<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 4 Warga Ini Nekat Susuri Gunung dan Sungai untuk Masuk ke Wilayah Gorontalo   </title><description>Berbagai macam cara dilakukan orang agar bisa masuk ke wilayah Gorontalo yang menerapkan PSBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/14/340/2214302/4-warga-ini-nekat-susuri-gunung-dan-sungai-untuk-masuk-ke-wilayah-gorontalo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/14/340/2214302/4-warga-ini-nekat-susuri-gunung-dan-sungai-untuk-masuk-ke-wilayah-gorontalo"/><item><title> 4 Warga Ini Nekat Susuri Gunung dan Sungai untuk Masuk ke Wilayah Gorontalo   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/14/340/2214302/4-warga-ini-nekat-susuri-gunung-dan-sungai-untuk-masuk-ke-wilayah-gorontalo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/14/340/2214302/4-warga-ini-nekat-susuri-gunung-dan-sungai-untuk-masuk-ke-wilayah-gorontalo</guid><pubDate>Kamis 14 Mei 2020 23:46 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/14/340/2214302/4-warga-ini-nekat-susuri-gunung-dan-sungai-untuk-masuk-ke-wilayah-gorontalo-9PvA8sKnk6.png" expression="full" type="image/jpeg">foto: istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/14/340/2214302/4-warga-ini-nekat-susuri-gunung-dan-sungai-untuk-masuk-ke-wilayah-gorontalo-9PvA8sKnk6.png</image><title>foto: istimewa</title></images><description>
GORONTALO - Berbagai macam cara dilakukan orang agar bisa masuk ke wilayah Gorontalo yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seperti yang dilakukan oleh empat orang asal Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (14/5/2020).

Keempat warga itu masing masing berinisial AN (42), FM (23) dan MM (21), ketiganya merupakan warga Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Satunya lagi AT (37), warga Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo yang hendak masuk ke Gorontalo lewat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Demi bisa masuk ke Gorontalo, keempatnya nekat melintasi sungai di daerah perbatasan di Desa Tolite Jaya, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.

Camat Tolinggula, Rizal Yusuf Kune mengatakan, keempatnya sudah memaksa masuk namun ditolak petugas dari unsur Polri, TNI, Dishub dan Satpol PP.

&amp;ldquo;Awalnya sudah kita minta pulang, tidak masuk perbatasan. Rupanya, sore mereka kembali melewati gunung dan sungai untuk bisa masuk. Ada petani yang melapor dan kita amankan,&amp;rdquo; ujar Rizal Yusuf Kune.

Hingga malam ini, empat warga itu masih ditahan di posko perbatasan. Mereka diharuskan menjalani rapid test Covid-19 sebelum dikembalikan lagi ke Buol, Sulawesi Tengah.

&quot;Kami sudah berupaya menghubungi aparat desa dan kecamatan Mananggu dan Paguyaman terkait nasib warganya itu, namun komunikasi melalui telepon seluler belum tersambung dengan baik,&quot; jelas Rizal.

Sebelumnya pada Rabu malam kemarin, aparat gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP menggagalkan upaya penyelundupan orang yang ingin masuk ke Gorontalo di perbatasan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.

Warga berinisial RM (31) dan RM (24) mencoba menipu petugas dengan menaikkan mobil jenis Toyota Agya ke dalam truk dan dibungkus dengan terpal. Aksi mereka dilakukan di Kecamatan Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Perjalanan keduanya ke Gorontalo dibantu oleh supir truk berinisial SP (53).

&amp;ldquo;Kami mengamankan dua orang dan satu supir yang memaksa masuk ke Gorontalo. Modusnya, seolah olah bermuatan logistik. Dua orang bersembunyi di bagasi mobil di dalam truk,&amp;rdquo; ujar Kasi Angkutan Dalam Trayek Dinas Perhubungan Pemprov Gorontalo Yantje Ering.

Kedua warga Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo itu berdalih ingin menjenguk orang tua yang sakit. Aksi keduanya ternyata bukan kali ini saja, sehari sebelumnya mereka sudah ditolak oleh aparat untuk masuk Gorontalo.

