<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelonggaran PSBB, Kasus Covid-19 Diprediksi Akan Terus Naik</title><description>PPP menilai pelonggaran PSBB bakal membuat kasus covid-19 terus bertambah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214356/pelonggaran-psbb-kasus-covid-19-diprediksi-akan-terus-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214356/pelonggaran-psbb-kasus-covid-19-diprediksi-akan-terus-naik"/><item><title>Pelonggaran PSBB, Kasus Covid-19 Diprediksi Akan Terus Naik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214356/pelonggaran-psbb-kasus-covid-19-diprediksi-akan-terus-naik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214356/pelonggaran-psbb-kasus-covid-19-diprediksi-akan-terus-naik</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/337/2214356/pelonggaran-psbb-kasus-covid-19-diprediksi-akan-terus-naik-r40BH0pX99.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Soekarno-Hatta mulai dipenuhi penumpang setelah adanya pelonggaran PSBB. (Foto: Heru Haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/337/2214356/pelonggaran-psbb-kasus-covid-19-diprediksi-akan-terus-naik-r40BH0pX99.jpg</image><title>Bandara Soekarno-Hatta mulai dipenuhi penumpang setelah adanya pelonggaran PSBB. (Foto: Heru Haryono/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir mengkritisi langkah yang diambil pemerintah terkait pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang disebut-sebut sebagai upaya pemutus mata rantai persebaran virus corona. Pasalnya, pemerintah dianggap tidak konsisten, dan akibatnya kasus covid-19 diprediksi akan terus naik.
Anas mengatakan, dalam menangani pandemi virus corona seharusnya pemerintah lebih tegas dan serius, bahkan dalam pengawasannya harus ketat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xMy8xLzEyMTMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemerintah harus lebih tegas mengeluarkan kebijakan, dan mesti dijalankan dengan ketat serta didukung pengawasan yang cukup. Tidak boleh ambigu, apalagi bersikap maju-mundur,&quot; katanya kepada Okezone, Jumat (15/5/2020).
Jika penerapan PSBB dilonggarkan, maka bukan tidak mungkin masyarakat akan mengambil jalan masing-masing, sehingga perkembangan kasus covid-19 tidak bisa dibendung lagi.
&quot;Rakyat bisa tambah bingung dan akhirnya menentukan jalannya sendiri. Padahal bisa jadi akan sangat berbahaya bagi dirinya maupun orang lain,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir mengkritisi langkah yang diambil pemerintah terkait pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang disebut-sebut sebagai upaya pemutus mata rantai persebaran virus corona. Pasalnya, pemerintah dianggap tidak konsisten, dan akibatnya kasus covid-19 diprediksi akan terus naik.
Anas mengatakan, dalam menangani pandemi virus corona seharusnya pemerintah lebih tegas dan serius, bahkan dalam pengawasannya harus ketat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xMy8xLzEyMTMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemerintah harus lebih tegas mengeluarkan kebijakan, dan mesti dijalankan dengan ketat serta didukung pengawasan yang cukup. Tidak boleh ambigu, apalagi bersikap maju-mundur,&quot; katanya kepada Okezone, Jumat (15/5/2020).
Jika penerapan PSBB dilonggarkan, maka bukan tidak mungkin masyarakat akan mengambil jalan masing-masing, sehingga perkembangan kasus covid-19 tidak bisa dibendung lagi.
&quot;Rakyat bisa tambah bingung dan akhirnya menentukan jalannya sendiri. Padahal bisa jadi akan sangat berbahaya bagi dirinya maupun orang lain,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
