan kasus 170 laki-laki (34) merupakan klaster Indogrosir. Satu kasus lainnya kasus 169 perempuan (52) merupakan klaster gereja, sama dengan satu pasien asal Sleman, kasus 168 laki-laki (49) juga dari klaster gereja.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/06/63740/324734_medium.jpg&quot; alt=&quot;BIN Gelar Rapid Test Massal di Terowongan Kendal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Ada penambahan kasus dari klaster gereja dan klaster Indogrosir,&amp;rdquo; ujarnya.
Meski begitu, Berty mengatakan ada penambahan 2 pasien yang sembuh menjadi 63 kasus. Keduanya adalah kasus 92 laki-laki (39) asal Sleman dan kasus 110 perempuan (39) asal Bantul.
Sementara kasus kematian pasien dalam pengawasan ada penambahan empat kasus. Sebanyak 3 kasus sudah diambil swab dan hasilnya belum keluar, yaitu perempuan (52) asal Gunungkidul dengan riwayat penyakit jantung; perempuan (64) asal Kota Yogyakarta riwayat stroke dan diabetes; dan laki-laki (70) asal Kota Yogyakarta.

Baca Juga : Berita Baik, 5 Pasien Positif Corona di Tulungagung Sembuh

&amp;ldquo;Satu pasien meninggal satu lagi belum diambil swabnya, laki-laki 79 tahun asal Kota Yogyakarta dengan riwayat jantung,&amp;rdquo; ujarnya.

Baca Juga : 10 Tenaga Medis Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

</content:encoded></item></channel></rss>