&amp;ldquo;Ya kalau alasan semua orang bisa memberi alasan. Apapun itu, tidak kami izinkan. Kita harus melaksanakan PSBB ini dengan baik dan tegas untuk mencegah penularan virus corona atau covid-19,&amp;rdquo; katanya

Keduanya warga bersama sopir tersebut selanjutnya diambil data diri dan diminta untuk tidak mengulangi aksi serupa. Mereka selanjutnya diminta untuk kembali ke daerah asal. Percobaan serupa sekali lagi akan diberi tindakan tegas.

Provinsi Gorontalo sejak tanggal 4 Mei 2020 mengumumkan pemberlakuan PSBB. Salah satu poin pentingnya yaitu menutup semua akses masuk darat, laut dan udara hingga tanggal 17 Mei 2020. Warga diminta tidak keluar masuk perbatasan selama periode itu untuk mencegah penularan virus corona.</description><content:encoded>
GORONTALO - Berbagai macam cara dilakukan orang agar bisa masuk ke wilayah Gorontalo yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seperti yang dilakukan oleh empat orang asal Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (14/5/2020).

Keempat warga itu masing masing berinisial AN (42), FM (23) dan MM (21), ketiganya merupakan warga Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Satunya lagi AT (37), warga Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo yang hendak masuk ke Gorontalo lewat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Demi bisa masuk ke Gorontalo, keempatnya nekat melintasi sungai di daerah perbatasan di Desa Tolite Jaya, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.

Camat Tolinggula, Rizal Yusuf Kune mengatakan, keempatnya sudah memaksa masuk namun ditolak petugas dari unsur Polri, TNI, Dishub dan Satpol PP.

&amp;ldquo;Awalnya sudah kita minta pulang, tidak masuk perbatasan. Rupanya, sore mereka kembali melewati gunung dan sungai untuk bisa masuk. Ada petani yang melapor dan kita amankan,&amp;rdquo; ujar Rizal Yusuf Kune.

Hingga malam ini, empat warga itu masih ditahan di posko perbatasan. Mereka diharuskan menjalani rapid test Covid-19 sebelum dikembalikan lagi ke Buol, Sulawesi Tengah.

&quot;Kami sudah berupaya menghubungi aparat desa dan kecamatan Mananggu dan Paguyaman terkait nasib warganya itu, namun komunikasi melalui telepon seluler belum tersambung dengan baik,&quot; jelas Rizal.

Sebelumnya pada Rabu malam kemarin, aparat gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP menggagalkan upaya penyelundupan orang yang ingin masuk ke Gorontalo di perbatasan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.

Warga berinisial RM (31) dan RM (24) mencoba menipu petugas dengan menaikkan mobil jenis Toyota Agya ke dalam truk dan dibungkus dengan terpal. Aksi mereka dilakukan di Kecamatan Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Perjalanan keduanya ke Gorontalo dibantu oleh supir truk berinisial SP (53).

&amp;ldquo;Kami mengamankan dua orang dan satu supir yang memaksa masuk ke Gorontalo. Modusnya, seolah olah bermuatan logistik. Dua orang bersembunyi di bagasi mobil di dalam truk,&amp;rdquo; ujar Kasi Angkutan Dalam Trayek Dinas Perhubungan Pemprov Gorontalo Yantje Ering.

Kedua warga Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo itu berdalih ingin menjenguk orang tua yang sakit. Aksi keduanya ternyata bukan kali ini saja, sehari sebelumnya mereka sudah ditolak oleh aparat untuk masuk Gorontalo.

&amp;ldquo;Ya kalau alasan semua orang bisa memberi alasan. Apapun itu, tidak kami izinkan. Kita harus melaksanakan PSBB ini dengan baik dan tegas untuk mencegah penularan virus corona atau covid-19,&amp;rdquo; katanya

Keduanya warga bersama sopir tersebut selanjutnya diambil data diri dan diminta untuk tidak mengulangi aksi serupa. Mereka selanjutnya diminta untuk kembali ke daerah asal. Percobaan serupa sekali lagi akan diberi tindakan tegas.

Provinsi Gorontalo sejak tanggal 4 Mei 2020 mengumumkan pemberlakuan PSBB. Salah satu poin pentingnya yaitu menutup semua akses masuk darat, laut dan udara hingga tanggal 17 Mei 2020. Warga diminta tidak keluar masuk perbatasan selama periode itu untuk mencegah penularan virus corona.</content:encoded></item></channel></rss>
