<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Khofifah Beberkan kepada Warga soal Telatnya Bansos Covid-19   </title><description>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, angkat bicara mengenai masyarakat yang mengeluhkan lamanya Bansos.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/14/519/2214169/khofifah-beberkan-kepada-warga-soal-telatnya-bansos-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/14/519/2214169/khofifah-beberkan-kepada-warga-soal-telatnya-bansos-covid-19"/><item><title> Khofifah Beberkan kepada Warga soal Telatnya Bansos Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/14/519/2214169/khofifah-beberkan-kepada-warga-soal-telatnya-bansos-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/14/519/2214169/khofifah-beberkan-kepada-warga-soal-telatnya-bansos-covid-19</guid><pubDate>Kamis 14 Mei 2020 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/14/519/2214169/khofifah-beberkan-kepada-warga-soal-telatnya-bansos-covid-19-N4iHxndbnF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/14/519/2214169/khofifah-beberkan-kepada-warga-soal-telatnya-bansos-covid-19-N4iHxndbnF.jpg</image><title>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (foto: istimewa)</title></images><description>KOTA MALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, angkat bicara mengenai masyarakat yang mengeluhkan lamanya bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurut Khofifah, validasi data penerima bantuan yang dilakukan bukanlah suatu hal yang mudah. Dimana tim verifikasi di lapangan melakukan pengecekan dan validasi secara seksama masyarakat yang benar-benar terdampak dan belum mendapat bantuan dari pemerintah.

&amp;ldquo;Kenapa dana desa ini relatif terlambat proses pencairannya, karena rata-rata bupati itu menunggu selesainya penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), terakhir dari dana desa,&amp;rdquo; ujar Khofifah usai membagikan BLT dari dana desa di Malang, Kamis (14/5/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Penjelasan Pemerintah Terkait Lonjakan Kasus Positif Covid-19
Bagi masyarakat yang belum mendapat bantuan dari tiga program rutin pemerintah pusat, lanjut Khofifah akan di-cover bantuan sembako dari Pemprov Jawa Timur dan kekurangannya akan di-cover kembali oleh dana desa yang sudah diinstruksikan diberikan kepada masyarakat yang terdampak corona.

&amp;ldquo;Oleh karena itu, tiap hari kami melakukan virtual, ada empat kabupaten (Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Trenggalek)  kita lakukan virtual pendistribusian dana desa. Besok kita dengan trenggalek. Ini akan menjadi role model percepatan pencairan BLT dana desa, yang memang diarahkan oleh presiden sebelum idul fitri seyogyanya bisa cair semua,&amp;rdquo; jelas mantan menteri sosial ini.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;127,813 Orang Telah Diperiksa Virus Corona, 111,807 Dinyatakan Negatif&amp;nbsp;
Khofifah menambahkan, dari 31 kabupaten dan kota yang memiliki desa di Jawa Timur, baru dua daerah yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Trenggalek yang pencairannya sudah 100 persen.

&amp;ldquo;Pertama di Lumajang, jadi kami sudah melakukan dengan Lumajang, 100 persen. Besok Trenggalek sudah 100 persen tuntas,&amp;rdquo; bebernya.

Dari bantuan Pemprov Jawa Timur sebagaimana yang ada di radar bansos Pemprov disebut Khofifah ada dua bansos, yang datanya ada di website radar bansos.

&amp;ldquo;Kalau dilihat dari radar bansos, akan nampak, dua macam dari Pemrov, satu BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dua bansos yang Rp200 ribu untuk tiga kali. Itu akan terkonfirmasi di jatimprov.go.id,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>KOTA MALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, angkat bicara mengenai masyarakat yang mengeluhkan lamanya bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurut Khofifah, validasi data penerima bantuan yang dilakukan bukanlah suatu hal yang mudah. Dimana tim verifikasi di lapangan melakukan pengecekan dan validasi secara seksama masyarakat yang benar-benar terdampak dan belum mendapat bantuan dari pemerintah.

&amp;ldquo;Kenapa dana desa ini relatif terlambat proses pencairannya, karena rata-rata bupati itu menunggu selesainya penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), terakhir dari dana desa,&amp;rdquo; ujar Khofifah usai membagikan BLT dari dana desa di Malang, Kamis (14/5/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Penjelasan Pemerintah Terkait Lonjakan Kasus Positif Covid-19
Bagi masyarakat yang belum mendapat bantuan dari tiga program rutin pemerintah pusat, lanjut Khofifah akan di-cover bantuan sembako dari Pemprov Jawa Timur dan kekurangannya akan di-cover kembali oleh dana desa yang sudah diinstruksikan diberikan kepada masyarakat yang terdampak corona.

&amp;ldquo;Oleh karena itu, tiap hari kami melakukan virtual, ada empat kabupaten (Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Trenggalek)  kita lakukan virtual pendistribusian dana desa. Besok kita dengan trenggalek. Ini akan menjadi role model percepatan pencairan BLT dana desa, yang memang diarahkan oleh presiden sebelum idul fitri seyogyanya bisa cair semua,&amp;rdquo; jelas mantan menteri sosial ini.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;127,813 Orang Telah Diperiksa Virus Corona, 111,807 Dinyatakan Negatif&amp;nbsp;
Khofifah menambahkan, dari 31 kabupaten dan kota yang memiliki desa di Jawa Timur, baru dua daerah yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Trenggalek yang pencairannya sudah 100 persen.

&amp;ldquo;Pertama di Lumajang, jadi kami sudah melakukan dengan Lumajang, 100 persen. Besok Trenggalek sudah 100 persen tuntas,&amp;rdquo; bebernya.

Dari bantuan Pemprov Jawa Timur sebagaimana yang ada di radar bansos Pemprov disebut Khofifah ada dua bansos, yang datanya ada di website radar bansos.

&amp;ldquo;Kalau dilihat dari radar bansos, akan nampak, dua macam dari Pemrov, satu BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dua bansos yang Rp200 ribu untuk tiga kali. Itu akan terkonfirmasi di jatimprov.go.id,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
