<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beredar Pesan Singkat Berisi Nama Warga yang Kontak dengan Pasien Covid-19</title><description>Apa yang berkembang di media sosial tersebut bukan berasal dari tim kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/13/510/2213373/beredar-pesan-singkat-berisi-nama-warga-yang-kontak-dengan-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/13/510/2213373/beredar-pesan-singkat-berisi-nama-warga-yang-kontak-dengan-pasien-covid-19"/><item><title>Beredar Pesan Singkat Berisi Nama Warga yang Kontak dengan Pasien Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/13/510/2213373/beredar-pesan-singkat-berisi-nama-warga-yang-kontak-dengan-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/13/510/2213373/beredar-pesan-singkat-berisi-nama-warga-yang-kontak-dengan-pasien-covid-19</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2020 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/13/510/2213373/beredar-pesan-singkat-berisi-nama-warga-yang-kontak-dengan-pasien-covid-19-DJknXprO94.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/13/510/2213373/beredar-pesan-singkat-berisi-nama-warga-yang-kontak-dengan-pasien-covid-19-DJknXprO94.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANTUL - Pesan singkat tentang data orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19 tersebar di Bantul, Yogyakarta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso meminta warga untuk tidak menelan mentah-mentah pesan broadcast menyesatkan maupun informasi di media sosial terkait dengan salah satu pasien positif Covid-19 tersebut.

&amp;ldquo;Sebab, sampai saat ini kami masih mengumpulkan keterangan. Apa yang berkembang di media sosial tersebut bukan berasal dari tim kesehatan. Jadi kami minta warga untuk jangan mempercayai informasi tersebut,&amp;rdquo; terang Sri Wahyu, Rabu (13/5/2020).

Kendati demikian, Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, mengakui jika saat ini ada dua pasien positif Covid-19 di Srandakan, Bantul. Kedua pasien tersebut adalah laki-laki, 27 dan perempuan, 55. Selain keduanya, sejauh ini belum ada penambahan pasien positif di Srandakan.

&amp;ldquo;Kami minta warga agar percaya kepada kami. Selain itu, kami minta warga jujur dalam menyampaikan informasi dari kondisi individunya. Kami juga berharap apa yang ada juga tidak ditutup-tutupi dan tidak dibesar-besarkan,&amp;rdquo; terang Oky.

Terpisah, salah satu warga yang namanya termasuk di 52 nama daftar tracking kontak dengan salah satu pasien positif Covid-19 di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan yang enggan disebutkan namanya mengakui jika data di media sosial tersebut adalah kesalahan dan data mentah.

&amp;ldquo;Broadcast tersebut yang mengeluarkan bukan dari pihak berwenang. Saya mohon untuk yang mempunyai data tersebut jangan disebar lagi dan lebih baik dihapus demi kenyamanan nama-nama yang tertera tersebut,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi mohon jangan sebarkan berita hoaks, jangan sebarkan berita yang belum pasti. kebocoran data tersebut sudah berdampak negatif pada warga dusun kami,&amp;rdquo; lanjutnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Gibran Mendadak Temui Ganjar Pranowo

Sekadar diketahui, pada Selasa 12 Mei 2020 malam, beredar pesan broadcast terkait dengan dua pasien positif Covid-19 asal Srandakan. Kedua pasien tersebut adalah laki-laki, 27 dan perempuan, 55. Untuk pasien laki-laki, 27 tahun merupakan karyawan Indogrosir yang saat menjadi salah cluster covid-19.

Selain itu, dalam pesan broadcast tersebut juga disebutkan ada 52 orang dan dituliskan nama-nama orang yang sempat kontak dengan pasien tersebut. Akibatnya warga di Kecamatan Srandakan merasa cemas dan resah.</description><content:encoded>BANTUL - Pesan singkat tentang data orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19 tersebar di Bantul, Yogyakarta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso meminta warga untuk tidak menelan mentah-mentah pesan broadcast menyesatkan maupun informasi di media sosial terkait dengan salah satu pasien positif Covid-19 tersebut.

&amp;ldquo;Sebab, sampai saat ini kami masih mengumpulkan keterangan. Apa yang berkembang di media sosial tersebut bukan berasal dari tim kesehatan. Jadi kami minta warga untuk jangan mempercayai informasi tersebut,&amp;rdquo; terang Sri Wahyu, Rabu (13/5/2020).

Kendati demikian, Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, mengakui jika saat ini ada dua pasien positif Covid-19 di Srandakan, Bantul. Kedua pasien tersebut adalah laki-laki, 27 dan perempuan, 55. Selain keduanya, sejauh ini belum ada penambahan pasien positif di Srandakan.

&amp;ldquo;Kami minta warga agar percaya kepada kami. Selain itu, kami minta warga jujur dalam menyampaikan informasi dari kondisi individunya. Kami juga berharap apa yang ada juga tidak ditutup-tutupi dan tidak dibesar-besarkan,&amp;rdquo; terang Oky.

Terpisah, salah satu warga yang namanya termasuk di 52 nama daftar tracking kontak dengan salah satu pasien positif Covid-19 di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan yang enggan disebutkan namanya mengakui jika data di media sosial tersebut adalah kesalahan dan data mentah.

&amp;ldquo;Broadcast tersebut yang mengeluarkan bukan dari pihak berwenang. Saya mohon untuk yang mempunyai data tersebut jangan disebar lagi dan lebih baik dihapus demi kenyamanan nama-nama yang tertera tersebut,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi mohon jangan sebarkan berita hoaks, jangan sebarkan berita yang belum pasti. kebocoran data tersebut sudah berdampak negatif pada warga dusun kami,&amp;rdquo; lanjutnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Gibran Mendadak Temui Ganjar Pranowo

Sekadar diketahui, pada Selasa 12 Mei 2020 malam, beredar pesan broadcast terkait dengan dua pasien positif Covid-19 asal Srandakan. Kedua pasien tersebut adalah laki-laki, 27 dan perempuan, 55. Untuk pasien laki-laki, 27 tahun merupakan karyawan Indogrosir yang saat menjadi salah cluster covid-19.

Selain itu, dalam pesan broadcast tersebut juga disebutkan ada 52 orang dan dituliskan nama-nama orang yang sempat kontak dengan pasien tersebut. Akibatnya warga di Kecamatan Srandakan merasa cemas dan resah.</content:encoded></item></channel></rss>
