<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Corona di Jakarta Meningkat Dinilai Dampak Longgarnya PSBB</title><description>Kasus covid-19 di DKI Jakarta meningkat. Dinilai akibat longgarnya pemberlakuan PSBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/14/338/2213774/kasus-corona-di-jakarta-meningkat-dinilai-dampak-longgarnya-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/14/338/2213774/kasus-corona-di-jakarta-meningkat-dinilai-dampak-longgarnya-psbb"/><item><title>Kasus Corona di Jakarta Meningkat Dinilai Dampak Longgarnya PSBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/14/338/2213774/kasus-corona-di-jakarta-meningkat-dinilai-dampak-longgarnya-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/14/338/2213774/kasus-corona-di-jakarta-meningkat-dinilai-dampak-longgarnya-psbb</guid><pubDate>Kamis 14 Mei 2020 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/14/338/2213774/kasus-corona-di-jakarta-meningkat-dinilai-dampak-longgarnya-psbb-T0pNpuHZkK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/14/338/2213774/kasus-corona-di-jakarta-meningkat-dinilai-dampak-longgarnya-psbb-T0pNpuHZkK.jpg</image><title>Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyatakan meningkatnya perkembangan kasus covid-19 di Ibu Kota salah satunya dilatarbelakangi adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
&quot;Betul penerapan PSBB terlalu longgar. Check point yang ada hanya berlaku sebentar. Tidak dijaga lagi dan tidak diperiksa lagi,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (14/5/2020).
Akibatnya, aturan PSBB yang disebut-sebut sebagai pemutus mata rantai persebaran virus corona di Jakarta seakan sia-sia.
&quot;Covid ini belum turun, masih bergerak naik, makanya kita tidak bisa anggap enteng. Kita harus sabar dan bertahan untuk tidak terlalu aktif dan mematuhi atauran PSBB,&quot; ungkapnya.

Ia menilai jika masyarakat tidak mengikuti aturan pemerintah, maka bukan hanya akan semakin meluas penularan wabah tersebut, perekonomian juga bisa terpuruk.
&quot;Ini bisa bahaya ke depan dan ekonomi kita bisa makin hancur kalau kita tidak sabar (mengikuti PSBB secara ketat),&quot; ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta pemerintah bersikap lebih tegas dalam mengatur warga untuk mengikuti protokol kesehatan dan aturan PSBB.
&quot;Pergub yang dikeluarkan harus jalankan tegas dan konsisten, jangan lembek-lembek. Jangan hanya pencitraan saja, tapi benar-benar diterapkan dan tegas-adil untuk semua,&quot; ujarnya.
Sekadar diketahui, mengacu pada data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus covid-19 per 13 Mei ditemukan di 26 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak ditemukan penambahan kasus positif covid-19 dengan 183 orang.
Berdasarkan situs resmi corona.jakarta.id, tercatat kasus positif di DKI Jakarta ada 5.347. Rinciannya 1.833 masih dirawat dan 1.277 sembuh, 461 meninggal dunia, serta 1.866 melakukan isolasi mandiri.
Adapun jumlah PDP tercatat sebanyak 7.159. Rinciannya 599 masih dirawat dan 6.560 pulang dan sembuh.
Sementara itu jumlah ODP di Jakarta tercatat 10.913 ODP dengan rincian 189 proses pemantauan dan 10.724 selesai.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyatakan meningkatnya perkembangan kasus covid-19 di Ibu Kota salah satunya dilatarbelakangi adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
&quot;Betul penerapan PSBB terlalu longgar. Check point yang ada hanya berlaku sebentar. Tidak dijaga lagi dan tidak diperiksa lagi,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (14/5/2020).
Akibatnya, aturan PSBB yang disebut-sebut sebagai pemutus mata rantai persebaran virus corona di Jakarta seakan sia-sia.
&quot;Covid ini belum turun, masih bergerak naik, makanya kita tidak bisa anggap enteng. Kita harus sabar dan bertahan untuk tidak terlalu aktif dan mematuhi atauran PSBB,&quot; ungkapnya.

Ia menilai jika masyarakat tidak mengikuti aturan pemerintah, maka bukan hanya akan semakin meluas penularan wabah tersebut, perekonomian juga bisa terpuruk.
&quot;Ini bisa bahaya ke depan dan ekonomi kita bisa makin hancur kalau kita tidak sabar (mengikuti PSBB secara ketat),&quot; ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta pemerintah bersikap lebih tegas dalam mengatur warga untuk mengikuti protokol kesehatan dan aturan PSBB.
&quot;Pergub yang dikeluarkan harus jalankan tegas dan konsisten, jangan lembek-lembek. Jangan hanya pencitraan saja, tapi benar-benar diterapkan dan tegas-adil untuk semua,&quot; ujarnya.
Sekadar diketahui, mengacu pada data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus covid-19 per 13 Mei ditemukan di 26 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak ditemukan penambahan kasus positif covid-19 dengan 183 orang.
Berdasarkan situs resmi corona.jakarta.id, tercatat kasus positif di DKI Jakarta ada 5.347. Rinciannya 1.833 masih dirawat dan 1.277 sembuh, 461 meninggal dunia, serta 1.866 melakukan isolasi mandiri.
Adapun jumlah PDP tercatat sebanyak 7.159. Rinciannya 599 masih dirawat dan 6.560 pulang dan sembuh.
Sementara itu jumlah ODP di Jakarta tercatat 10.913 ODP dengan rincian 189 proses pemantauan dan 10.724 selesai.</content:encoded></item></channel></rss>
