<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Penumpukan di Bandara, Pengamat: Jangan Asal Main Jual Tiket Saja!</title><description>Djoko menyayangkan, sikap maskapai yang tidak memikirkan penumpukan calon penumpang saat pemeriksaan dokumen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214671/soal-penumpukan-di-bandara-pengamat-jangan-asal-main-jual-tiket-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214671/soal-penumpukan-di-bandara-pengamat-jangan-asal-main-jual-tiket-saja"/><item><title>Soal Penumpukan di Bandara, Pengamat: Jangan Asal Main Jual Tiket Saja!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214671/soal-penumpukan-di-bandara-pengamat-jangan-asal-main-jual-tiket-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/15/337/2214671/soal-penumpukan-di-bandara-pengamat-jangan-asal-main-jual-tiket-saja</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/337/2214671/soal-penumpukan-di-bandara-pengamat-jangan-asal-main-jual-tiket-saja-rhIkOFcjeI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: @adriansyahyasin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/337/2214671/soal-penumpukan-di-bandara-pengamat-jangan-asal-main-jual-tiket-saja-rhIkOFcjeI.jpg</image><title>Penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: @adriansyahyasin)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai, penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, terjadi karena tidak adanya koordinasi antara maskapai dengan pihak bandara Angkasa Pura II.
&quot;Kalau bandara saya lihat kalau Terminal III itu cukup luas. Ya Terminal I dan II memang masih kurang. Harusnya maskapai itu koordinasi dengan pengelola bandara bahwa penumpung ada sekian. Ditanya kira-kira ada berapa cukupnya. Jadi jangan asal main jual tiket saja,&quot; kata Djoko kepada Okezone, Jumat (15/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Kepulangan WNI, Simak Protokol di Pintu Masuk Negara &amp;amp; Kawasan PSBB&amp;nbsp;

Djoko menyayangkan, sikap maskapai yang tidak memikirkan penumpukan  calon penumpang saat pemeriksaan dokumen. Seharusnya, lanjut dia, maskapai dan pihak bandara saling berkoordinasi guna menerapkan protokoler kesehatan.

&quot;Harusnya berkordinasi dan dilihat bagaimana kapasitasnya. Jadi bisa diketahui berapa menit butuh waktu setiap penumpang, bagaimana luas ruangannya, cukup atau tidak karena antre itu harus ada jarak minimal 1,5 meter,&quot; imbuh dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Penumpukan Penumpang, Kemenhub Minta Maspakai Atur Ulang Jadwal Penerbangan&amp;nbsp;
Djoko juga mengkritik pelonggaran transportasi yang hanya menyertakan surat kesehatan dan surat tugas bagi penumpang moda transportasi udara itu. Menurut dia, syarat tersebut harus direvisi kembali.

&quot;Jadi syaratnya itu direvisi saja. Syaratnya ya negatif Covid-19 sudah itu aja. Salahnya itu di situ. Bahkan, Tokopedia malah mengeluarkan surat itu gimana. Harusnya disanksi. MCD aja kena sanksi Rp10 juta, ini kan sudah jual beli,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai, penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, terjadi karena tidak adanya koordinasi antara maskapai dengan pihak bandara Angkasa Pura II.
&quot;Kalau bandara saya lihat kalau Terminal III itu cukup luas. Ya Terminal I dan II memang masih kurang. Harusnya maskapai itu koordinasi dengan pengelola bandara bahwa penumpung ada sekian. Ditanya kira-kira ada berapa cukupnya. Jadi jangan asal main jual tiket saja,&quot; kata Djoko kepada Okezone, Jumat (15/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Kepulangan WNI, Simak Protokol di Pintu Masuk Negara &amp;amp; Kawasan PSBB&amp;nbsp;

Djoko menyayangkan, sikap maskapai yang tidak memikirkan penumpukan  calon penumpang saat pemeriksaan dokumen. Seharusnya, lanjut dia, maskapai dan pihak bandara saling berkoordinasi guna menerapkan protokoler kesehatan.

&quot;Harusnya berkordinasi dan dilihat bagaimana kapasitasnya. Jadi bisa diketahui berapa menit butuh waktu setiap penumpang, bagaimana luas ruangannya, cukup atau tidak karena antre itu harus ada jarak minimal 1,5 meter,&quot; imbuh dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Penumpukan Penumpang, Kemenhub Minta Maspakai Atur Ulang Jadwal Penerbangan&amp;nbsp;
Djoko juga mengkritik pelonggaran transportasi yang hanya menyertakan surat kesehatan dan surat tugas bagi penumpang moda transportasi udara itu. Menurut dia, syarat tersebut harus direvisi kembali.

&quot;Jadi syaratnya itu direvisi saja. Syaratnya ya negatif Covid-19 sudah itu aja. Salahnya itu di situ. Bahkan, Tokopedia malah mengeluarkan surat itu gimana. Harusnya disanksi. MCD aja kena sanksi Rp10 juta, ini kan sudah jual beli,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
