<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akurasi Rapid Test Rendah, KKP Bandara Soetta Siapkan Tes PCR</title><description>Saat ini, pemeriksaan WNI yang baru tiba hanya menggunakan rapid test yang tingkat akurasinya rendah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/13/337/2213261/akurasi-rapid-test-rendah-kkp-bandara-soetta-siapkan-tes-pcr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/13/337/2213261/akurasi-rapid-test-rendah-kkp-bandara-soetta-siapkan-tes-pcr"/><item><title>Akurasi Rapid Test Rendah, KKP Bandara Soetta Siapkan Tes PCR</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/13/337/2213261/akurasi-rapid-test-rendah-kkp-bandara-soetta-siapkan-tes-pcr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/13/337/2213261/akurasi-rapid-test-rendah-kkp-bandara-soetta-siapkan-tes-pcr</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2020 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/13/337/2213261/akurasi-rapid-test-rendah-kkp-bandara-soetta-siapkan-tes-pcr-5RkP5eWQdX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi rapid test. (Foto: Okezone.com/Isty M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/13/337/2213261/akurasi-rapid-test-rendah-kkp-bandara-soetta-siapkan-tes-pcr-5RkP5eWQdX.jpg</image><title>Ilustrasi rapid test. (Foto: Okezone.com/Isty M)</title></images><description>TANGERANG -  PT Angkasa Pura II tengah mengkaji perubahan proses pemeriksaan WNI yang datang dari luar negeri dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 di Bandara Seokarno-Hatta. Saat ini, pemeriksaan WNI yang baru tiba hanya menggunakan rapid test yang tingkat akurasinya rendah.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf mengatakan, salah satu alasan mengganti prosedur rapid test dengan PCR karena hasil rapid test tidak spesifik menunjukkan seseorang terinfeksi virus Covid-19. Sementara, hasil dari test PCR menunjukan secara spesifik virus yang ada di dalam tubuh seseorang, sehingga hasil dari PCR lebih akurat dibanding rapid test.
&quot;Yang saat ini dilakukan adalah tes cepat atau rapid test untuk mengetahui antibodi yang terbentuk jika tubuh kita terinfeksi virus. Tapi untuk mengetahui secara pasti apakah orang tersebut terinfeksi Covid-19 hanya bisa dipastikan dengan tes PCR. Sebab, orang yang hasil rapid test-nya reaktif belum tentu terinfeksi Covid-19,&quot; jelas Anas pada, Rabu (13/05/2020).
Akan tetapi, meskipun saat ini pihaknya sudah siap untuk menjalankan tes PCR untuk WNI yang baru tiba, belum bisa dipastikan kapan prosedur baru tersebut dapat dijalankan. Sebab hal tersebut masih menjadi kajian dan sedang dalam proses persiapan.
Baca juga: Jokowi Targetkan Bansos Jangkau 55% Warga Tak Mampu &amp;amp; Terdampak Covid-19
&quot;Belum dipastikan kapan mulai berlaku, karena sekarang masih proses persiapan dan sedang dibahas di tingkat nasional. Tapi kita prinsipnya siap, sebagai pelaksana di lapangan kami sudah siap menjalankan mekanisme pelaksanaannya,&quot; ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menerangkan, ada dua skenario pelaksanan tes PCR bagi WNI yang baru tiba. Pertama, pengambilan sampel dan menunggu hasil tes dilakukan di bandara. Kedua, pengambilan sampel dilakukan di bandara dan menunggu hasil tes di tempat lain.
Baik skenario pertama ataupun kedua, Awaluddin mengaku pihaknya telah menyiapkan fasilitas serta sarana pendukung dengan menyediakan beberapa gedung yang sudah terisolasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xMi8xLzEyMTMyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Untuk sarana dan fasilitas kami akan mengaktifkan beberapa gedung yg memang akan terisolasi. Kemudian ada 2 mekanisme pelaksanaan, yaitu pengambilan dan menunggu hasil dilakukan di bandara kedua pengambilan tes di bandara tapi menunggu nya di lokasi lain. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan itu kita sudah siapkan,&quot; jelasnya.
Saat ini rapid test merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah di dalam tubuh WNI yang baru tiba terdapat virus atau tidak. Jika ditemukan hasil test WNI yang reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Penggantian prosedur pemeriksaan bagi WNI yang baru tiba juga melakukan peningkatan protokol kesehatan untuk memastikan bahwa mereka pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi virus Covid-19.
</description><content:encoded>TANGERANG -  PT Angkasa Pura II tengah mengkaji perubahan proses pemeriksaan WNI yang datang dari luar negeri dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 di Bandara Seokarno-Hatta. Saat ini, pemeriksaan WNI yang baru tiba hanya menggunakan rapid test yang tingkat akurasinya rendah.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf mengatakan, salah satu alasan mengganti prosedur rapid test dengan PCR karena hasil rapid test tidak spesifik menunjukkan seseorang terinfeksi virus Covid-19. Sementara, hasil dari test PCR menunjukan secara spesifik virus yang ada di dalam tubuh seseorang, sehingga hasil dari PCR lebih akurat dibanding rapid test.
&quot;Yang saat ini dilakukan adalah tes cepat atau rapid test untuk mengetahui antibodi yang terbentuk jika tubuh kita terinfeksi virus. Tapi untuk mengetahui secara pasti apakah orang tersebut terinfeksi Covid-19 hanya bisa dipastikan dengan tes PCR. Sebab, orang yang hasil rapid test-nya reaktif belum tentu terinfeksi Covid-19,&quot; jelas Anas pada, Rabu (13/05/2020).
Akan tetapi, meskipun saat ini pihaknya sudah siap untuk menjalankan tes PCR untuk WNI yang baru tiba, belum bisa dipastikan kapan prosedur baru tersebut dapat dijalankan. Sebab hal tersebut masih menjadi kajian dan sedang dalam proses persiapan.
Baca juga: Jokowi Targetkan Bansos Jangkau 55% Warga Tak Mampu &amp;amp; Terdampak Covid-19
&quot;Belum dipastikan kapan mulai berlaku, karena sekarang masih proses persiapan dan sedang dibahas di tingkat nasional. Tapi kita prinsipnya siap, sebagai pelaksana di lapangan kami sudah siap menjalankan mekanisme pelaksanaannya,&quot; ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menerangkan, ada dua skenario pelaksanan tes PCR bagi WNI yang baru tiba. Pertama, pengambilan sampel dan menunggu hasil tes dilakukan di bandara. Kedua, pengambilan sampel dilakukan di bandara dan menunggu hasil tes di tempat lain.
Baik skenario pertama ataupun kedua, Awaluddin mengaku pihaknya telah menyiapkan fasilitas serta sarana pendukung dengan menyediakan beberapa gedung yang sudah terisolasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xMi8xLzEyMTMyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Untuk sarana dan fasilitas kami akan mengaktifkan beberapa gedung yg memang akan terisolasi. Kemudian ada 2 mekanisme pelaksanaan, yaitu pengambilan dan menunggu hasil dilakukan di bandara kedua pengambilan tes di bandara tapi menunggu nya di lokasi lain. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan itu kita sudah siapkan,&quot; jelasnya.
Saat ini rapid test merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah di dalam tubuh WNI yang baru tiba terdapat virus atau tidak. Jika ditemukan hasil test WNI yang reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Penggantian prosedur pemeriksaan bagi WNI yang baru tiba juga melakukan peningkatan protokol kesehatan untuk memastikan bahwa mereka pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi virus Covid-19.
</content:encoded></item></channel></rss>
